Streaming Online

Fenomena Langit Akhir Pekan, Ada Konjungsi Kuartet Bulan, Merkurius, Venus dan Spica

Konjungsi Kuartet Bulan, Venus, Merkurius dan Spica malam ini. (Stellarium)

Akhir pekan ini, akan ada 3 fenomena langit Indonesia yang dapat menemani Anda dan keluarga beraktivitas di rumah saja. Berdasarkan keterangan Organisasi Riset Penerbangan Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ketiga fenomena tersebut adalah perige bulan, konjungsi kuarte Venus-Merkurius-Bulan-Spica, dan konjungsi tripel Venus-Merkurius-Spica.

Berikut penjelasan dan cara melihatnya.

1. Perige bulan

Peneliti di Pusat Sains Antariksa BRIN, Andi Pangerang, menjelaskan bahwa perige Bulan adalah konfigurasi ketika Bulan terletak paling dekat dengan Bumi.  Hal ini disebabkan oleh orbit Bulan yang berbentuk elips dengan Bumi terletak di salah satu titik fokus orbitnya. 

Perige Bulan terjadi setiap rata-rata 27 1/3 hari dengan interval dua perige Bulan bervariasi antara 24 5/8 hingg 28 ½ hari. Perige Bulan di bulan September 2021 terjadi tanggal 11 September pukul 16.54.49 WIB, 17.54.49 Wita, 18.54.49 WIT dengan jarak 368.495 km dari Bumi (geosentrik), iluminasi 23,3 persen (Sabit Awal) dan berada di sekitar konstelasi Libra. 

Perige Bulan ini dapat disaksikan sejak pukul 09.00 waktu setempat dari arah Timur-Tenggara, berkulminasi di arah Selatan pukul 15.20 waktu setempat dan terbenam di arah Barat-Barat daya sekitar pukul 21.40 waktu setempat. “Perige Bulan dapat disaksikan dengan mata biasa (tanpa butuh bantuan optik),” kata Andi kepada Kompas.com, Kamis (25/8/2021).

2. Konjungsi Kuartet Bulan, Venus, Merkurius dan Spica

Andi mengatakan, hari ini adalah hari ketiga Bulan mengalami konjungsi kuartet dengan Venus, Merkurius dan Spica setelah sebelumnya terjadi tanggal 9 dan 10 September 2021 silam. 

“Fenomena ini dapat disaksikan sejak 20 menit setelah terbenam Matahari dari arah Barat selama 75–210 menit hingga keempatnya terbenam seluruhnya,” kata dia. Anda juga dapat menyaksikan fenomena konjungsi kuartet ini dengan mata telanjang.  Sudut pisah Bulan-Venus bervariasi antara 16,11 derajat – 17,04 derajat.

Sementara itu, sudut pisah Venus-Spica dan Spica-Merkurius masing-masing sebesar 6,6 derajat dan 8,65 derajat.  Magnitudo Venus, Merkurius dan Spica masing-masing sebesar +4,09; +0,18 dan +0,95. Bulan berfase sabit awal dengan iluminasi antara 23,4 persen–24,6 persen.

3. Konjungsi Tripel Venus, Merkurius dan Spica

Setelah Bulan berkonjungsi dengan Venus, Merkurius dan Spica selama tiga hari sejak 9 September silam, Bulan meninggalkan ketiga objek langit tersebut dan menyisakan konjungsi tripel untuk ketiga objek tersebut pada tanggal 12 September 2021. Fenomena ini dapat disaksikan sejak 20 menit setelah terbenam Matahari dari arah Barat selama 75–135 menit hingga ketiga objek tersebut terbenam seluruhnya. 

Sudut pisah Venus-Spica sebesar 7,8 derajat sedangkan sudut pisah Spica-Merkurius sebesar 7,6 derajat.  Magnitudo Venus dan Merkurius masing-masing ?4,09 dan +0,18 sedangkan magnitudo Spica sebesar +0,95.

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *