Streaming Online

Ular Modern Berevolusi Usai Tubrukan Asteroid yang Musnahkan Dinosaurus

lustrasi ular kobra Jawa atau Javan spitting cobra (Naja sputatrix) banyak dijumpai di permukiman di Jakarta dan sekitarnya. Ular berbisa, taring ular. (SHUTTERSTOCK/Kurit afshen)

Sebuah studi baru menemukan kalau kehidupan ular justru semakin jaya usai dinosaurus musnah di akhir Zaman Kapur. Menurut studi itu, setelah dinosaurus menghilang dari muka Bumi, ular modern mendapatkan kesempatan untuk berevolusi.

Hal ini kemudian memungkinkan ular modern untuk melakukan diversifikasi ke ceruk baru yang sebelumnya diisi oleh pesaing mereka.

Mengutip Phys, Rabu (15/9/2021) studi yang dipimpin para ilmuwan di University of Bath ini menggunakan fosil dan menganalisis perbedaan genetik antara ular modern untuk merekonstruksi evolusi ular.

Dari hasil penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications tersebut kemudian menunjukkan kalau hanya segelintir ular saja yang selamat dari dampak tubrukan asteroid 66 juta tahun lalu.

Peneliti kemudian berpendapat bahwa kemampuan ular untuk berlindung di bawah tanah tanpa makanan membantu mereka bertahan dari efek destruktif dampak tubrukan.

Musnahnya dinosaurus memberikan kesempatan ular modern berevolusi, yang memungkinkan ular pindah ke habitat baru dan benua baru.

Ular juga mulai melakukan diversifikasi dan menghasilkan garis keturunan seperti ular berbisa, sanca, boa, untuk mengekploitasi habitat serta mangsa baru.

Sehingga bisa dikatakan jika keanekaragaman ular modern, termasuk ular pohon, ular laut, ular berbisa dan ular kobra, serta ular boa dan ular piton itu baru muncul setelah dinosaurus punah.

Selain itu, peneliti juga menemukan adanya perubahan bentuk tulang belakang ular akibat punahnya garis keturunan Kapur dan munculnya kelompok baru.

“Ini luar biasa, karena mereka tidak hanya bertahan dari kepunahan yang memusnahkan begitu banyak hewan lain, tetapi dalam beberapa juta tahun mereka berinovasi, menggunakan habitat mereka dengan cara baru,” kata penulis utama Dr. Catherine Klein, yang sekarang bekerja di Friedrich-Alexander-Universität Erlangen-Nürnberg (FAU) di Jerman.

Studi ini juga menunjukkan bahwa ular mulai menyebar ke seluruh dunia setelah kepunahan dengan rute pertamanya adalah menuju ke Asia. Sebelumnya nenek moyang ular diketahui tinggal di suatu tempat di belahan bumi selatan. “Penelitian ini menunjukkan kepunahan 66 juta tahun lalu bertindak sebagai bentuk ‘penghancuran kreatif’.

Di mana peristiwa yang menghancurkaan dinosaurus memungkinkan spesies lain selamat untuk mengeksploitasi habitat baru,” kata Dr Nick Longrich, dari Milner Center for Evolution di University of Bath.

“Penghancuran keanekaragaman hayati memberi ruang bagi hal-hal baru untuk muncul dan menjajah daratan baru. Pada akhirnya kehidupan menjadi lebih beragam dari sebelumnya. Ini merupakan ciri umum evolusi,” jelas Longrich menjelaskan ular modern berevolusi setelah dinosaurus musnah.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *