Terlalu Lama Main Gadget Bisa Ganggu Perkembangan Anak, Orang Tua Perlu Waspada
RAU - Thursday, 24 September 2026 | 07:36 PM


Penggunaan gadget seperti HP dan tablet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Namun, penggunaan perangkat digital yang terlalu lama perlu mendapat perhatian, terutama pada usia dini.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak terlalu lama menggunakan gadget. Menurutnya, paparan digital yang berlebihan dapat mengurangi kesempatan anak mendapatkan stimulasi intelektual, emosional, dan sosial secara langsung.
Istilah brain rot belakangan digunakan untuk menggambarkan kebiasaan mengonsumsi konten digital secara berlebihan, terutama konten media sosial yang minim manfaat. Kondisi ini bukan diagnosis medis resmi, tetapi istilah yang menggambarkan kekhawatiran terhadap pola konsumsi digital yang berlebihan.
Pada anak, penggunaan gadget secara berlebihan dapat terlihat dari kesulitan berhenti menggunakan perangkat, mudah marah ketika waktu bermain gadget dihentikan, atau mulai mengabaikan aktivitas lain.
Lebih banyak aktivitas langsung
Fajar mendorong pendidikan anak usia dini agar tetap mengutamakan kegiatan yang melibatkan interaksi langsung. Membaca buku cetak, bermain bersama, melakukan aktivitas fisik, dan berkomunikasi dengan orang tua dapat memberikan pengalaman yang berbeda dari sekadar menatap layar.
Penelitian Melly Latifah dan tim dari IPB University juga menunjukkan pentingnya memperhatikan penggunaan gadget pada anak. Anak yang terlalu bergantung pada gadget dapat mengalami kesulitan ketika penggunaannya dibatasi dan cenderung mengurangi aktivitas lain.
Penggunaan gadget yang tidak terkendali juga dapat mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Orang tua perlu membuat batasan
Orang tua tidak harus sepenuhnya melarang gadget. Yang lebih penting adalah membuat aturan penggunaan yang jelas dan sesuai usia anak.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Batasi waktu penggunaan
Tentukan durasi penggunaan gadget dan konsisten menerapkannya agar anak terbiasa dengan batasan.
2. Pilih konten sesuai usia
Dampingi anak dan pastikan konten yang ditonton sesuai dengan tahap perkembangannya. Fitur pengawasan orang tua juga dapat dimanfaatkan.
3. Perbanyak aktivitas tanpa layar
Ajak anak bermain di luar rumah, membaca buku, menggambar, membuat kerajinan, atau melakukan permainan yang melibatkan interaksi langsung.
4. Luangkan waktu bersama anak
Sediakan waktu untuk berbicara dan bermain tanpa gangguan gadget. Interaksi langsung membantu membangun kedekatan antara orang tua dan anak.
5. Orang tua menjadi contoh
Anak dapat meniru kebiasaan orang di sekitarnya. Karena itu, orang tua juga perlu menunjukkan penggunaan gadget yang bijak, terutama ketika sedang bersama anak.
Pada akhirnya, gadget bukan sesuatu yang harus selalu dijauhkan dari anak. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan, dan aktivitas anak. Yang terpenting, jangan sampai waktu di depan layar menggantikan tidur, aktivitas fisik, bermain, belajar, dan interaksi langsung yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang.
Next News

5 Rebusan Daun yang Disebut Baik untuk Kulit, Bikin Wajah Tampak Segar
in 5 hours

Keju Ternyata Tinggi Kalsium, Ini Jenis yang Kandungannya Paling Banyak
in 5 hours

Kentang Sudah Bertunas Jangan Langsung Dimakan, Ini Bahayanya
in 5 hours

10 Manfaat Minum Teh Serai yang Jarang Diketahui, Bukan Sekadar Minuman Hangat
in 4 hours

Keputihan Bau Amis? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya
in 4 hours

5 Minuman yang Bisa Membantu Mengatasi Dahak, Bikin Tenggorokan Lebih Nyaman
in 4 hours

7 Ciri Orang yang Punya Pikiran Positif, Terlihat dari Cara Hadapi Masalah
in 3 hours

Gigi Anak Renggang? 4 Kebiasaan Ini Bisa Memengaruhi Susunan Gigi
in 3 hours

Mangga Terasa Masam, Padahal Sudah Berwarna Kuning? Ini Penyebabnya
12 hours ago

Bolehkah Makan Kismis Setiap Hari? Ini yang Perlu Diperhatikan
12 hours ago





