Streaming Online

Temuan Tulang Belulang Buktikan Manusia Sudah Bikin Baju 120.000 Tahun Lalu

Kapan tepatnya manusia mulai membuat pakaian? Tak banyak yang tahu soal ini. Namun sebuah studi baru dari temuan tulang belulang, tampaknya berhasil menunjukkan  titik terang sejak kapan manusia mulai memakai baju.

Dalam studinya peneliti merinci lebih dari 60 alat yang terbuat dari tulang, salah satunya dari gigi cetacea yang ditemukan di Gua Contrabandiers dekat Pantai Atlantik Maroko.

Temuan tulang belulang di Gua Contrabandiers, Maroko, menjadi bukti manusia sudah membuat pakaian atau baju sejak 120.000 tahun lalu.(Contrebandiers Project, 2009 via PHYS)

Dari analisis alat, peneliti menemukan kalau alat-alat tersebut merupakan bukti pembuatan pakaian paling awal dalam catatan arkeologi. Temuan ini juga sekaligus bukti budaya kompleks, serta pembuatan khusus di pan-Afrika.

Mengutip Phys, Jumat (17/9/2021) penemuan baju dan pengembangan alat-alat yang diperlukan untuk membuatnya sendiri merupakan tonggak sejarah umat manusia.

Tidak hanya menunjukkan langkah dalam evolusi budaya dan kognitif, para arkeolog juga percaya bahwa pakaian sangat penting dalam memungkinkan manusia purba untuk memperluas ceruk mereka dari Pleistosen Afrika ke lingkungan baru dengan tantangan ekologi baru.

Sayangnya bulu dan bahan organik lainnya yang digunakan untuk membuat pakaian tidak mungkin terawetkan dalam catatan arkeologi, asal-usul pakaian masih kurang dipahami.

Namun saat mempelajari temuan tulang belulang dari deposit Gua Contrabandiers yang berasal dari 120.000 hingga 90.000 tahun yang lalu, dari sekitar 12.000 fragmen tulang, peneliti menemukan lebih dari 60 tulang hewan yang telah dibentuk sebagai alat. Artinya, tulang belulang ini memberi bukti bahwa manusia sudah bikin baju 120.000 tahun lalu.

“Ini adalah periode waktu dan lokasi kritis bagi anggota awal spesies kita,” kata Emily Hallett, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi ini.

Ia mengidentifikasi pola bekas luka pada tulang karnivora yang menunjukkan bahwa, alih-alih mengolahnya untuk daging, penghuni Gua Contrabandiers menguliti mereka untuk diambil bulunya.

Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 120.000 tahun yang lalu, Homo sapiens mulai intensif menggunakan tulang untuk membuat alat dan memakainya untuk tugas-tugas tertentu, termasuk pengerjaan kulit dan bulu.

“Kombinasi tulang karnivora dan alat tulang yang kemungkinan digunakan untuk pemrosesan bulu memberikan bukti pembuatan pakaian paling awal,” ungkap Hallet.  

Peneliti juga menemukan ujung gigi dari paus atau lumba-lumba yang digunakan sebagai pengelupas.

Ini mengungkapkan pula penggunaan gigi mamalia laut paling awal yang didokumentasikan oleh manusia sekaligus satu-satunya mamalia laut yang terverifikasi yang tersisa dari Pleistosen Afrika Utara.

Selanjutnya, peneliti berharap bisa berkolaborasi dengan peneliti lain untuk mengidentifikasi pola menguliti dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang asal-asal serta penyebaran perilaku tersebut.

Studi temuan tulang belulang yang menjadi bukti penemuan pakaian atau baju yang pertama kali dikenakan manusia ini telah dipublikasikan di jurnal iScience.

sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *