Apakah Skip Sarapan Benar Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Fakta Medisnya
RAU - Sunday, 19 April 2026 | 09:36 AM


Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul saat diet adalah:
*apakah skip sarapan bisa menurunkan berat badan?*
Jawabannya: *bisa, tapi tidak otomatis*
Melewatkan sarapan memang dapat mengurangi asupan kalori dari satu waktu makan.
Secara teori, jika total kalori yang masuk dalam sehari menjadi lebih sedikit daripada yang dibakar tubuh, berat badan bisa turun.
Namun, bukan berarti skip sarapan selalu menjadi cara terbaik.
Penelitian dari The BMJ yang meninjau sejumlah uji klinis menemukan bahwa tidak ada bukti kuat bahwa skip sarapan secara otomatis membantu menurunkan berat badan.
Artinya, _yang lebih penting bukan waktu makannya, tetapi jumlah kalori total dan kualitas makanan sepanjang hari._
*Bisa Turun, Tapi Ada Syaratnya*
Jika skip sarapan membuat kamu makan lebih sedikit sepanjang hari, tentu berat badan bisa turun.
Misalnya:
biasanya sarapan 400 kalori, kemudian memutuskan tidak sarapan dan makan siang dan malam tetap terkontrol,
Maka defisit kalori akan terjadi.
Namun pada banyak orang, kondisi yang terjadi justru sebaliknya.
Karena terlalu lapar akibat tidak sarapan, saat makan siang atau malam jadi malah jadi
makan lebih banyak dan ngemil berlebihan.
Atau malah jadi craving makanan manis,
makan larut malam.
Kalau ini terjadi, total kalori bisa malah lebih tinggi.
*Tidak Cocok untuk Semua Orang*
Skip sarapan tidak cocok untuk semua orang.
Sebagian orang justru merasa:
lemas,sulit fokus,sakit kepala,cepat marah, dan
gemetar karena lapar.
Terutama bagi yang memiliki masalah gula darah, maag, atau aktivitas pagi yang padat.
Pada kondisi tertentu, melewatkan sarapan juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih tinggi saat makan siang.
Ini penting terutama bagi orang dengan pradiabetes atau diabetes.
*Bagaimana dengan Intermittent Fasting?*
Nah, ini beda konteks.
Banyak orang skip sarapan sebagai bagian dari intermittent fasting, misalnya pola 16:8.
Dalam metode ini, waktu makan dibatasi hanya 8 jam, misalnya dari jam 12 siang sampai 8 malam.
Beberapa studi menunjukkan pola ini dapat membantu penurunan berat badan pada sebagian orang karena membantu menciptakan defisit kalori.
Namun tetap, hasilnya bergantung pada apa yang dimakan saat jendela makan.
Kalau tetap makan berlebihan, berat badan belum tentu turun.
*Jadi, Mana yang Lebih Baik?*
Kalau tujuanmu menurunkan berat badan, fokus utama adalah:
•total kalori harian
•cukup protein
•serat tinggi
•mengurangi makanan ultra-proses
•pola makan yang konsisten
Bukan semata-mata harus sarapan atau skip sarapan.
Kalau kamu tidak lapar di pagi hari, skip sarapan bisa saja.
Namun jika justru membuat kamu lapar berlebihan di malam hari, sarapan sehat mungkin lebih membantu.
*Pendapat Ahli*
Menurut Harvard Health, tidak ada dasar ilmiah kuat bahwa tidak sarapan "menghidupkan metabolisme" atau bahwa sarapan otomatis membuat berat badan naik.
Yang lebih menentukan adalah keseluruhan pola makan dan gaya hidup.
Next News

Tiba-Tiba Harga RAM Naik? Ini Alasan Sebenarnya di Balik Lonjakan Harga Memori
13 hours ago

Apa Syarat Sebuah Negara Disebut Maju? Ini Indikator Resmi yang Dipakai Dunia
13 hours ago

Belajar Bahasa Jepang dari Nol: Panduan Dasar untuk Pemula agar Cepat Paham dan Tidak Mudah Menyerah
13 hours ago

Kenapa Minyak Tanah Makin Sulit Ditemukan? Ini Penjelasan Sebenarnya di Balik Distribusinya
13 hours ago

Ini Dia Negara dengan Jumlah Turis Terbanyak di Dunia
13 hours ago

Dijaga Ketat dan Tak Bisa Sembarangan Masuk: 7 Tempat di Dunia yang Dilarang Dikunjungi Publik
13 hours ago

NASA Berhenti Mengeksplorasi Laut? Ini Fakta Sebenarnya yang Jarang Dibahas
13 hours ago

Udang Mantis: Si Kecil Paling "Berbahaya" di Lautan, Pukulannya Lebih Cepat dari Kedipan Mata
13 hours ago

Benarkah Tidur Siang Bisa Bikin Gemuk? Ini Faktanya
13 hours ago

Jam Tidur Ideal Menurut Usia, Berapa Lama Tubuh Sebenarnya Butuh Istirahat?
13 hours ago





