Capung Banyak Terlihat di Area Persawahan, Apa Hubungannya dengan Lingkungan?
icaa - Monday, 26 October 2026 | 07:52 PM


Capung merupakan serangga yang cukup mudah ditemukan di area persawahan, terutama di sekitar saluran irigasi, genangan air, dan lahan yang memiliki banyak tumbuhan. Kehadirannya berkaitan erat dengan kondisi lingkungan yang menyediakan tempat berkembang biak sekaligus sumber makanan.
Salah satu alasan capung sering berada di sawah adalah ketersediaan air. Sebagian besar capung meletakkan telur di dalam atau di dekat perairan. Setelah menetas, larvanya hidup di air sebelum berkembang menjadi capung dewasa. Sawah yang tergenang dan saluran irigasi dapat menjadi habitat bagi sejumlah jenis capung, bergantung pada kondisi air dan lingkungan sekitarnya.
Selain membutuhkan air, capung juga datang untuk mencari makanan. Capung dewasa memangsa berbagai serangga kecil, seperti nyamuk, lalat, dan serangga terbang lainnya. Kemampuan terbangnya yang lincah membantu capung menangkap mangsa di udara. Perilaku ini menjadikannya bagian dari pengendalian populasi serangga secara alami.
Capung juga berperan dalam rantai makanan. Telur, larva, maupun capung dewasa dapat menjadi sumber makanan bagi hewan lain, termasuk ikan, katak, dan burung tertentu. Hubungan tersebut membantu menjaga keseimbangan ekosistem persawahan.
Keberadaan capung terkadang digunakan sebagai salah satu petunjuk untuk menilai kondisi lingkungan. Hal ini karena capung memiliki siklus hidup yang berkaitan dengan perairan, sehingga perubahan kualitas air dan habitat dapat memengaruhi populasinya. Namun, banyak atau sedikitnya capung tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran bahwa suatu lingkungan bersih atau tercemar. Jenis capung, musim, cuaca, dan ketersediaan makanan juga berpengaruh.
Penggunaan pestisida secara berlebihan, pencemaran air, serta hilangnya tumbuhan di sekitar sawah dapat mengganggu kehidupan capung. Bahan kimia tertentu berpotensi membahayakan larva maupun serangga dewasa, sementara rusaknya habitat dapat mengurangi tempat untuk berkembang biak dan mencari makanan.
Karena itu, menjaga kualitas air dan keberadaan habitat alami di sekitar persawahan penting untuk mendukung kehidupan capung serta organisme lainnya. Pengelolaan sawah yang lebih ramah lingkungan dapat membantu mempertahankan keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem.
Dengan demikian, capung memiliki hubungan erat dengan lingkungan persawahan. Selain membantu memangsa serangga kecil, serangga ini menjadi bagian penting dari rantai makanan dan dapat memberikan informasi tambahan mengenai perubahan kondisi habitat tempatnya hidup.
Next News

Resep Gulai Daun Kemangi yang Harum, Gurih, dan Menggugah Selera
in 3 hours

Resep Gulai Belimbing Wuluh yang Segar, Gurih, dan Menggugah Selera
in 3 hours

Daun Pepaya yang Pahit tetapi Banyak Digunakan dalam Masakan Tradisional
in 3 hours

Daun Pandan sebagai Pewangi Alami dalam Tradisi Kuliner Nusantara
in 3 hours

Daun Kelor dan Nilai Gizi yang Membuatnya Dikenal sebagai Pangan Lokal
in 3 hours

Daun Sirih sebagai Simbol Penghormatan dalam Adat dan Budaya Lokal
in 2 hours

Sarang Burung di Pepohonan sebagai Penanda Kehidupan Ekosistem
in 2 hours

Kebiasaan Bertanya dan Perkembangan Kemampuan Berpikir Kritis
in 2 hours

Rasa Ingin Tahu sebagai Modal Utama untuk Memahami Dunia
in 2 hours

Daun Pisang sebagai Pembungkus Alami yang Sarat Manfaat
in 2 hours





