Apa Penyebab Mood Mudah Berubah?
Liaa - Thursday, 02 July 2026 | 11:55 AM


Kenapa Sih Mood Kita Suka Naik Turun Kayak Roller Coaster di Dufan?
Pernah nggak sih kamu bangun pagi dengan perasaan super segar, merasa dunia milik sendiri, dan siap menaklukkan hari? Tapi, begitu sampai di kantor atau kampus, hanya gara-gara lihat tumpukan cucian piring yang belum dicuci atau dapet chat singkat "P" dari bos, tiba-tiba perasaanmu langsung anjlok ke dasar bumi. Rasanya pengen marah, sedih, sekaligus pengen resign dari kehidupan saat itu juga.
Kalau kamu sering ngerasain hal ini, tenang, kamu nggak sendirian. Fenomena "mood swing" atau perubahan suasana hati yang mendadak ini emang sering banget dianggap sebagai drama doang sama orang sekitar. "Ah, kamu mah baperan!" atau "Lagi dapet ya?" sering jadi kalimat pamungkas yang makin bikin kesel. Padahal, urusan hati yang naik turun kayak harga saham ini ada penjelasan logisnya, lho. Bukan cuma soal baper atau kurang ibadah.
Hormon: Si Sutradara di Balik Layar
Mari kita mulai dengan tersangka utama: Hormon. Buat para perempuan, ini udah jadi makanan bulanan. Menjelang menstruasi, hormon estrogen dan progesteron itu lagi sibuk-sibuknya main jungkat-jungkit. Efeknya? Ya itu tadi, PMS. Bisa tiba-tiba nangis cuma gara-gara iklan sirup di TV, atau marah besar karena pacar salah beli rasa seblak.
Tapi eh, jangan salah. Laki-laki juga punya fluktuasi hormon, meskipun nggak seekstrim siklus bulanan perempuan. Ada yang namanya Irritable Male Syndrome (IMS) yang dipicu sama naik turunnya kadar testosteron. Jadi, kalau tiba-tiba temen cowokmu jadi lebih sensitif atau gampang tersinggung, mungkin dia lagi nggak dalam kondisi "alpha" nya. Intinya, hormon itu kayak sutradara film; kalau dia lagi pengen genrenya horor, ya suasana hati kita bakal mencekam seharian.
Kurang Tidur Itu Benar-Benar Racun
Kita hidup di zaman di mana begadang dianggap sebagai produktivitas, padahal aslinya itu investasi buruk buat kesehatan mental. Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali kamu tidur 8 jam tanpa gangguan? Seringkali kita ngerasa "oke-oke aja" habis begadang maraton drakor atau push rank, tapi otak kita nggak sependapat.
Kurang tidur bikin amigdala—bagian otak yang ngurusin emosi—jadi lebih reaktif. Jadi, hal-hal kecil yang biasanya bisa kamu maklumi, pas lagi kurang tidur bakal terasa kayak serangan personal. Kalau kamu kurang tidur, kamu itu ibarat bom waktu yang sumbunya pendek banget. Senggol bacok, istilahnya. Jadi sebelum nyalahin takdir kenapa hidup kamu sedih terus, coba cek dulu: tadi malam tidurnya cukup nggak?
Fenomena 'Hangry' dan Perut yang Rewel
Ada istilah populer namanya hangry (hungry + angry). Ini nyata banget, lho. Otak kita butuh glukosa buat berfungsi dengan baik. Begitu kadar gula darah turun karena kamu telat makan atau cuma makan gorengan seharian, otak bakal ngasih sinyal panik. Akhirnya, kamu jadi gampang marah dan susah konsentrasi.
Hubungan antara usus dan otak (gut-brain axis) itu lebih kuat dari yang kita kira. Kalau pencernaan lagi nggak bener karena pola makan berantakan, biasanya mood juga bakal ikut berantakan. Jadi, kalau ngerasa tiba-tiba bete tanpa alasan, coba minum air putih dulu atau makan camilan sehat. Siapa tahu itu cuma perut kamu yang lagi protes, bukan hatimu yang lagi hampa.
Tekanan Sosial Media dan Standar Hidup yang 'Wanjay'
Nah, ini faktor eksternal yang paling jahat di era sekarang. Kita tiap hari terpapar sama kehidupan orang lain yang kelihatannya sempurna banget di Instagram atau TikTok. Lihat temen seangkatan udah beli rumah, sementara kita masih mikir besok makan apa, itu bisa bikin mood langsung drop se-drop-dropnya.
Perbandingan sosial ini sering terjadi di bawah sadar. Kita ngerasa gagal, ngerasa tertinggal, dan akhirnya emosi jadi nggak stabil. Belum lagi tekanan buat selalu kelihatan bahagia di medsos. Capek, kan? Memaksakan diri buat selalu terlihat "aesthetic" padahal aslinya lagi sumpek itu bikin mental cepat lelah. Ujung-ujungnya, pas sendirian, semua emosi yang dipendam itu meledak jadi perubahan mood yang drastis.
Kapan Harus Waspada?
Meskipun mood swing itu normal bagi manusia, kita juga harus jujur sama diri sendiri. Kalau perubahan mood ini sudah sampai mengganggu fungsi hidup—misalnya sampai nggak bisa kerja, nggak mau bersosialisasi berminggu-minggu, atau ada pikiran-pikiran buat menyakiti diri—mungkin ini bukan sekadar capek biasa.
Ada kondisi medis seperti Gangguan Bipolar, ADHD, atau Depresi Klinis yang memang gejalanya adalah ketidakstabilan emosi yang ekstrem. Kalau sudah di tahap ini, curhat ke temen atau sekadar healing ke Bali pun mungkin nggak akan cukup. Perlu bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater buat benerin kabel-kabel di kepala yang mungkin lagi konslet.
Gimana Cara Ngatasinnya?
Nggak ada obat ajaib buat bikin kita bahagia terus 24 jam. Lagian, jadi orang yang bahagia terus malah aneh nggak sih? Kuncinya adalah kesadaran diri alias self-awareness. Coba deh mulai dengerin tubuh sendiri. Kalau lagi bete, tanya ke diri sendiri: "Gue laper nggak? Gue kurang tidur nggak? Atau gue kebanyakan main sosmed?"
Belajar buat memvalidasi perasaan sendiri juga penting. Nggak apa-apa kok kalau hari ini ngerasa sedih. Nggak apa-apa kalau hari ini nggak produktif. Jangan terlalu keras sama diri sendiri. Hidup ini emang berat, tapi nggak bakal jadi lebih ringan kalau kita terus-terusan ngerasa bersalah atas emosi yang kita rasain.
Kesimpulannya, mood swing itu wajar. Kita bukan robot yang diprogram buat flat terus. Ada kalanya kita di atas, ada kalanya kita di bawah. Yang penting, jangan sampai kita jadi tawanan dari emosi kita sendiri. Tarik napas, minum kopi (jangan kebanyakan juga sih), dan inget kalau besok matahari masih bakal terbit lagi. Semangat, ya!
Next News

Mengapa Ventilasi Rumah Sangat Penting?
in 7 hours

Mengapa Membersihkan Kamar Membuat Pikiran Lebih Tenang?
in 7 hours

Mengapa Daerah Pantai Lebih Panas?
in 7 hours

Mengapa Hutan Disebut Paru-Paru Dunia?
in 7 hours

Bagaimana Awan Bisa Berubah Bentuk? Cek Penjelasan Lengkapnya
in 7 hours

Makanan Fermentasi dan Manfaatnya bagi Pencernaan
in 6 hours

Bagaimana Embun Terbentuk pada Pagi Hari?
in 6 hours

Makanan yang Baik untuk Menjaga Massa Otot
in 6 hours

Bagaimana Pelangi Bisa Muncul Setelah Hujan?
in 6 hours

Minuman yang Cocok Dikonsumsi Sebelum Tidur
in 6 hours





