Aseroe rubra, Jamur Bintang Laut Berbau Busuk yang Bentuknya Mirip Makhluk Laut
Laila - Friday, 05 June 2026 | 02:02 PM


Aseroe rubra, Jamur Bintang Laut yang Menarik Perhatian dengan Bau Busuknya
Dunia jamur menyimpan banyak spesies dengan bentuk yang tidak biasa, dan salah satu yang paling mencolok adalah Aseroe rubra. Jamur ini dikenal dengan berbagai nama umum seperti jamur anemon stinkhorn, jamur anemon laut, atau jamur bintang laut karena bentuknya yang menyerupai hewan laut berumbai tentakel.
Saat masih muda, Aseroe rubra muncul dari struktur berbentuk telur yang sebagian tertanam di tanah. Ketika matang, tubuh buahnya berkembang menjadi batang putih berongga yang menopang sejumlah lengan memanjang berwarna merah terang hingga jingga.
Batang jamur ini umumnya memiliki tinggi sekitar 7 hingga 10 sentimeter. Di bagian atasnya terdapat antara lima hingga sepuluh lengan yang membentang keluar menyerupai tentakel anemon laut atau lengan bintang laut. Penampilannya yang eksotis membuat jamur ini mudah dikenali dibandingkan spesies jamur lainnya.
Aseroe rubra termasuk dalam famili Phallaceae, meskipun beberapa ahli mikologi mengelompokkannya ke dalam famili Clathraceae berdasarkan karakteristik tertentu. Perbedaan pendapat ini menunjukkan bahwa klasifikasi jamur masih terus dipelajari oleh para ilmuwan.
Salah satu ciri paling khas dari Aseroe rubra adalah adanya lendir berwarna gelap pada bagian tengah tubuh buahnya. Lendir ini mengandung spora yang diperlukan untuk proses reproduksi jamur.
Berbeda dengan banyak jamur lain yang mengandalkan angin untuk menyebarkan spora, Aseroe rubra menggunakan strategi yang cukup unik. Jamur ini menghasilkan aroma menyengat yang menyerupai bau daging membusuk atau bangkai. Bau tersebut menarik perhatian lalat dan berbagai serangga pemakan bangkai.
Ketika serangga hinggap pada lendir yang mengandung spora, sebagian spora akan menempel pada tubuh mereka. Saat serangga berpindah ke lokasi lain, spora ikut terbawa dan tersebar ke lingkungan baru. Dengan cara inilah Aseroe rubra memperluas wilayah pertumbuhannya.
Warna merah menyala yang dimiliki jamur ini juga berfungsi sebagai sinyal visual yang membantu menarik perhatian serangga dari kejauhan. Kombinasi warna mencolok dan aroma busuk menjadikan Aseroe rubra sangat efektif dalam menjalankan strategi reproduksinya.
Mengenai tingkat keamanannya, jamur ini umumnya tidak dikonsumsi manusia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Aseroe rubra berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan jika dimakan, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi tanpa identifikasi dan penelitian yang jelas. Karena itu, jamur ini lebih dikenal sebagai objek pengamatan alam dibandingkan sebagai bahan pangan.
Dengan bentuk menyerupai makhluk laut, warna yang mencolok, dan aroma yang tidak biasa, Aseroe rubra menjadi salah satu contoh paling menarik dari keragaman dunia fungi yang penuh kejutan.
Next News

Kajian tentang Faktor Internal dan Eksternal yang Memengaruhi Daya Tahan Tubuh
17 hours ago

Mengapa Telur Rebus Adalah Penyelamat di Dunia Kuliner
5 hours ago

Sering Sakit Bukan Hal Normal, Cari Tahu Penyebabnya
17 hours ago

Kacang Tanah: Si Kecil yang Kaya Manfaat untuk Jantung, Otak, dan Tubuh
5 hours ago

Pengaruh Imunisasi terhadap Penurunan Angka Kesakitan pada Anak
17 hours ago

Pentingnya Imunisasi untuk Melindungi Kesehatan Anak
20 hours ago

Selain Bikin Harum, Menambahkan Kayu Manis ke Kopi Ternyata Punya Beragam Manfaat Kesehatan
6 hours ago

Kecoak: Musuh Publik Nomor Satu dan Alasan Mengapa Banyak Orang Takut Setengah Mati
6 hours ago

Mengapa Kucing Sangat Disukai? Fakta Menarik tentang Hubungan Kucing dan Manusia
6 hours ago

Jangan Siksa Ginjalmu dengan Gula dan Kafein Berlebih
6 hours ago





