Telur Rebus dengan Kuning Masih Cair, Aman atau Perlu Lebih Berhati-hati?
Laila - Friday, 02 October 2026 | 02:29 PM


Telur merupakan salah satu bahan makanan yang mudah diolah dan banyak dikonsumsi sehari-hari. Salah satu cara menikmatinya adalah dengan merebus telur hingga bagian putih matang, sementara kuning telur masih dalam kondisi lembut atau cair.
Tekstur seperti ini memang disukai sebagian orang. Namun, telur dengan kuning yang masih cair perlu mendapat perhatian dari sisi keamanan pangan. Alasannya, telur mentah atau kurang matang dapat menjadi sumber bakteri berbahaya apabila telur tersebut telah terkontaminasi.
Salah satu bakteri yang perlu diwaspadai adalah Salmonella. Bakteri tersebut dapat terdapat pada telur yang terkontaminasi dan berpotensi menyebabkan penyakit bawaan makanan.
Memasak telur hingga matang merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko tersebut. Panas yang cukup dapat membantu membunuh bakteri yang mungkin terdapat pada telur. Sebaliknya, kuning telur yang masih cair menunjukkan bahwa bagian tersebut belum mencapai tingkat kematangan yang sama dengan telur yang dimasak sepenuhnya.
Risiko juga tidak hanya ditentukan oleh tingkat kematangan. Cara menyimpan dan menangani telur sebelum dimasak turut berpengaruh. Telur perlu disimpan dengan benar dan ditangani menggunakan tangan serta peralatan yang bersih.
Telur yang cangkangnya retak atau kotor juga perlu diperhatikan. Cangkang telur dapat menjadi sumber kontaminasi sehingga kebersihan selama proses penyimpanan dan pengolahan sangat penting.
Meski begitu, bukan berarti setiap telur dengan kuning cair pasti menyebabkan penyakit. Risiko bergantung pada apakah telur tersebut terkontaminasi dan bagaimana telur ditangani serta dimasak. Namun, tingkat kematangan yang lebih rendah memang membuat pengendalian risiko menjadi lebih penting.
Kelompok tertentu sebaiknya lebih berhati-hati terhadap telur yang kurang matang. Anak-anak, orang lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi jika terkena infeksi bawaan makanan.
Gejala infeksi Salmonella dapat meliputi diare, demam, sakit atau kram perut, mual, dan muntah. Jika gejala berat muncul, berlangsung lama, atau disertai tanda dehidrasi, pertolongan medis diperlukan.
Bagi orang yang ingin mengurangi risiko, telur dapat dimasak hingga bagian putih dan kuningnya matang. Selain itu, memilih telur dari sumber yang terpercaya, menyimpannya dengan benar, dan menjaga kebersihan saat mengolah telur juga merupakan langkah penting.
Jadi, telur rebus dengan kuning masih cair bukan berarti otomatis berbahaya, tetapi memiliki risiko keamanan pangan yang lebih tinggi dibandingkan telur yang dimasak hingga matang. Bagi kelompok yang lebih rentan, telur matang sempurna merupakan pilihan yang lebih aman.
Next News

Mengapa Tubuh Mudah Capek saat Cuaca Panas?
in 6 hours

Apa Kandungan Vitamin C dalam Buah Pepaya dan Manfaatnya?
in 6 hours

Sering Menguap Sepanjang Hari, Apakah Tubuh Kekurangan Tidur?
in 6 hours

Apakah Biji Buah Sirsak Aman Dikonsumsi? Kenali Risikonya
in 6 hours

Apakah Tidur Siang Bisa Membantu Mengurangi Rasa Lelah?
in 6 hours

Apa Hubungan antara Kelelahan Fisik dan Sakit Kepala?
in 6 hours

Sering Pusing, Apakah Selalu Menjadi Tanda Hipertensi?
in 6 hours

Berapa Lama Bunga Tulip Bisa Bertahan setelah Mekar? Ini Penjelasannya
in 6 hours

Mengapa Pujian Kecil Bisa Membuat Suasana Hati Berubah Sepanjang Hari?
43 minutes ago

Mengapa Anak Lebih Mudah Belajar melalui Permainan?
an hour ago





