Apa yang Terjadi pada Rambut Saat Terlalu Sering Diikat?
Laila - Friday, 24 July 2026 | 12:35 PM


Mengikat rambut merupakan kebiasaan yang sering dilakukan untuk berbagai alasan, mulai dari kenyamanan saat beraktivitas hingga menjaga rambut agar tetap terlihat rapi. Namun, jika rambut terlalu sering diikat, terutama dengan ikatan yang sangat kencang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan rambut dan kulit kepala.
Salah satu dampak yang paling umum adalah rambut menjadi lebih mudah patah. Ikatan yang terlalu kuat memberikan tekanan pada batang rambut, khususnya di bagian yang terus-menerus terkena karet atau aksesori rambut. Gesekan yang berulang juga dapat membuat lapisan luar rambut mengalami kerusakan sehingga rambut menjadi lebih rapuh.
Kebiasaan mengikat rambut dengan kuat setiap hari juga dapat memberikan tarikan terus-menerus pada akar rambut. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat menyebabkan kerontokan akibat tarikan yang dikenal sebagai traction alopecia. Pada tahap awal, kerontokan biasanya terlihat di area yang paling sering mendapat tekanan, seperti garis rambut di sekitar dahi dan pelipis.
Selain itu, rambut yang selalu diikat pada posisi yang sama dapat mengalami tekanan berulang di bagian tertentu. Hal ini membuat area tersebut lebih rentan mengalami kerusakan dibandingkan bagian rambut lainnya. Penggunaan karet rambut yang kasar atau memiliki sambungan keras juga dapat meningkatkan risiko rambut tersangkut dan patah.
Mengikat rambut ketika masih basah juga sebaiknya dihindari. Rambut dalam kondisi basah cenderung lebih rentan mengalami kerusakan karena lebih mudah meregang dan patah. Jika rambut harus diikat, sebaiknya tunggu hingga cukup kering dan gunakan ikatan yang tidak terlalu ketat.
Bukan berarti rambut tidak boleh diikat sama sekali. Yang perlu diperhatikan adalah seberapa sering dan seberapa kuat rambut diikat. Mengubah posisi ikatan secara berkala, memilih aksesori yang lebih lembut, serta memberikan waktu bagi rambut untuk terurai dapat membantu mengurangi tekanan pada rambut dan kulit kepala.
Jika rambut mulai sering patah atau mengalami kerontokan yang semakin parah, kebiasaan mengikat rambut sebaiknya dikurangi. Kerontokan yang terus berlangsung atau disertai penipisan rambut yang jelas juga sebaiknya diperiksakan kepada dokter kulit untuk mengetahui penyebabnya.
Dengan perawatan yang tepat, mengikat rambut tetap bisa dilakukan tanpa memberikan tekanan berlebihan. Kuncinya adalah menghindari ikatan yang terlalu kencang dan memberikan kesempatan bagi rambut serta kulit kepala untuk beristirahat.
Next News

Kupu-Kupu, Si Cantik Bersayap yang Diam-Diam Menjaga Ketahanan Pangan Manusia
4 hours ago

Mengenal Penyu, Penjelajah Samudra yang Terancam Punah dan Perlu Dilestarikan
5 hours ago

Mengenal Gajah, Mamalia Darat Terbesar yang Cerdas dan Berperan Penting bagi Ekosistem
5 hours ago

Daun Mint, Tanaman Herbal yang Menyegarkan dan Kaya Manfaat bagi Kesehatan
5 hours ago

Daun Pandan, Tanaman Aromatik dengan Segudang Manfaat untuk Masakan dan Kesehatan
6 hours ago

Menu Masak Praktis ala Anak Kos, Hemat, Bergizi, dan Mudah Dibuat
6 hours ago

Jangan Anggap Sepele, Dehidrasi Bisa Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Sehari-hari
6 hours ago

Makan Terlalu Cepat Bisa Membahayakan Kesehatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh
6 hours ago

Seni Menemukan Rumah di Tengah Hustle Culture: Pentingnya Quality Time Bersama Keluarga
6 hours ago

7 Agustus 1945: Pembentukan PPKI, Langkah Penting Menuju Kemerdekaan Indonesia
21 hours ago





