Streaming Online

Fosil Laba-laba Usia 99 Juta Tahun Ditemukan, Ungkap Kasih Ibu ke Anak

Seekor laba-laba betina dari keluarga Lagonomegopidae yang sekarang sudah punah menjaga kantung telurnya di rongga pohon. Laba-laba ini diperkirakan hidup 99 juta tahun lalu.(Dilukis oleh Xiaoran Zuo; Xiangbo Guo, Paul Selden dan Dong Ren; Prosiding Royal Society B 2021)

Fosil laba-laba yang diperkirakan berusia 99 juta tahun telah ditemukan baru-baru ini. Temuan ini sekaligus ungkap perawatan induk laba-laba pada anak mereka. Dilansir dari Live Science, Kamis (16/9/2021), fosil yang ditemukan di sebuah desa di Myanmar Utara sebelum tahun 2017 ini merupakan fosil tertua. Terdapat empat bongkahan ambar, resin atau getah pohon yang menjadi fosil dengan warna yang cantik, yang menjadi perangkap yang mengabadikan beberapa ibu laba-laba bermata besar.

Kemungkinan besar ibu laba-laba sedang menjaga kantung telur dan merawat anak-anak mereka yang sudah menetas ketika terjebak dalam resin pohon yang lengket.

“Sangat menyenangkan memiliki bukti fisik nyata melalui foto-foto kecil dalam catatan fosil,” ujar Paul Selden, rekan peneliti studi sekaligus profesor terkemuka emeritus dari Departemen Geologi di University of Kansas.

Dari empat bongkahan ambar, Selden mengatakan yang paling luar biasa adalah bongkahan dengan laba-laba betina besar beserta kantung telur di bawahnya. Perilaku protektif ibu laba-laba terhadap kantung telur mereka memperlihatkan perawatan induk yang mungkin juga membantu menjaga telur agar tetap hangat.

“Betina memegang kantung telur dengan laba-laba kecil di dalamnya – itulah posisi yang akan Anda temukan laba-laba betina menjaga telur mereka,” tambah Selden. Selain wajah, terdapat kaki tanpa tulang dan trichobothria atau rambut pengindraan yang menunjukkan bahwa mereka adalah keluarga laba-laba Lagonomegopidae, kelompok laba-laba yang sudah punah.

Mereka hidup di belahan bumi utara selama periode kapur atau sekitar 145 juta hingga 66 juta tahun lalu. Para peneliti mengatakan, ciri-ciri yang dimiliki oleh Lagonomegopidae termasuk dua mata besar di kepala, mirip seperti laba-laba lompat.

Tidak hanya itu, mata besar mereka mengindikasikan bahwa laba-laba Lagonomegopidae kemungkinan adalah pemburu bebas dan bukan laba-laba pembuat jaring, karena laba-laba pembuat jaring biasanya memiliki penglihatan yang buruk.

Sementara, tiga bongkahan lainnya berisi anak laba-laba serta beberapa benang laba-laba sutra, beberapa kaki arthropodan dan tawon. Tiga bongkahan itu masing-masing menampakkan 24, 36 dan 34 ekor anak laba-laba. Setiap bongkahan diperkirakan terdiri dari kelompok saudara kandung laba-laba yang unik, karena mereka berukuran hampir sama.

Pada salah satu bongkahan, terdapat anak dengan sutra laba-laba yang melilit potongan detritus, bahan biogenik yang mengalami pembusukan oleh mikroba, yang mungkin merupakan bagian dari sarang buatan induk untuk menjaga kantung telur.

Hal ini sekaligus mengungkapkan bahwa setelah menetas, anak laba-laba akan tetap bersama induknya di sarang daripada langsung menyebar.

Saat ini, temuan fosil tertua perawatan induk laba-laba tersebut disimpan di Laboratorium Kunci Evolusi Serangga dan Perubahan Lingkungan, di College of Life Sciences, Capital Normal University, Beijing, Cina.

sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *