Batu-Batu Besar di Lereng Gunung Bisa Berpindah, Ini Faktor Pemicunya
icaa - Monday, 26 October 2026 | 06:24 PM


Batu-batu besar yang berada di lereng gunung sering kali tampak kokoh dan tidak bergerak. Namun, dalam kondisi tertentu, batuan tersebut dapat bergeser, menggelinding, bahkan jatuh ke bagian lereng yang lebih rendah. Peristiwa ini terjadi akibat kombinasi faktor alam yang memengaruhi kestabilan batuan dan tanah di sekitarnya.
Salah satu faktor utamanya adalah gaya gravitasi. Pada lereng yang miring, gravitasi menarik batu ke arah bawah. Jika batu kehilangan penopang atau berada di permukaan yang licin, batu tersebut dapat bergerak menuruni lereng. Semakin curam kemiringan lereng, semakin besar pula potensi batuan untuk mengalami pergerakan apabila kondisi penahannya melemah.
Hujan deras juga dapat memicu perpindahan batu. Air yang meresap ke dalam tanah bisa meningkatkan tekanan air di antara pori-pori tanah dan mengurangi kekuatan material yang menopang batuan. Selain itu, aliran air di permukaan dapat mengikis tanah di sekitar batu hingga bagian bawahnya kehilangan penyangga.
Faktor berikutnya adalah erosi. Proses pengikisan tanah oleh air dan angin dapat berlangsung secara perlahan, tetapi dampaknya terhadap kestabilan lereng cukup besar. Ketika lapisan tanah yang menahan batu semakin menipis, batuan dapat menjadi longgar dan lebih mudah berpindah.
Getaran gempa bumi juga bisa menyebabkan batuan yang sebelumnya stabil menjadi bergerak. Guncangan dapat mengganggu keseimbangan batu, meretakkan material di sekitarnya, atau memicu longsoran pada lereng yang sudah rentan.
Selain itu, perubahan suhu dapat memengaruhi kondisi batuan dalam jangka panjang. Pemanasan dan pendinginan berulang dapat menyebabkan batuan memuai dan menyusut. Di wilayah yang mengalami pembekuan air, air yang masuk ke celah batu lalu membeku dan mengembang juga dapat memperlebar retakan. Proses tersebut dapat membuat batuan semakin rapuh dan mudah terlepas.
Perpindahan batu di lereng gunung tidak selalu terjadi secara mendadak. Sebagian batuan bergerak perlahan akibat perubahan kondisi tanah, sedangkan batu lainnya dapat jatuh dengan cepat ketika penopangnya runtuh. Peristiwa ini dapat menjadi bagian dari longsor atau jatuhan batu yang berisiko menimbulkan kerusakan dan membahayakan manusia.
Oleh karena itu, kawasan di bawah lereng curam perlu diwaspadai, terutama setelah hujan deras atau gempa bumi. Retakan baru pada tanah, batu yang mulai bergeser, serta suara gemuruh dari lereng dapat menjadi tanda bahaya. Jika muncul tanda-tanda tersebut, masyarakat sebaiknya menjauh dari jalur pergerakan batu dan mengikuti arahan petugas setempat.
Next News

Manfaat Menanam Pohon di Sekitar Rumah untuk Lingkungan
in 6 hours

Mengapa Sampah Plastik Membutuhkan Waktu Lama untuk Terurai?
in 6 hours

Kelebihan dan Kekurangan Lantai Keramik dan Granit untuk Rumah
in 6 hours

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Rabu 4 November 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 1 Wilayah Petir
in 17 minutes

Dampak Terlalu Banyak Pilihan terhadap Kemampuan Mengambil Keputusan
in 15 minutes

Cara Kerja Mikrofon dalam Mengubah Suara Menjadi Sinyal
in 12 minutes

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Uang Tunai dan Pembayaran Digital
in 10 minutes

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Sepeda Listrik untuk Aktivitas Harian
in 7 minutes

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Kota dan Desa
in 4 minutes

Kelebihan dan Kekurangan Belanja Online Dibandingkan Belanja Langsung
in 3 minutes





