Benda Dapur yang Dulu Wajib Ada, tetapi Kini Mulai Jarang Digunakan
Laila - Friday, 24 July 2026 | 12:44 PM


Dapur pada masa lalu memiliki berbagai peralatan yang menjadi bagian penting dalam kegiatan sehari-hari. Sebelum banyaknya peralatan elektronik modern, memasak dan menyiapkan makanan membutuhkan alat-alat sederhana yang digunakan secara rutin. Namun, seiring perkembangan zaman, beberapa benda dapur tersebut mulai jarang terlihat di rumah.
Salah satunya adalah ulekan batu. Dahulu, alat ini menjadi perlengkapan penting untuk menghaluskan cabai, bawang, rempah, dan berbagai bahan masakan. Saat ini, sebagian orang lebih memilih menggunakan blender atau chopper karena proses menghaluskan bahan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Parutan manual juga mulai tergeser oleh berbagai alat dapur modern. Meski masih digunakan untuk memarut kelapa, keju, atau bahan lainnya, beberapa rumah tangga kini memilih alat yang lebih praktis, terutama untuk menghemat waktu saat menyiapkan makanan.
Benda lain yang dahulu sering digunakan adalah saringan santan tradisional. Masyarakat biasanya memeras kelapa parut menggunakan tangan dan menyaringnya secara manual. Kini, santan instan yang tersedia dalam kemasan membuat proses tersebut jauh lebih praktis sehingga penggunaan alat tradisional untuk membuat santan semakin berkurang.
Ada pula talenan kayu berukuran besar yang dahulu sering menjadi perlengkapan utama untuk memotong berbagai bahan makanan. Saat ini, banyak orang menggunakan talenan berbahan plastik atau material lain yang dianggap lebih mudah dibersihkan dan tersedia dalam berbagai ukuran.
Cobek dan ulekan juga mengalami perubahan fungsi. Di beberapa rumah, alat tersebut masih dipertahankan karena dianggap mampu menghasilkan tekstur sambal dan bumbu yang berbeda. Namun, bagi masyarakat yang mengutamakan kecepatan, blender dan alat penghalus elektrik lebih sering menjadi pilihan.
Selain itu, tungku kayu bakar yang dahulu menjadi sumber utama untuk memasak di banyak rumah kini semakin jarang digunakan di kawasan perkotaan. Kompor gas dan kompor listrik dianggap lebih praktis, mudah digunakan, dan tidak membutuhkan penyimpanan kayu bakar.
Cetakan kue tradisional juga mulai jarang digunakan dalam kegiatan memasak sehari-hari. Berbagai jenis kue yang dahulu dibuat menggunakan cetakan khusus kini lebih sering dibeli dalam bentuk siap makan atau dibuat menggunakan peralatan modern yang lebih serbaguna.
Meski sebagian benda dapur tersebut mulai ditinggalkan, bukan berarti semuanya sudah benar-benar hilang. Beberapa masih digunakan oleh masyarakat tertentu, terutama untuk membuat makanan tradisional atau mempertahankan cara memasak yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
Perubahan ini menunjukkan bagaimana teknologi dan gaya hidup ikut memengaruhi kebiasaan di dapur. Peralatan yang dahulu dianggap wajib kini sebagian telah digantikan oleh benda yang lebih praktis. Namun, sejumlah alat tradisional tetap memiliki nilai tersendiri karena tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan memasak, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan kebiasaan keluarga yang diwariskan dari waktu ke waktu.
Next News

Ada Alasan Mengapa Malam Hari Sering Membuat Kita Banyak Berpikir
18 hours ago

Percakapan Singkat dengan Orang Tua yang Sering Baru Kita Sadari Nilainya
18 hours ago

Imajinasi Anak dan Dunia Orang Dewasa, Mengapa Keduanya Begitu Berbeda?
18 hours ago

Kenapa Kita Sering Menemukan Kenangan dari Barang yang Tidak Terduga?
18 hours ago

Dulu Main di Teras, Kini Bermain di Layar: Bagaimana Masa Kecil Berubah?
18 hours ago

Hal-Hal Menarik tentang Kacamata yang Jarang Kita Perhatikan
18 hours ago

Bingkai Kacamata dan Kepribadian, Benarkah Ada Hubungannya?
18 hours ago

Ada Aroma yang Tidak Bisa Digantikan Layar: Mengapa Buku Fisik Masih Disukai?
18 hours ago

Mengapa Anak-Anak Cepat Bosan tetapi Juga Cepat Menemukan Keseruan?
18 hours ago

Ketika Semua Anggota Keluarga Sibuk, Bagaimana Menjaga Kebersamaan?
18 hours ago





