Jumat, 27 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Apakah Orang Optimis Lebih Panjang Umur?

RAU - Thursday, 26 February 2026 | 06:10 AM

Background
Apakah Orang Optimis Lebih Panjang Umur?

Optimisme didefinisikan sebagai kecenderungan melihat masa depan secara positif dan percaya bahwa hal baik lebih mungkin terjadi dibanding hal buruk. Dalam psikologi kesehatan, sikap ini bukan hanya soal suasana hati, melainkan pola pikir yang konsisten.

Salah satu penelitian besar yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (2019) menganalisis lebih dari 70.000 partisipan selama puluhan tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan tingkat optimisme tertinggi memiliki kemungkinan hidup 11–15% lebih lama dan peluang lebih besar mencapai usia 85 tahun.

Peneliti utama dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr. Laura Kubzansky, menjelaskan bahwa optimisme berhubungan dengan kebiasaan hidup yang lebih sehat. Orang optimis cenderung:

Lebih aktif secara fisik

Tidak mudah menyerah saat sakit



Lebih jarang merokok

Memiliki kualitas tidur lebih baik

Namun bukan hanya faktor gaya hidup.

Secara biologis, optimisme berkaitan dengan kadar hormon stres yang lebih stabil. Saat seseorang mengalami stres kronis, tubuh menghasilkan kortisol berlebihan yang dapat meningkatkan inflamasi dan risiko penyakit jantung. Individu yang optimis cenderung memiliki respons stres yang lebih terkendali.

Penelitian lain dalam jurnal JAMA Network Open (2020) juga menemukan bahwa optimisme berhubungan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.



Menurut Dr. Kubzansky, optimisme bukan sifat bawaan yang tidak bisa diubah. Ia dapat dilatih melalui:

Latihan gratitude (bersyukur)

Reframing pikiran negatif

Dukungan sosial yang sehat

Spiritualitas



Menariknya, optimisme bukan berarti menolak kenyataan atau pura-pura bahagia. Ini adalah kemampuan melihat harapan tanpa mengabaikan realitas.

Bagi keluarga, terutama orang tua, lingkungan yang penuh harapan dan komunikasi positif juga berpengaruh pada perkembangan mental anak. Anak yang tumbuh dalam suasana suportif cenderung memiliki regulasi emosi lebih baik di masa depan.

Jadi, apakah optimis membuat umur lebih panjang?

Data menunjukkan: ya, ada korelasinya.

Tentu saja, optimisme bukan jaminan hidup tanpa penyakit. Namun ia menjadi salah satu faktor protektif yang membantu tubuh dan pikiran bekerja lebih harmonis.