Streaming Online

Kehidupan Virus Laut Utara, Peneliti Temukan Spesies Virus Baru

Sebuah studi baru memberikan wawasan menarik tentang kehidupan virus laut di Laut Utara, di lepas pantai pulau Helgoland, Jerman. Bahkan, dalam studi ini, para peneliti menemukan beberapa spesies virus baru. Studi ini dipimpin oleh Nina Bartlau dari Max Planck Institute for Marine Microbiology.

Bacteriophages atau Bakteriofag, yakni virus yang menginfeksi bakteri. Salah satu virus dari Laut Utara di lepas pantai Pulau Helgoland, Jerman, virus ini disebut Peternella. Salah satu virus yang dipelajari peneliti untuk meneliti kehidupan virus laut. (Georg Krohne via PHYS)

Ia dan timnya menemukan komunitas virus dinamis yang dapat sangat memengaruhi kematian bakteri Laut Utara. Dalam penelitian ini pun, mereka juga menemukan dan telah mengisolasi banyak spesies virus baru. Menurut peneliti, rata-rata dalam ratusan ribu ganggang kecil dan satu miliar bakteri hidup di setiap liter air Laut Utara.

Bahkan, seolah jumlah itu belum cukup, ada sekitar 10 miliar virus di setiap liter air dari Laut Utara yang mereka analisis. Virus-virus ini, terutama menginfeksi bakteri dan memiliki dampak besar, dari beragamnya lingkungan mereka. Misalnya mereka dapat membunuh sel yang terinfeksi dan menyebabkan pembusukan, atau dengan mengubah ekspresi gen atau materi genetik mereka.

“Meskipun penting, virus jarang menjadi fokus penelitian kelautan,” kata penulis pertama Nina Bartlau dari Max Planck Institute for Marine Microbiology, seperti dilansir dari Phys, Kamis (16/9/2021).

“Sepengetahuan saya, kami dengan ini memberikan studi pertama yang berhubungan dengan kehidupan virus Flavobacteria, yang merupakan bakteri paling umum di musim semi, di Laut Utara,” imbuh Bartlau.

Banyak virus baru ditemukan

Para peneliti mengatakan bahwa penelitian ini membuat mereka takjub dengan keberagaman dan fag baru yang mereka temukan di Laut Utara. Fag adalah virus yang menginfeksi bakteri.

Oleh sebab itu, kehidupan virus yang dipelajari dalam studi tersebut, dikhususkan pada virus-virus yang menginfeksi Flavovacteria yang disebut flavophages. Menurut rekan penulis Cristina Moraru dari Institute of Chemistry and Biology of the Marine Environment di University of Oldenburg, kelimpahan dan jenis fag berubah selama musim semi mekar.

“Misalnya, pada awal mekar kami hanya menemukan beberapa fag, yang meningkat dalam kelimpahan dari waktu ke waktu. Kami juga dapat menunjukkan bahwa spesies fag tertentu hanya ada.

untuk waktu yang singkat, setelah itu hanya kerabatnya yang tersisa,” jelas Moraru. Kendati demikian, selama bertahun-tahun, kehidupan virus di Laut Utara ini cukup stabil. Fag yang berbeda dapat ditemukan dan diisolasi dalam dua tahun berturut-turut.

Dalam studi ini, Bartlau dan timnya telah mengumpulkan banyak bukti yang menunjukkan bahwa virus memiliki dampak besar terhadap kematian bakteri selama mekarnya musim semi di Laut Utara.

Ilustrasi virus.(dreamerb/Shutterstock)

Sementara, dalam ekosistem laut, bakteri bertanggung jawab untuk memecah sisa-sisa ganggang mikroskopis selama musim ini, yang sebagian besar melepaskan karbon dioksida yang diserap oleh ganggang dari atmosfer.

“Ada kemungkinan hubungan di sini antara virus dan siklus karbon global, yang tentunya akan sangat menarik untuk diselidiki,” kata Bartlau. Tak hanya mengamati kehidupan virus yang mereka isolasi dari Laut Utara. Para peneliti juga berhasil membudidayakan berbagai virus yang berbeda dan sebelumnya tidak dikenal di laboratorium di Bremen.

“Kami mengidentifikasi sepuluh genera baru (spesies virus baru) dan juga sepuluh keluarga baru,” kata Bartlau. Sebagian besar dari virus-virus baru ini, tidak ada dalam kultur sebelumnya.

“Isolat (virus) baru ini sekarang memungkinkan eksperimen menarik di laboratorium untuk memajukan pengetahuan kita tentang flavofag dan peran virus di lautan,” jelas Bartlau.

Bahkan, dari penelitian yang mereka lakukan ini, para peneliti juga menemukan wawasan lain tentang virus yang hidup di habitat laut, karena ternyata beberapa famili virus yang diisolasi di laboratorium tersebut memiliki anggota yang hidup di air tawar, air limbah bahkan di tanah.

Studi menarik tentang kehidupan virus laut dari Laut Utara ini telah dipublikasikan di jurnal The ISME Journal.

sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *