Buat Pecinta Kuliner, Ini Jenis-Jenis Pizza yang Wajib Dikenal Sebelum Asal Pesan
Nanda - Friday, 03 April 2026 | 12:07 PM


Pizza dikenal luas sebagai hidangan asal Italia yang terdiri dari adonan pipih yang diberi topping seperti minyak zaitun, tomat, keju, dan bahan lain, lalu dipanggang pada suhu tinggi. Namun, sumber-sumber kuliner tepercaya menegaskan bahwa tidak ada hanya satu jenis pizza. Di Italia sendiri ada banyak gaya pizza, sementara di Amerika Serikat berkembang pula style yang sangat berbeda, baik dari sisi ketebalan adonan, teknik memanggang, maupun komposisi topping.
1. Pizza Neapolitan, si klasik yang lembut dan tipis
Kalau bicara pizza yang paling ikonik, pizza Neapolitan hampir selalu jadi titik awal. Gaya ini berasal dari Naples dan dikenal dengan adonan yang tipis di tengah, pinggiran yang mengembang, serta proses pemanggangan cepat di oven yang sangat panas. Karakternya tidak terlalu kering atau terlalu renyah, melainkan lembut dengan sedikit efek hangus khas oven panas. Ini adalah pilihan tepat untuk pembaca yang suka pizza otentik dengan rasa adonan yang tetap menonjol.
2. Pizza Margherita, sederhana tapi tak pernah gagal
Margherita sering dianggap sebagai wajah paling terkenal dari pizza Italia. Britannica menjelaskan bahwa Margherita klasik identik dengan saus tomat, mozzarella, dan basil, kombinasi yang juga sering diasosiasikan dengan warna bendera Italia. Justru karena topping-nya sederhana, kualitas bahan sangat menentukan. Bagi pencinta kuliner yang suka rasa bersih, segar, dan tidak terlalu ramai, pizza ini biasanya jadi pilihan aman yang tetap memuaskan.
3. Pizza Marinara, minim topping tapi kaya karakter
Banyak orang mengira pizza enak harus penuh topping, padahal Marinara justru membuktikan sebaliknya. Italia dan portal pizza Italia menjelaskan bahwa Marinara termasuk gaya klasik yang sederhana, umumnya memakai tomat, bawang putih, oregano, dan minyak zaitun. Tidak seberat pizza keju tebal, tetapi rasa gurih dan aromatiknya kuat. Untuk pecinta kuliner yang suka rasa tradisional dan tidak ingin pizza terlalu padat, Marinara layak dicoba.
4. Pizza Romana, tipis dan lebih renyah
Kalau Neapolitan dikenal lembut, pizza Romana sering digambarkan lebih tipis dan lebih renyah. Italia.it dan Eataly sama-sama menyoroti bahwa ragam pizza di Italia memang sangat beragam, dan gaya Roma hadir dengan karakter yang lebih garing saat digigit. Jenis ini cocok untuk pembaca yang suka sensasi crispy dan tidak terlalu menyukai adonan yang empuk atau chewy. Biasanya pizza ini juga terasa lebih ringan untuk disantap sendirian.
5. Pizza al Taglio, cocok buat yang suka ngemil sambil jalan
Salah satu gaya yang populer di Italia adalah pizza al taglio, yaitu pizza yang dipanggang dalam loyang besar lalu dipotong sesuai pesanan. Italia.it menjelaskan bahwa model ini memang dirancang lebih fleksibel dan praktis, sehingga cocok untuk makan santai atau jajan cepat. Bagi pencinta kuliner jalanan, pizza al taglio menarik karena memberi kesempatan mencoba beberapa topping sekaligus tanpa harus membeli satu pizza utuh.
6. Pizza Sicilian, tebal, empuk, dan mengenyangkan
Pizza Sicilian dikenal lewat adonannya yang lebih tebal, cenderung mirip focaccia, dan sering dipanggang di loyang. MasterClass menjelaskan bahwa gaya ini punya tekstur tinggi dan empuk, dengan bagian bawah yang bisa menjadi kecokelatan dan renyah karena penggunaan minyak di loyang. Kalau kamu lebih suka pizza yang mengenyangkan dan terasa "berisi" dari gigitan pertama, gaya Sicilian biasanya lebih memuaskan daripada pizza tipis.
7. New York-Style Pizza, tipis tapi lentur dan penuh rasa
Di luar Italia, salah satu gaya yang paling terkenal adalah New York-style pizza. Eataly mencatat bahwa seperti Italia memiliki banyak variasi, Amerika juga punya style khas sendiri, dan New York-style menjadi salah satu yang paling dikenal. Pizza ini biasanya tipis, lebar, mudah dilipat saat dimakan, dan populer sebagai street food atau comfort food. Untuk pembaca yang suka pizza praktis dengan rasa klasik dan tekstur seimbang antara renyah dan lentur, gaya ini sangat menarik.
8. Chicago Deep-Dish, pizza yang nyaris terasa seperti pie
Berbeda jauh dari pizza tipis, Chicago-style deep-dish justru terkenal karena bentuknya yang tebal dan tinggi. Britannica menjelaskan bahwa gaya ini berkembang di Chicago pada 1940-an dan memakai susunan bahan yang berbeda dari pizza tipis, dengan lapisan isian yang kaya dan bentuk menyerupai pie gurih. Jenis ini cocok untuk pencinta kuliner yang ingin makan pizza dengan sensasi berat, padat, dan sangat mengenyangkan.
9. Quattro Formaggi, surganya pencinta keju
Kalau kamu termasuk orang yang merasa pizza belum lengkap tanpa ledakan rasa keju, maka Quattro Formaggi patut masuk daftar. Namanya sendiri berarti "empat keju," dan gaya ini lebih menonjolkan kombinasi rasa gurih, creamy, dan tajam dari berbagai jenis keju dibanding topping daging atau sayuran. Jenis ini sangat cocok untuk pembaca yang mencari pizza dengan rasa kaya, lembut, dan indulgent. Variasi exact keju bisa berbeda-beda tergantung restoran, tetapi konsep utamanya tetap sama: keju sebagai bintang utama.
10. Capricciosa dan Diavola, buat yang suka topping lebih berani
Selain pizza klasik sederhana, ada juga gaya yang lebih ramai topping seperti Capricciosa dan Diavola. Dari sumber kuliner Italia, Capricciosa dikenal sebagai pizza tradisional dengan topping yang lebih beragam, sedangkan Diavola biasanya lekat dengan rasa pedas atau topping bercita rasa lebih tajam. Jenis-jenis ini cocok untuk pencinta kuliner yang tidak puas dengan rasa minimalis dan lebih suka pizza dengan karakter kuat sejak gigitan pertama.
Lalu, pizza mana yang paling cocok untuk kamu?
Kalau kamu suka rasa otentik dan sederhana, Neapolitan, Margherita, atau Marinara biasanya paling memuaskan. Kalau lebih suka tekstur renyah, pizza Romana layak dicoba. Kalau tujuanmu makan kenyang, Sicilian dan Chicago deep-dish lebih cocok. Sedangkan untuk pencinta topping kaya rasa, Quattro Formaggi, Capricciosa, atau Diavola biasanya terasa lebih seru. Pada akhirnya, memilih pizza bukan cuma soal topping, tetapi juga soal gaya adonan, teknik panggang, dan pengalaman makan yang kamu cari.
Bagi pencinta kuliner, mengenal jenis-jenis pizza membuat pengalaman makan jadi jauh lebih menarik. Kamu tidak lagi melihat pizza sebagai satu menu yang seragam, melainkan sebagai hidangan dengan banyak karakter: ada yang tipis, tebal, renyah, lembut, sederhana, sampai yang penuh topping. Itulah sebabnya, sebelum asal pesan, ada baiknya memahami dulu gaya pizza yang sedang kamu incar. Bisa jadi, selama ini kamu merasa "kurang cocok" dengan pizza hanya karena belum menemukan jenis yang paling sesuai selera.
Next News

Mitos atau Fakta: Orang Dewasa Tidak Perlu Minum Susu?
10 hours ago

Jangan Sampai Salah! Ini Cara Mudah Membedakan Jeruk Limau dan Jeruk Purut Saat Belanja
in 2 hours

Jangan Remehkan Rebung! Aromanya Khas, Manfaat Kesehatannya Luar Biasa
in 2 hours

Antara Trauma dan Fisika: Mengapa Suara Petir Selalu Membuat Jantung Berdebar?
in an hour

Plank: Tahan Sebentar, Manfaatnya Luar Biasa untuk Kekuatan dan Postur Tubuh
in an hour

Jangan Diabaikan! 5 Alasan Kenapa Mata Sering Kabur Saat Main HP
36 minutes ago

Kenapa Gampang Sakit? Simak Rahasia Jaga Sistem Imun Tetap Kuat
36 minutes ago

Mitos atau Fakta: Air Lemon Bisa Detoks Tubuh?
3 hours ago

Mitos atau Fakta: Makan Pedas Bisa Merusak Lambung?
3 hours ago

Stop Makan Makanan Terlalu Panas! Nikmatnya Sesaat, Bahayanya Bisa Sampai ke Akar
3 hours ago





