Senin, 17 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Merawat Barang agar Lebih Awet dan Tidak Cepat Rusak

Liaa - Monday, 17 August 2026 | 08:20 PM

Background
Cara Merawat Barang agar Lebih Awet dan Tidak Cepat Rusak

Seni Menjaga Hubungan dengan Barang: Biar Nggak Cepat "Cerai" dan Tetap Awet

Pernah nggak sih kamu ngerasa baru kemarin beli sepatu sneakers incaran yang harganya bikin makan promag seminggu, eh, tahu-tahu solnya sudah mangap atau warnanya memudar? Atau mungkin HP yang baru dicicil enam bulan, performanya sudah mulai batuk-batuk dan baterainya bocor halus? Rasanya tuh kayak dikhianati sama benda mati. Sakit tapi nggak berdarah.

Fenomena barang cepat rusak ini seringkali kita kambinghitamkan ke produsen. Kita maki-maki "planned obsolescence" atau konspirasi perusahaan biar kita terus-terusan beli produk baru. Padahal, kalau mau jujur sambil ngaca, kadang kita sendiri yang memperlakukan barang-barang itu dengan semena-mena. Kita sering lupa kalau barang, semahal apa pun itu, punya "nyawa" yang tergantung pada seberapa telaten kita merawatnya. Merawat barang itu sebenarnya mirip kayak ngerawat hubungan; butuh komitmen, perhatian kecil, dan nggak boleh cuek-cuek amat.

Jangan Siksa Gadget Kamu Lewat Kebiasaan "Overheat"

Mari kita mulai dari yang paling dekat dengan tangan kita: gadget. Masalah paling klasik dari HP atau laptop yang cepat rusak biasanya berawal dari panas alias overheat. Banyak dari kita yang hobi main game berat sambil ngecas, atau ninggalin laptop menyala di atas kasur yang empuk. Padahal, kasur itu musuh bebuyutan lubang sirkulasi udara laptop. Panas yang terjebak di dalam komponen elektronik itu pelan-pelan bakal ngerusak motherboard dan bikin umur baterai makin pendek.

Tips receh tapi ampuh: biasain buat lepas casing kalau lagi ngecas atau pakai aplikasi yang berat banget. Terus, jangan nunggu baterai 0% baru dicolok kabel. Baterai lithium-ion zaman sekarang itu paling happy kalau dijaga di kisaran 20% sampai 80%. Ibarat perut, jangan biarin kelaparan sampai pingsan, tapi jangan juga dipaksa makan sampai kekenyangan setiap saat. Percayalah, perhatian kecil kayak gini bakal bikin HP kamu tetap segar bugar sampai dua atau tiga tahun ke depan tanpa perlu bolak-balik ke service center.

Fashion: Berhenti Menganggap Mesin Cuci Adalah Solusi Segalanya

Pindah ke lemari baju. Banyak orang mikir kalau baju kotor ya tinggal lempar ke mesin cuci, kasih deterjen banyak-banyak biar wangi, lalu jemur di bawah terik matahari sampai kering kerontang. Pola pikir ini sebenarnya "pembunuhan" berencana buat serat kain. Mesin cuci dengan putaran yang terlalu keras bisa bikin kaos kesayanganmu melar atau berubah bentuk jadi nggak jelas.



Kalau kamu punya baju yang bahannya agak manja, kayak rajutan atau denim yang mahal, mending cuci pakai tangan atau pakai mode "delicate". Dan yang paling krusial: perhatikan label di kerah baju. Label itu bukan pajangan yang bikin leher gatal doang, tapi manual book biar baju kamu nggak cepat jadi lap pel. Satu lagi, jangan terlalu sering mencuci jeans. Cukup diangin-anginkan atau masukin freezer kalau cuma mau ngilangin bau. Matahari juga jahat kalau kena baju langsung; mending jemur di tempat teduh tapi sirkulasi udaranya bagus biar warnanya nggak cepat pudar kayak kenangan sama mantan.

Sepatu Bukan Cuma Alas Kaki, Tapi Investasi

Masalah sepatu biasanya ada di kelembapan. Indonesia yang tropis ini punya udara yang lembapnya minta ampun. Kalau kamu habis kehujanan atau kaki kamu berkeringat, terus langsung simpan sepatu di dalam kotak tertutup, jangan kaget kalau minggu depannya muncul jamur atau bau naga. Jamur ini yang bikin lem sepatu cepat lepas alias "mangap".

Investasi paling murah buat ngerawat sepatu adalah silica gel atau sesederhana koran bekas. Masukin koran ke dalam sepatu buat nyerap kelembapan dan nahan bentuk sepatu biar nggak penyok. Buat yang hobi pakai sneakers putih, jangan malas buat ngebersihin noda kecil pakai sikat gigi bekas dan sabun lembut setiap habis pakai. Menunda bersihin noda itu sama aja kayak nabung masalah; makin lama didiemin, makin susah ilangnya.

Mindset "Buy Less, Buy Better"

Di luar tips teknis tadi, ada satu hal yang paling penting: mindset. Kita hidup di era fast fashion dan barang elektronik murah yang bikin kita gampang "buang-beli". Tapi coba deh pelan-pelan geser pola pikir ke arah "buy less, buy better". Mending beli satu barang yang agak mahal tapi kualitasnya terjamin dan tahan lama, daripada beli barang murah yang tiap tiga bulan sekali harus ganti. Barang yang berkualitas biasanya lebih mudah diperbaiki kalau rusak, beda sama barang murah yang sekali rusak ya wassalam.

Menghargai barang itu juga bentuk rasa syukur atas kerja keras kita nyari uang. Bayangin berapa jam waktu yang kamu habiskan buat kerja demi beli barang itu. Masa iya cuma dinikmati sebentar gara-gara kita malas ngerawatnya? Dengan merawat barang, kita juga secara nggak langsung ngerem jumlah sampah yang numpuk di Bumi. Jadi, ngerawat barang itu bukan cuma soal pelit atau hemat, tapi soal jadi manusia yang lebih bertanggung jawab.



Akhir kata, barang-barang kita itu sebenarnya saksi bisu perjalanan hidup kita. Kamera yang lensanya tetap jernih, tas kulit yang makin tua makin estetik, atau motor yang suaranya tetap halus meski sudah menempuh puluhan ribu kilometer. Semua itu adalah hasil dari kepedulian pemiliknya. Jadi, yuk, mulai sekarang lebih perhatian sama barang-barang di sekitar kita. Jangan cuma semangat pas belinya doang, tapi layu pas harus ngerawatnya.

Tags