Streaming Online

Mammoth Kelilingi Dunia Dua Kali Selama Hidupnya, Studi Jelaskan

Ilustrasi Woolly mammoths (Mammuthus primigenius) atau mammoth berbulu dalam landskap akhir Pleistocene, akhir zaman es di Spanyol utara. Mammoth purba.()

Mammoth merupakan salah satu penghuni paling terkenal di zaman es terakhir. Kendati kehidupan mereka masih misteri, studi baru ini mengungkap fakta baru tentang perjalanan keliling dunia yang dilakukan mammoth selama hidupnya. Kehidupan mereka, salah satunya pola pergerakan mammoth masih menjadi misteri.

Namun, dalam sebuah studi, peneliti berhasil mengungkapkan bagaimana mereka melakukan perjalanan melintasi tundra. Peneliti menggunakan komposisi kimia dari gading mamoth berusia 17.100 tahun yang berasal dari Alaska untuk memetakan di mana saja hewan itu berkeliaran selama hidupnya. Mengutip Scientific American, Minggu (12/9/2021) jutaan gading mammoth yang panjang dan kuat ini dapat ditemukan di Arktik dan Siberia. Kondisinya pun terbilang masih utuh.

Namun tak hanya sekedar peninggalan makhluk di masa lalu saja, gading itu rupanya juga berfungsi sebagai penunjuk waktu.

Untuk mengetahui bagaimana perjalanan mammoth keliling dunia selama hidupnya, para peneliti meneliti logam alkali tanah. Menurut Mattew Wooller, ahli paleoekologi di University of Alaska Fairbanks, logam alkali tanah keperakan yang disebut strontium memiliki versi berbeda di seluruh dunia. Ketika mamalia memakan tanaman yang tumbuh di tanah, sejumlah kecil strontium masuk ke dalam tulang dan giginya.

Dalam kasus mammoth, strontium akan masuk ke gading yang merupakan gigi seri yang dimodifikasi. Untuk diketahui bahwa gading dapat menjadi catatan sejarah Bumi yang sangat baik, karena itu tumbuh berlapis-lapis. Wooller dan rekan-rekannya pun memulai analisis yang belum pernah dilakukan sebelumnya, memetakan perjalanan mammoth keliling dunia melalui gading berusia 17.000 tahun.

Ilustrasi mammoth, ilmuwan mengurutkan DNA dari gigi mammoth Amerika Utara dan menemukan DNA purba tertua. Studi genom mengungkap evolusi mammoth, mamalia raksasa Zaman Es.(Beth Zaiken/Centre for Palaeogenetics via NATURE)

Wooller dan timnya dengan hati-hati memotong gading menjadi dua dan memeriksa banyak lapisan kimia di dalamnya. Peneliti mengukur rasio isotop strontium pada gading dan membandingkannya untuk membuat rencana perjalanan di mana saja mamoth berkeliaran. Hasil analisis menemukan jika hewan tersebut selama masa hidupnya telah berkeliaran dalam jarak yang cukup jauh untuk mengelilingi dunia dua kali. Sepanjang hidupnya, mammoth berjalan hampir 80.467 km. Temuan ini menunjukkan jika mammoth merupakan hewan yang banyak bergerak. Bahkan, penemuan tentang perjalanan mammoth ini merupakan temuan yang mengejutkan. Lebih lanjut, ketika mammoth masih muda kemungkinan mereka bergerak di sekitar pedalaman Alaska sebagai bagian dari kawanan, mirip dengan perilaku gajah remaja modern.

Namun, saat usianya matang secara seksual, mammoth melakukan perjalanan jarak jauh di kedua sisi Lingkaran Arktik. Di saat-saat terakhir hidupnya, peneliti kemudian menyebut jika mammoth mati kelaparan di dekat kaki Pegunungan Brooks. “Satu hal yang menarik adalah bagaimana mammoth ini berubah dalam hidupnya, seperti jangkauan perjalanannya yang meluas ini,” ungkap Kathlyn Smith, ahli paleontologi di Georgia Southern University, yang tidak terlibat dalam penelitian baru ini.

Ke depannya, peneliti berencana untuk menerapkan teknik penelitian yang sama ke lebih banyak spesimen untuk mengetahui berbagai hal lain soal mammoth. Temuan tentang perjalanan mammoth keliling dunia dua kali selama hidupnya berdasarkan analisis gading mammoth tersebut telah dipublikasikan di Science.

sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *