Streaming Online

Tidak Hanya Kiamat Internet, Ini 4 Dampak Badai Matahari Ekstrem

Ilustrasi badai matahari yang ekstrem disebut dapat memengaruhi jaringan internet di Bumi. Badai matahari ini bahkan dapat menyebabkan kiamat internet.(SHUTTERSTOCK/Lia Koltyrina)

Para peneliti menyebutkan, jika badai Matahari ekstrem terjadi, maka dampaknya tidak hanya kiamat internet, tetapi banyak lagi yang lainnya. Dampak kiamat internet akibat badai Matahari ekstrem ini sempat disinggung oleh Sanggetha Abdu Jyothi, asisten profesor di University of California, Irvine, dalam hasil penelitian yang bertajuk “Solar Superstorms: Planning for an Internet Apocalypse”.

Efek kiamat internet yang dimaksudkan adalah, jaringan internet akan mati hingga berbulan-bulan lamanya di sejumlah negara di dunia.

Fenomena badai Matahari adalah lonjakan pelepasan energi Matahari melalui titik-titik tertentu akibat terjadinya gangguan magnetik seiring tidak seragamnya kecepatan rotasi bagian-bagian permukaan Matahari dan antara permukaan dengan interior Matahari.

Ketidakseragaman ini yang kemudian memicu badai Matahari, menyebabkan garis-garis gaya magnetik Matahari bisa saling berbelit, terpuntir dan membentuk busur yang menjulur keluar dari fotosfer.

1. Kiamat Internet

Dalam penelitian tersebut, Jyothi mengatakan, bahwa infrastruktur yang ada masih belum siap menghadapi badai matahari dalam skala yang besar atau ekstrem. Dijelaskannya, matahari selalu mengirimkan partikel bermuatan magnet ke Bumi, atau yang dikenal sebagai solar wind, dalam jumlah dan kecepatan tertentu.

Solar wind mengalir keluar dari lapisan matahari yang bernama korona. Partikel ini terus dilepaskan dalam jumlah besar, mengikuti semburan matahari dan letusan lainnya. Solar wind adalah partikel bermuatan plasma terdiri dari campuran proton dan elektron (partikel magnet), ditambah beberapa elemen yang lebih berat. Partikel magnet yang dikirim dalam jumlah dan kecepatan yang wajar, dapat ditepis oleh lapisan terluar Bumi. 

Namun, dalam kurun waktu tertentu, solar wind bisa menjadi badai matahari yang besar. Hal inilah yang kemudian akan menyebabkan adanya gangguan geomagnetik di Bumi dan dapat berimbas pada infrastruktur jaringan internet. Dari berbagai infrastuktur jaringan internet yang ada, kabel bawah laut menjadi infrakstruktur yang paling terdampak bila badai ekstrem ini terjadi. Jika terjadi pemadaman internet skala besar yang berlangsung beberapa minggu atau beberapa bulan terakhir, itulah yang disebut kiamat internet.

Hal ini juga disampaikan oleh astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo kepada Kompas.com, Senin (13/9/2021). Marufin menjelaskan, sistem internet pada dasarnya ditulangpunggungi oleh dua faktor, yakni jaringan satelit telekomunikasi dan jaringan kabel laut.

Nah, jika badai Matahari ekstrem terjadi, maka hal ini akan mempengaruhi kedua faktor sistem internet tersebut. “Hantaman badai Matahari ekstrem akan merusak keduanya akibat arus llistrik induksi yang terjadi didalamnya,” ujarnya.

2. Kabel bawah laut rentan terdampak

Berkaitan dengan risiko dampak kiamat internet tersebut, badai matahari ekstrem akan sangat berpengaruh terhadap infrastrutuk kabel bawah laut yang menghubungkan antar negara bahkan antar benua. Sebab, infrastruktur kabel internet bawah laut ini dilengkapi dengan repeater, dengan jarak sekitar 30 hingga 90 mil (50 hingga 150 kilometer). Repeater inilah yang rentan terhadap arus geomagnetik, yang kemungkinan terjadi selama badai matahari ekstrem.

Menurut penelitian Jyothi, bila ada satu repeater pada kabel bawah laut yang terganggu, maka ini akan memengaruhi lalu lintas koneksi internet. Namun, menurut Jyothi, koneksi internet lokal dan regional sendiri cenderung berisiko rendah untuk terganggu. Karena biasanya, koneksi internetnya ditransmisikan melalui kabel serat optik yang tidak terpengaruh oleh arus yang diinduksi secar geomagnetik.

3. Komunikasi radio jarak jauh terganggu

Dalam penjelasan lanjutan Marufin, badai Matahari ini pancaran Sinar X dan plasma, sehingga mengganggu Bumi dalam dua tahap sekaligus tatkala mengarah ke Bumi.  Di tahap pertama, sinar X berlebih menyebabkan gangguan kuat di lapisan ionosfer.  “Sehingga komunikasi radio jarak jauh akan cukup terganggu,” kata dia.  Tahap ini terjadi hanya 8 menit pasca kilatan dan berlangsung hingga berjam-jam kemudian.  Tahap kedua lebih parah, terjadi dalam 24 – 48 jam pasca badai.

Ilustrasi matahari terbit(SHUTTERSTOCK/Valentin Valkov)

4. Terbentuknya aurora

Saat jutaan – ratusan juta ton plasma (partikel bermuatan listrik bersuhu tinggi) menerpa Bumi, magnetosfer Bumi akan memblokirnya agar tak memasuki Bumi.  Plasma-plasma ini dipaksa menyusuri garis-garis gaya magnetosfer hingga bisa dilepas kembali ke angkasa. 

Namun di bagian “ekor” magnetosfer, terbuka peluang rekombinasi, sehingga sebagian plasma justru akan menempuh lintasan ke kutub-kutub magnetik Bumi.  Bumi sendiri dapat menetralkan muatan listrik sebesar apapun yang dibawa oleh plasma-plasma badai matahari.  Namun, sebelum memasuki kutub-kutub magnetik Bumi, plasma tersebut akan bereaksi dengan atom Oksigen dan Nitrogen di atmosfer atas. Menghasilkan aurora. 


5. Rusaknya jaringan listrik

Di saat aurora terbentuk, aliran plasma menuju kutub2 magnetik Bumi pada dasarnya adalah aliran listrik jutaan ampere dengan medan magnetiknya sendiri. 

SUMBER : KOMPAS.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *