Sabtu, 11 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Tips Memilih Sepatu Lari: Pahami Kakimu

Liaa - Monday, 02 March 2026 | 04:01 AM

Background
Tips Memilih Sepatu Lari: Pahami  Kakimu

Tren lari memang sedang naik daun.

Pagi-pagi taman kota ramai, sepatu warna-warni berseliweran, smartwatch menyala, dan orang-orang berburu pace terbaiknya.

Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang sering diremehkan: sepatu yang tepat.

Padahal, sepatu adalah "rumah" bagi kaki selama kita berlari.

Menurut para ahli ortopedi dari American Orthopaedic Foot & Ankle Society, sepatu yang tidak sesuai bisa meningkatkan risiko cedera — mulai dari nyeri lutut, betis tegang, sampai plantar fasciitis yang bikin langkah terasa seperti menginjak paku.



Lalu bagaimana memilih yang tepat?

1.Kenali Cara Kakimu Mendarat

Setiap orang punya pola pijakan berbeda. Ada yang kakinya sedikit masuk ke dalam saat menapak (pronasi normal), ada yang terlalu masuk (overpronation), dan ada yang justru condong keluar (supinasi).

Kalau kamu sering merasa bagian dalam sepatu cepat aus, bisa jadi kamu overpronation dan butuh sepatu dengan stabilitas lebih. Sebaliknya, kalau ausnya di sisi luar, mungkin kakimu butuh bantalan ekstra.

Beberapa toko olahraga besar menyediakan pengecekan sederhana untuk melihat pola langkahmu.



2.Jangan Terpaku pada Nomor Ukuran

Ukuran sepatu lari sering kali berbeda dari sepatu harian. Saat berlari, kaki sedikit membengkak karena peningkatan aliran darah. Itu sebabnya idealnya ada jarak sekitar satu jari di depan ujung kaki.

Kalau terlalu pas, kuku bisa tertekan dan memicu cedera kecil yang menyiksa saat jarak tempuh makin jauh.

3.Bantalan: Empuk Boleh, Tapi Jangan "Tenggelam"

Banyak orang mengira semakin empuk semakin baik. Padahal tidak selalu begitu. Bantalan yang terlalu lembut bisa membuat kaki kehilangan stabilitas.



Yang dicari adalah rasa nyaman sekaligus responsif — ketika menapak terasa lembut, tapi saat mendorong ke depan tetap mantap.

4.Sesuaikan dengan Tujuanmu

Kalau hanya untuk jogging santai 3–5 km, sepatu kategori netral biasanya cukup.

Kalau kamu mulai rutin latihan jarak jauh atau punya riwayat nyeri lutut, sepatu dengan stabilitas tambahan bisa lebih aman.

Dan untuk trail atau jalur tanah? Solnya harus lebih "menggigit" agar tidak mudah tergelincir.



5 Jangan Lupakan Sirkulasi Udara

Bahan mesh yang breathable membantu kaki tetap kering. Kaki lembap terlalu lama bisa memicu lecet atau jamur. Hal kecil, tapi dampaknya besar kalau kamu rutin berlari.

6.Coba Pakai

Rasakan berdiri dan berjalan. Kalau memungkinkan, lari kecil sebentar.

Kalau sejak awal sudah terasa janggal, biasanya tidak akan membaik.



Sepatu lari yang baik itu harus tidak terasa membebani, tapi selalu bisa menopang.

Mengikuti tren lari itu bagus. Tapi tubuhmu lebih penting daripada sekadar foto finish di Instagram. Sepatu yang tepat bukan hanya soal performa, tapi tentang menjaga kaki, lutut, dan punggung tetap sehat dalam jangka panjang.

Karena lari bukan tentang cepat sesaat, tapi konsisten bertahun-tahun.