Minggu, 29 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Bandara Paling Berbahaya di Dunia: Lukla Nepal hingga Madeira Portugal

RAU - Sunday, 29 March 2026 | 08:48 AM

Background
Bandara Paling Berbahaya di Dunia: Lukla Nepal hingga Madeira Portugal

*Bandara Lukla (Tenzing–Hillary Airport), Nepal*

Bandara Lukla di Nepal sering disebut sebagai bandara paling berbahaya di dunia.

Bandara ini berada di kota kecil Lukla, yang menjadi pintu masuk utama bagi pendaki menuju Gunung Everest.

*Beberapa faktor yang membuat bandara ini sangat menantang*:

•Landasan Pacu Sangat Pendek



Runway di Lukla hanya sekitar 527 meter. Sebagai perbandingan, bandara internasional biasanya memiliki landasan lebih dari 2.000 meter.

•Dikelilingi Pegunungan Himalaya

Bandara ini berada di ketinggian sekitar 2.845 meter di atas permukaan laut, di tengah pegunungan Himalaya.

Pesawat harus melewati lembah sempit sebelum mendarat.

•Runway Miring



Landasan pacunya memiliki kemiringan sekitar 12%. Bagian ujung runway langsung menghadap tebing.

Jika pesawat gagal mendarat dengan benar, tidak ada ruang untuk memperbaiki arah

•Cuaca Sangat Cepat Berubah

Kabut, angin kencang, dan perubahan cuaca yang mendadak sering terjadi di daerah ini.

Karena itu, hanya pilot yang memiliki pelatihan khusus yang diizinkan mendarat di Lukla.



Bandara ini dinamai Tenzing Norgay dan Edmund Hillary, dua orang pertama yang berhasil mencapai puncak Everest pada tahun 1953.

*Bandara Madeira, Portugal*

Bandara Madeira di Portugal juga terkenal sebagai salah satu bandara paling menantang di dunia.

Bandara ini berada di pulau kecil di Samudra Atlantik dan memiliki kondisi geografis yang unik.

*Ciri khas bandara ini adalah:*



•sebagian runway dibangun di atas pilar beton raksasa

•landasan memanjang di atas laut

•sering terkena angin silang yang kuat

•Pilot yang ingin mendarat di bandara ini harus mengikuti pelatihan khusus karena arah angin yang sering berubah secara tiba-tiba.

Bandara ini juga dikenal sebagai Cristiano Ronaldo International Airport, karena pemain sepak bola terkenal tersebut berasal dari pulau Madeira.



*Bandara Paro, Bhutan*

Bandara Paro di Bhutan juga termasuk salah satu bandara paling sulit untuk didarati.

Bandara ini terletak di lembah sempit yang dikelilingi pegunungan setinggi lebih dari 5.000 meter.

*Kondisi sulit yang harus dilewati*

•pesawat harus bermanuver di antara gunung



•pendekatan pendaratan sangat kompleks

•hanya sedikit pilot di dunia yang memiliki lisensi untuk mendarat di sini.

Menurut beberapa laporan penerbangan, hanya belasan pilot komersial di dunia yang memiliki sertifikasi untuk melakukan pendaratan di bandara Paro.

*Bandara Princess Juliana, Karibia*

Bandara Princess Juliana di pulau Saint Martin terkenal karena pemandangan pesawat yang melintas sangat rendah di atas pantai.



Landasan pacunya berada tepat di belakang Maho Beach, sehingga pesawat yang hendak mendarat harus terbang sangat rendah di atas kepala wisatawan.

Hal ini membuat bandara ini terkenal di media sosial dan menjadi lokasi favorit bagi fotografer pesawat.

*Kondisi berbahaya bandara ini*:

•jet blast dari mesin pesawat sangat kuat

wisatawan yang berdiri terlalu dekat bisa terdorong angin mesin pesawat



*Mengapa Bandara-Bandara Ini Dibangun di Lokasi Sulit?*

Banyak bandara ekstrem dibangun di lokasi yang menantang karena beberapa alasan:

•kondisi geografis seperti pulau kecil atau pegunungan

•keterbatasan lahan datar

•kebutuhan akses transportasi ke daerah terpencil



Walaupun terlihat berbahaya, bandara-bandara ini tetap beroperasi dengan standar keselamatan penerbangan yang ketat.

Bandara seperti Lukla di Nepal, Paro di Bhutan, Madeira di Portugal, dan Princess Juliana di Karibia menunjukkan bagaimana teknologi penerbangan mampu beradaptasi dengan kondisi alam yang ekstrem.

Meskipun tampak menegangkan, bandara-bandara ini menjadi contoh kemampuan manusia dalam membangun infrastruktur di lingkungan yang sulit.