Kamis, 8 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cumi-Cumi Bisa Alot Jika Terlalu Lama Dimasak

Laila - Thursday, 08 October 2026 | 11:24 AM

Background
Cumi-Cumi Bisa Alot Jika Terlalu Lama Dimasak

Cumi-cumi merupakan salah satu seafood yang banyak diolah menjadi berbagai hidangan. Teksturnya yang kenyal menjadi daya tarik tersendiri, tetapi cumi dapat berubah menjadi keras dan alot apabila dimasak terlalu lama.

Daging cumi mengandung protein dan jaringan ikat yang mengalami perubahan ketika terkena panas. Pada tahap awal pemasakan, panas membantu membuat daging cumi lebih matang dan teksturnya tetap relatif lembut.

Namun, jika proses pemasakan terus berlangsung, jaringan protein dan kolagen di dalam cumi mengalami perubahan lebih lanjut. Jaringan tersebut dapat menyusut sehingga daging kehilangan banyak air dan menjadi lebih padat serta kenyal berlebihan.

Karena itu, cumi biasanya lebih baik dimasak dengan waktu yang relatif singkat menggunakan panas cukup tinggi. Cumi dapat ditumis, digoreng, atau dimasak sebentar hingga matang tanpa terlalu lama berada di atas api.

Ada pula teknik memasak yang menggunakan waktu jauh lebih lama, seperti pada beberapa jenis masakan berkuah atau berbumbu. Dalam kondisi tersebut, cumi dapat kembali menjadi lebih empuk setelah jaringan ikatnya mengalami perubahan lebih lanjut, tetapi membutuhkan waktu dan metode yang tepat.



Kesalahan yang sering terjadi adalah memasak cumi dalam durasi sedang hingga cukup lama tanpa teknik yang sesuai. Pada tahap ini, cumi dapat melewati kondisi lembut dan justru menjadi keras serta sulit dikunyah.

Kesegaran cumi juga berpengaruh terhadap hasil akhir masakan. Cumi yang segar dan dibersihkan dengan baik biasanya memiliki tekstur serta aroma yang lebih baik setelah dimasak.

Jadi, kunci mendapatkan cumi yang empuk bukan hanya terletak pada bumbu, tetapi juga pada teknik dan waktu memasaknya. Memahami karakter daging cumi dapat membantu menghasilkan hidangan seafood dengan tekstur yang lebih lembut dan tidak alot.

Tags