Jumat, 22 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Kesehatan

Daging dan Darah Tinggi: Aman atau Justru Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Liaa - Saturday, 09 May 2026 | 01:21 AM

Background
Daging dan Darah Tinggi: Aman atau Justru Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Makan daging pada penderita darah tinggi (hipertensi) sebenarnya tidak otomatis berbahaya, tapi jenis daging, cara pengolahan, dan porsinya sangat menentukan dampaknya.

Berikut penjelasan akibat yang bisa terjadi:

1. Tekanan darah bisa semakin naik

Daging merah seperti sapi atau kambing, terutama jika tinggi lemak jenuh, dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Jika dikonsumsi berlebihan, pembuluh darah bisa menyempit dan tekanan darah menjadi lebih tinggi.

2. Risiko meningkat jika dimasak asin atau olahan

Daging olahan seperti sosis, kornet, atau daging asap biasanya mengandung garam (natrium) tinggi. Natrium dapat membuat tubuh menahan air, sehingga tekanan darah naik lebih cepat.

3. Beban jantung lebih berat

Pada penderita hipertensi, konsumsi daging berlemak berlebihan dapat membuat jantung bekerja lebih keras karena aliran darah menjadi kurang lancar.



4. Risiko komplikasi jangka panjang

Jika pola makan tinggi daging berlemak terus berlanjut, risiko komplikasi seperti:

  • penyakit jantung
  • stroke
  • kerusakan pembuluh darah
  • akan meningkat.

Tapi daging masih boleh dikonsumsi jika tepat

Penderita hipertensi tetap boleh makan daging dengan syarat:

  • pilih daging tanpa lemak (ayam tanpa kulit, ikan, atau potongan lean beef)
  • hindari gorengan dan daging olahan
  • batasi porsi (tidak berlebihan)
  • masak dengan cara rebus, kukus, atau panggang tanpa banyak garam

Daging bukan musuh bagi penderita darah tinggi, tapi cara mengolah dan jumlah konsumsinya sangat menentukan dampaknya terhadap tekanan darah. Kalau dikontrol dengan baik, daging masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.