Streaming Online

Hadiri GSSB, Bupati Tapsel Berharap Manajemen di Masjid Dikelola Dengan Profesional dan Akuntabel

Hadiri GSSB, Bupati Tapsel Berharap Manajemen di Masjid Dikelola Dengan Profesional dan Akuntabel

TAPSEL-Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Dolly Pasaribu, S.Pt, MM, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia. Berkat kerjasama semua pihak, saat ini pandemi Covid-19 di Tapsel telah mengalami penurunan dan memasuki zona level dua.

“Namun begitu, kita tidak boleh lengah. Bukan berarti kita (Kabupaten Tapsel) di level dua, pandemi Covid-19 itu berakhir,” ujar Bupati pada acara gerakan salat subuh berjamaah (GSBB) di Masjid Jami’ Aek Mual, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, Minggu (12/9) pagi.

Maka dari itu, Bupati mengajak masyarakat agar ketika beraktivitas di luar rumah, harus tetap disiplin dalam protokol kesehatan. Bupati menyatakan semakin lama Covid-19 ditangani, akan menyebabkan pemerintah semakin fokus dalam penanganan Covid-19 tersebut dengan melakukan refocusing pembiayaan. Sehingga akan sangat wajar bila ada pemotongan kucuran anggaran dari pemerintah pusat seperti pidato Presiden RI Joko Widodo di depan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan RI. Jika pemotongan tersebut direalisasikan, maka Kabupatan Tapsel diperkirakan akan terjadi pemotongan anggaran sekitar 3 persen atau sekitar Rp36 miliar.

Pengurangan kucuran anggaran itu, seperti diketahui bersama untuk dialihkan dalam rangka menanggulangi pandemi Covid-19 khususnya yang berkaitan dengan sektor kesehatan. Begitu juga dengan Pemkab Tapsel, saat ini mengalami keterbatasan anggaran. Maka, dalam menentukan atau mengeksekusi pembangunan, Pemkab Tapsel selalu berupaya untuk memilih yang skala prioritas.

“Sebagaimana yang kita lihat saat ini, seperti jalan seputar dari Jembatan Trikora Batangtoru sampai ke Kota Padangsidimpuan, sudah mulai kita benahi sana sini, dengan bantuan pemerintah pusat. Adapun dana yang sudah dikucurkan kurang lebih sekitar Rp137 miliar. Artinya pembangunan jalan dari Jembatan Trikora Batangtoru sampai ke Kota Padangsidimpuan kurang lebih 34 Km yang akan diperbaiki dan direhab,” imbuhnya.

Tentunya, kata Bupati, semua itu ditujukan untuk kenyamanan bagi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Meskipun begitu, pembangunan jalan itu, lanjut Bupati, sudah tertunda sejak setahun yang lalu akibat pandemi Covid-19 diawal-awal. Tak hanya itu, Pemkab Tapsel dalam waktu dekat juga akan merealisasikan bangunan irigasi berbiaya Rp199 juta di Desa Panobasan Lombang, Kecamatan Angkola Barat. Pembangunan itupun, sebut Bupati, sudah melewati tahapan skala prioritas.

Lalu, di hadapan Menko Perekonomian beberapa waktu lalu, Bupati memaparkan kiatnya dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Tapsel. Di mana, 70 persen masyarakat Tapsel adalah bertani. Dan 40 persen lahan di Tapsel merupakan lahan pertanian.

Untuk itu, guna pulihkan ekonomi, Bupati menemui para petani lewat kelompok tani, demi meningkatkan hasil panen sehingga kesejahteraan masyarakat diharapkan akan segera terwujud. Selain itu, Bupati menjelaskan ke Menko Perekonomian bahwa, pihaknya akan mengadakan kredit usaha rakyat (KUR) Tani yang bekerja sama dengan Bank BNI dengan syarat yang ringan dan pengembalian yang mudah. Bank Sumut dalam diskusinya dengan Dirut yang baru Rahmat Fadilah Pohan di hari Jum’at 10 September menyatakan ikut untuk mempelajari skema kredit sebagai upaya Bank Sumut dalam menyentuh masyarakat tani yang ada di Tapsel.

Sekaitan dengan GSSB, Bupati berharap agar kiranya manajemen masjid itu dapat diperbaiki. Kemudian, soal keuangan di masjid agar dikelola secara profesional dan akuntabel. Jangan sampai ada lagi kabar suatu masjid yang jamaahnya saling bentrok. Selanjutnya, diharapkan agar para generasi muda yang akrab dengan gadget bisa mengekspos berbagai kegiatan di masjid.

“Selanjutnya, kami bersama dewan masjid Indonesia (DMI) akan memiliki suatu program khusus bagi jama’ah agar dapat menarik perhatiannya ke masjid dengan gerakan-gerakan salat subuh berjamaah,” ajak Bupati.

Sementara, Ketua DMI Tapsel, H. Akhirul Pane, MA, melaporkan bahwa pada Senin (13/9) nanti, pihaknya akan melaksanakan pembinaan manajemen masjid sekaligus pembinaan muazin (orang yang lantunkan azan). Adapun sekaitan dengan GSSB, Akhirul menyebut jika gerakan salat subuh berjamaah itu merupakan sarana untuk memakmurkan masjid dan juga mendekatkan diri kepada Allah SWT serta untuk menjalin silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Setelah itu dilanjutkan tausiah oleh Al Ustadz Ilman Akhyaruddin, SHi dan dihadiri Staf Ahli Bupati Ibnussalam, Kadis Lingkungan Hidup Syahrir Siregar, Kadis Perhubungan Aji Hatorangan, Kadis Kominfo Inganan Dalimunthe, Kadis PMPTSP Sofyan Adil, Kabag Kesra Cos Riady Siregar, Camat Angkola Barat Maruhum Hot Taufik, pimpinan Ponpes PDM, para pengurus DMI, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh jamaah salat subuh. (Humas Tapsel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *