Kamis, 15 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Menelan Permen Karet Membutuhkan Waktu Bertahun-tahun untuk Dicerna?

Laila - Thursday, 15 October 2026 | 09:37 AM

Background
Benarkah Menelan Permen Karet Membutuhkan Waktu Bertahun-tahun untuk Dicerna?

Permen karet menjadi salah satu camilan yang digemari karena memiliki beragam rasa dan dapat dikunyah dalam waktu cukup lama. Namun, ada anggapan yang sering membuat orang khawatir, yaitu menelan permen karet dapat membuatnya bertahan di dalam perut selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dicerna.

Mitos ini sudah lama dikenal, bahkan sebagian orang tua menggunakannya untuk mengingatkan anak-anak agar tidak menelan permen karet. Meskipun kebiasaan menelan permen karet memang tidak dianjurkan, anggapan bahwa permen tersebut akan menetap selama tujuh tahun di dalam tubuh tidak benar.

Sistem pencernaan manusia memiliki mekanisme untuk memindahkan makanan dan sisa bahan yang tidak dapat dicerna. Karena itu, permen karet yang tertelan secara tidak sengaja umumnya tetap bergerak melalui saluran pencernaan hingga dikeluarkan dari tubuh.

Mengapa Permen Karet Tidak Dicerna Seperti Makanan Biasa?

Permen karet memiliki bahan dasar khusus yang membuatnya elastis dan tidak mudah hancur ketika dikunyah. Bahan dasar ini umumnya tidak dapat diuraikan secara berarti oleh enzim pencernaan manusia.



Berbeda dengan gula atau bahan lain yang dapat diproses tubuh, sebagian besar bahan dasar permen karet tetap relatif utuh ketika melewati saluran pencernaan. Itulah sebabnya permen karet tidak dicerna dengan cara yang sama seperti nasi, roti, atau buah-buahan.

Namun, tidak dapat dicerna bukan berarti tidak dapat dikeluarkan dari tubuh. Setelah ditelan, permen karet akan melewati lambung dan bergerak menuju usus bersama bahan lain di dalam saluran pencernaan. Pada akhirnya, bahan yang tidak tercerna tersebut biasanya keluar bersama feses.

Dengan kata lain, tubuh tidak perlu menghancurkan seluruh bagian permen karet agar dapat mengeluarkannya.

Berapa Lama Permen Karet Berada di Dalam Tubuh?

Waktu yang dibutuhkan suatu bahan untuk melewati saluran pencernaan dapat berbeda pada setiap orang. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, pergerakan usus, kondisi kesehatan, dan fungsi pencernaan.



Permen karet yang tertelan secara tidak sengaja dalam jumlah kecil umumnya akan melewati saluran pencernaan dalam beberapa hari, bukan bertahun-tahun. Bahan tersebut mengikuti proses perpindahan isi saluran pencernaan hingga dikeluarkan melalui buang air besar.

Karena itu, tidak tepat jika mengatakan bahwa permen karet pasti berada di dalam perut selama tujuh tahun. Angka tersebut merupakan mitos, bukan gambaran proses pencernaan yang sebenarnya.

Meski begitu, waktu pengeluaran tidak selalu sama pada setiap orang. Apabila seseorang mengalami gangguan pencernaan atau memiliki kondisi medis tertentu, perjalanan bahan yang tertelan dapat berbeda dari kondisi normal.

Apakah Menelan Permen Karet Berbahaya bagi Kesehatan?

Menelan satu potong permen karet secara tidak sengaja biasanya tidak menimbulkan masalah serius pada orang yang sehat. Dalam keadaan normal, permen karet akan melewati saluran pencernaan tanpa perlu dicerna sepenuhnya.



Namun, hal tersebut bukan berarti permen karet sebaiknya sengaja ditelan. Menelan permen karet secara berulang atau dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan yang berpotensi menyumbat saluran pencernaan, meskipun kondisi ini jarang terjadi.

Risiko tersebut lebih perlu diperhatikan pada anak-anak, terutama jika mereka sering menelan permen karet atau memiliki masalah pada pergerakan saluran pencernaan. Anak-anak juga perlu diawasi ketika mengunyah permen karet agar tidak tersedak.

Jika setelah menelan permen karet seseorang mengalami nyeri perut yang berat, muntah berulang, perut membengkak, atau kesulitan buang air besar maupun mengeluarkan gas, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut tidak boleh dianggap sebagai reaksi normal setelah menelan permen karet.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Jika Tidak Sengaja Menelan Permen Karet?

Jika hanya menelan satu potong permen karet dan tidak mengalami keluhan, umumnya tidak diperlukan tindakan khusus. Seseorang dapat tetap makan, minum, dan menjalankan aktivitas seperti biasa.



Tidak perlu memaksakan muntah atau mengonsumsi obat pencahar hanya untuk mengeluarkan permen karet. Tindakan tersebut tidak diperlukan dalam situasi normal dan justru dapat menimbulkan masalah apabila dilakukan tanpa alasan medis.

Untuk mencegah kejadian serupa, biasakan membuang permen karet ke tempat sampah setelah selesai dikunyah. Anak-anak juga sebaiknya diberi pemahaman bahwa permen karet perlu dibuang, bukan ditelan.

Selain itu, pilih permen karet sesuai usia dan perhatikan petunjuk pada kemasannya. Pengawasan orang dewasa penting bagi anak kecil yang belum memahami risiko tersedak atau kebiasaan menelan benda yang seharusnya tidak dimakan.

Mengapa Mitos tentang Permen Karet Bertahan Lama?

Mitos mengenai permen karet yang bertahan selama bertahun-tahun kemungkinan terus menyebar karena bahan dasarnya memang tidak dapat dicerna seperti makanan biasa. Informasi ini kemudian berkembang menjadi pernyataan berlebihan bahwa permen karet akan menetap di dalam lambung selama tujuh tahun.



Padahal, lambung bukan tempat penyimpanan permanen bagi benda yang tidak tercerna. Saluran pencernaan terus menggerakkan isinya, sehingga bahan yang tidak dapat diuraikan pun biasanya tetap melewati sistem tersebut.

Memahami proses ini penting agar masyarakat dapat membedakan informasi kesehatan yang benar dari cerita yang diwariskan tanpa penjelasan ilmiah. Tidak semua benda yang sulit dicerna akan tertahan di dalam tubuh.

Kesimpulannya, anggapan bahwa menelan permen karet membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dicerna adalah mitos. Tubuh memang tidak mampu mencerna sebagian besar bahan dasar permen karet, tetapi dalam kondisi normal, bahan tersebut biasanya melewati saluran pencernaan dan keluar bersama feses dalam beberapa hari. Meski demikian, permen karet tetap sebaiknya tidak sengaja ditelan, terutama dalam jumlah besar atau secara berulang.