13 April: Hari Kesadaran FND, Gangguan Saraf yang Sering Disalahpahami
Liaa - Monday, 13 April 2026 | 01:00 PM


Tanggal 13 April bukan hanya sekadar hari biasa. Di balik tanggal ini, ada sebuah peringatan penting yang mungkin masih terdengar asing bagi banyak orang, yaitu FND Awareness Day.
Hari ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran tentang sebuah kondisi yang sering tidak terlihat secara fisik, tetapi berdampak nyata dalam kehidupan penderitanya, Functional Neurological Disorder atau FND.
Apa Itu FND?
FND ( Functional Neurological Disorder) adalah gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi cara otak mengirim dan menerima sinyal ke tubuh.
Secara sederhana, bisa dibayangkan seperti ini:
•otak = pusat kontrol
•tubuh = sistem yang menjalankan perintah.
Pada kondisi normal, keduanya bekerja selaras.
Namun pada FND, terjadi gangguan komunikasi seperti "sinyal yang tidak sampai dengan benar".
Yang menarik, kondisi ini bukan karena kerusakan struktur otak, seperti pada stroke atau tumor.
Artinya, secara pemeriksaan seperti MRI atau CT scan, hasilnya bisa terlihat normal.
Namun, gejala yang dirasakan pasien tetap nyata dan bisa cukup berat.
Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, FND termasuk gangguan fungsi neurologis, bukan kerusakan fisik pada jaringan otak.
Gejala yang Bisa Muncul
FND memiliki gejala yang cukup beragam, bahkan sering menyerupai penyakit saraf lain.
Beberapa di antaranya:
•kelemahan atau kelumpuhan pada bagian tubuh
•tremor atau gerakan tidak terkendali
•kesulitan berjalan
•gangguan bicara
•kejang (namun bukan epilepsi)
•gangguan keseimbangan
•sensasi mati rasa
Gejala ini bisa muncul tiba-tiba dan bervariasi dari ringan hingga berat.
Karena kemiripannya dengan penyakit lain, FND sering kali sulit dikenali pada awalnya.
Kenapa FND Sering Disalahpahami?
Salah satu tantangan terbesar dari FND adalah stigma.
Karena hasil pemeriksaan medis sering terlihat normal, beberapa orang menganggap:
"ini cuma pikiran saja"
"tidak ada penyakitnya"
atau bahkan dianggap dibuat-buat.
Padahal, itu tidak benar.
FND adalah kondisi medis yang nyata dan diakui secara ilmiah.
Menurut Mayo Clinic, FND bukan kondisi yang disengaja, melainkan gangguan pada fungsi sistem saraf.
Apa Penyebabnya?
Penyebab FND belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa faktor yang sering dikaitkan antara lain:
•stres berat atau berkepanjangan
•trauma emosional
•gangguan kecemasan
•kelelahan mental
•pengalaman fisik tertentu (misalnya cedera sebelumnya).
Yang perlu dipahami, tidak semua pasien memiliki riwayat psikologis yang jelas.
Artinya, FND tidak bisa disederhanakan hanya sebagai "masalah mental".
Bagaimana Penanganannya?
FND bisa membaik dengan penanganan yang tepat.
Pendekatannya biasanya melibatkan beberapa aspek:
1.Penanganan Medis
Dokter saraf berperan dalam diagnosis dan pemantauan kondisi.
2.Terapi Psikologis
Untuk membantu mengelola stres, kecemasan, atau faktor emosional.
3.Fisioterapi
Membantu memulihkan fungsi gerakan tubuh.
Pendekatan ini dilakukan secara terpadu, karena FND melibatkan hubungan antara otak dan tubuh.
Kenapa Hari Kesadaran FND Penting?
Peringatan FND Awareness Day setiap 13 April memiliki tujuan penting:
•meningkatkan pemahaman masyarakat
•mengurangi stigma terhadap pasien
•mendorong diagnosis yang lebih cepat dan tepat
•meningkatkan penelitian tentang FND
Karena tanpa pemahaman yang cukup, banyak pasien yang:
tidak mendapatkan penanganan yang tepat
merasa tidak dipercaya, sehingga
mengalami tekanan psikologis tambahan.
Realita yang Sering Terjadi
Banyak penderita FND mengalami perjalanan panjang sebelum mendapatkan diagnosis yang tepat.
Mereka bisa berpindah dari satu dokter ke dokter lain, menjalani berbagai pemeriksaan, tetapi tetap belum mendapatkan jawaban yang jelas.
Di sinilah pentingnya edukasi, baik untuk masyarakat maupun tenaga medis.
Melalui peringatan setiap 13 April, masyarakat diajak untuk lebih memahami bahwa tidak semua penyakit bisa terlihat dari hasil pemeriksaan, tetapi tetap berdampak besar pada kehidupan seseorang.
Dengan meningkatnya kesadaran, diharapkan penderita FND bisa mendapatkan dukungan, pengertian, dan penanganan yang lebih baik.
Next News

Suka Minum Teh Setelah Makan? Ini Efeknya pada Tubuh
in 6 hours

Kaki Sering Kram Saat Tidur Malam? Ini Sebabnya
in 5 hours

Sering Menahan Buang Air Kecil? Ini Risikonya
8 hours ago

Jangan Terburu-buru, Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Bisa Ganggu Lambung
in 3 hours

Nyeri Berdenyut di Satu Sisi Kepala? Waspada Migrain
10 hours ago

Bukan di Luar Angkasa, Inilah Wilayah Paling Misterius di Bumi
in 2 hours

Jenius yang Meninggal Terlalu Muda: Warisan Ramanujan Masih Mengubah Dunia hingga Kini
in 2 hours

Hidung Baru Ria Ricis: Antara Urusan Napas dan Estetika yang Nggak Perlu Ditutup-tutupi
in 2 hours

Jelang Menikah, Syifa Hadju Ungkap Awal Kisah Cintanya dengan El Rumi
in 2 hours

Alasan Kamu Susah Fokus dan Cara Mengatasinya
in an hour





