Streaming Online

Asap Picu Alarm Stasiun Luar Angkasa Internasional, Apa Penyebabnya?

Penulis : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas |

Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) adalah laboratorium penelitian di luar Bumi. (NASA via WIKIMEDIA COMMONS)

Alarm tiba-tiba berbunyi di sisi stasiun Rusia di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Para kru melaporkan mereka melihat asap dan mencium bau plastik terbakar. Dilansir dari Live Science, Minggu (12/9/2021), mengutip BBC, badan antariksa Rusia, Roscosmos melaporkan bahwa insiden itu terjadi di modul Zvezda Rusia, saat baterai stasiun sedang diisi ulang. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (9/9/2021).

Menurut Roscosmos mengungkapkan bahwa sistem telah kembali normal, dan kru telah kembali ke pelatihan reguler. Para awak ISS juga telah mengaktifkan penyaring atau filter udara untuk membersihkan udara di sekitar modul di sisi modul Rusia, di stasiun luar angkasa tersebut.

Kendati insiden asap yang memicu alarm kebakaran ISS dapat teratasi, namun kejadian ini bukanlah kali pertama yang dialami Stasiun Luar Angkasa Internasional, bahkan ini juga mungkin bukan kejadian yang terakhir yang bisa menimpa ISS kapan saja. Sebab, sebagian besar peralatan di Stasiun Luar Angkasa Internasional ini sudah mulai usang dan dapat menyebabkan kegagalan yang tidak dapat diperbaiki. Kepada BBC, kepala insinyur perusahaan roket dan ruang angkasa Energia, Vladimir Solovyov mengatakannya pada 1 September lalu.

Setidaknya, kata Solovyov, 80 persen peralatan dari sistem penerbangan di segmen ISS Rusia telah kedaluwarsa. Sebelum insiden asap memicu alarm kebakaran di ISS, pada 30 Agustus lalu, kosmonot Rusia menemukan retakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional yakni di bagian modul Zarya ISS.

Ilustrasi astronot saat berada di luar angkasa. Astronot NASA paling berpengalaman soal isolasi dan karantina mandiri selama berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Modul ini adalah komponen ISS pertama yang diluncurkan ke orbit, pada tahun 1998. Solovyov mengatakan kepada kantor berita milik negara Rusia RIA, bahwa celah atau retakan ini mungkin bisa mulai menyebar dari waktu ke waktu. Dia juga sebelumnya telah memperingatkan “longsoran” peralatan yang rusak setelah 2025, dikutip dari Reuters.

ISS telah menua, dan stasiun luar angkasa ini tidak lagi bisa bertahan selamanya. Akan tetapi, belum diketahui kapan ISS akan pensiun.

Apabila pada akhirnya, ISS tidak diizinkan pensiun, maka akan ada banyak dampak risiko yang bisa ditimbulkan. Puing-puing ruang angkasa dan mikrometeorit akan menjadi ancaman serius.

Namun, ISS masih diizinkan untuk beroperasi hingga setidaknya Desember 2024. Dari sudut pandang teknis, menurut NASA, stasiun luar angkasa ini masih dapat mengorbit hingga akhir tahun 2028.

“Selain itu, analisis kami belum mengidentifikasi masalah apa pun yang akan menghalangi kami untuk memperpanjang melampaui 2028 jika diperlukan,” kata NASA. Perjalanan luar angkasa selama 6 jam untuk bekerja di laboratorium sains Nauka Rusia yang baru-baru ini telah berlabuh yang dijadwalkan masih akan berlangsung hingga Kamis mendatang, menurut Associated Press.

sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *