Rabu, 15 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

5 Tanda Awal Demensia pada Lansia yang Sering Diabaikan, Jangan Anggap Sepele

Liaa - Wednesday, 08 April 2026 | 09:30 AM

Background
5 Tanda Awal Demensia pada Lansia yang Sering Diabaikan, Jangan Anggap Sepele

Penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir kerap dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, tidak semua perubahan tersebut bisa dianggap wajar.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda awal Demensia, yaitu gangguan yang memengaruhi memori, pola pikir, hingga aktivitas sehari-hari.

Menurut Gregory Day dari Mayo Clinic, demensia ditandai dengan perubahan memori dan cara berpikir yang cukup berat hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Risiko Demensia pada Usia Lanjut

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 42 persen orang dewasa di atas usia 55 tahun memiliki risiko mengalami demensia sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

5 Tanda Demensia yang Sering Diabaikan

1. Mudah Lupa yang Tidak Wajar

Lupa sesekali masih tergolong normal. Namun, jika seseorang sering melupakan percakapan yang baru terjadi atau terus mengulang pertanyaan yang sama, hal ini perlu diwaspadai.



Menurut Stephanie Nothelle, tanda awal bisa berupa lupa terhadap aktivitas yang baru dilakukan beberapa jam sebelumnya.

2. Sulit Merencanakan atau Mengatur Tugas

Demensia juga memengaruhi kemampuan berpikir terstruktur. Aktivitas seperti mengatur jadwal, merencanakan acara, atau mengelola keuangan bisa menjadi sangat membingungkan.

Jika perubahan ini terjadi secara tiba-tiba, kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan kognitif.

3. Perubahan Emosi dan Kepribadian

Perubahan perilaku yang drastis, seperti menjadi mudah marah, cemas, atau menarik diri dari lingkungan sosial, juga bisa menjadi tanda awal demensia.

Perubahan ini sering disalahartikan sebagai perubahan suasana hati biasa, padahal berkaitan dengan fungsi otak.



4. Kesulitan Menemukan Kata

Kesulitan berbicara atau menemukan kata yang tepat bisa menjadi gejala lain. Jika hal ini terjadi terus-menerus hingga mengganggu komunikasi, maka perlu diperiksakan lebih lanjut.

Penderita bisa berhenti di tengah kalimat atau mengganti kata sederhana dengan penjelasan panjang karena lupa istilahnya.

5. Rentan Terhadap Penipuan Finansial

Lansia dengan gangguan kognitif lebih mudah menjadi korban penipuan. Mereka bisa kesulitan menilai situasi atau mengambil keputusan finansial yang tepat.

Menurut Jori Fleisher, kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Cara Memperlambat Perkembangan Demensia

Meskipun belum ada obat untuk menyembuhkan demensia, perubahan gaya hidup dapat membantu memperlambat perkembangannya. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:



  • Rutin memeriksa tekanan darah, gula, dan kolesterol
  • Tidur yang cukup dan berkualitas
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Tetap aktif bersosialisasi

Langkah sederhana seperti berjalan kaki secara rutin sudah dapat memberikan manfaat bagi kesehatan otak.

Demensia bukan sekadar bagian dari proses penuaan yang normal. Mengenali tanda-tanda awalnya sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Dengan deteksi dini dan gaya hidup sehat, penderita tetap dapat menjalani hidup yang berkualitas dan bermakna.