Kamis, 9 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Baru Minum Kopi Langsung Ingin ke Toilet? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Laila - Wednesday, 01 July 2026 | 01:30 PM

Background
Baru Minum Kopi Langsung Ingin ke Toilet? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bagi sebagian orang, rutinitas pagi terasa belum lengkap tanpa secangkir kopi.

Namun, tak lama setelah menyeruputnya, muncul dorongan untuk segera pergi ke toilet.

Fenomena ini begitu umum sehingga sering dianggap sebagai "efek samping wajib" minum kopi.

Lalu, benarkah kopi memang bisa membuat seseorang lebih cepat ingin BAB?

Jawabannya ya, tetapi penyebabnya ternyata bukan hanya karena kandungan kafein.



Ini penjelasannya.

Kopi Merangsang Gerakan Usus

Setelah kopi masuk ke lambung, tubuh akan merespons dengan meningkatkan aktivitas saluran pencernaan.

Salah satu respons tersebut adalah meningkatnya gerakan usus (colon motility), yaitu kontraksi otot usus yang berfungsi mendorong sisa makanan menuju rektum.

Ketika gerakan ini menjadi lebih aktif, keinginan untuk BAB pun dapat muncul lebih cepat.



Pada sebagian orang, efeknya bisa dirasakan hanya dalam waktu sekitar 5–15 menit setelah minum kopi.

Bukan Hanya Karena Kafein

Banyak orang mengira penyebab utamanya adalah kafein.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein (decaf) pun masih dapat memicu keinginan untuk BAB pada sebagian orang.

Artinya, ada senyawa lain dalam kopi yang ikut berperan dalam merangsang sistem pencernaan.



Inilah alasan mengapa tidak semua efek kopi dapat dijelaskan hanya oleh kandungan kafeinnya.

Peran Hormon Gastrin

Salah satu "pemain utama" dalam proses ini adalah hormon gastrin.

Saat minum kopi, produksi gastrin dapat meningkat.

Hormon ini membantu merangsang lambung menghasilkan asam untuk proses pencernaan sekaligus meningkatkan aktivitas usus besar.



Akibatnya, makanan dan sisa pencernaan bergerak lebih cepat menuju bagian akhir saluran cerna sehingga muncul dorongan untuk BAB.

Ada Juga Refleks Alami Tubuh

Selain gastrin, tubuh memiliki mekanisme yang disebut gastrocolic reflex.

Refleks ini merupakan respons alami ketika makanan atau minuman masuk ke lambung. Tubuh kemudian "memberi sinyal" kepada usus besar untuk mulai bergerak.

Pada sebagian orang, kopi dapat memperkuat refleks ini sehingga keinginan untuk BAB terasa lebih cepat dibandingkan setelah minum air putih atau minuman lainnya.



Kenapa Tidak Semua Orang Mengalaminya?

Jika teman Anda langsung ingin ke toilet setelah minum kopi, sementara Anda tidak merasakan apa-apa, itu juga normal.

Efek kopi terhadap usus dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

tingkat sensitivitas sistem pencernaan;

kebiasaan mengonsumsi kopi;



jenis kopi yang diminum;

kondisi kesehatan usus;

pola makan sebelum minum kopi.

Karena itu, respons setiap orang bisa berbeda.

Apakah Berarti Pencernaan Kita Bermasalah?



Belum tentu.

Pada orang yang sehat, keinginan BAB setelah minum kopi umumnya merupakan respons fisiologis yang normal.

Namun, jika selalu disertai diare, nyeri perut hebat, atau terjadi setiap kali minum kopi hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan pencernaan, seperti sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome/IBS) atau sensitivitas terhadap komponen tertentu dalam kopi.

Bolehkah Minum Kopi untuk Melancarkan BAB?



Sebagian orang memang merasa kopi membantu mengatasi sembelit ringan.

Namun, para ahli tidak menyarankan kopi dijadikan "obat pencahar" setiap hari.

Mengatasi sembelit tetap lebih baik dilakukan dengan memenuhi kebutuhan serat, minum cukup air, rutin berolahraga, dan menjaga pola makan sehat.

Kopi sebaiknya tetap dinikmati sebagai minuman, bukan sebagai solusi utama untuk mengatasi gangguan buang air besar.

Jika Anda sering merasa ingin ke toilet setelah minum kopi, tidak perlu langsung khawatir.



Pada kebanyakan orang, kondisi tersebut merupakan respons alami tubuh terhadap kopi, yang bekerja melalui peningkatan hormon gastrin, gerakan usus, dan refleks pencernaan.

Namun, bila keluhan disertai diare berkepanjangan, nyeri hebat, atau gangguan pencernaan lainnya, sebaiknya jangan ragu untuk memeriksakan diri ke tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui.