Tapteng Luncurkan Boat Ambulance Layani Kesehatan Wilayah Kepulauan
Laila - Monday, 02 November 2026 | 04:06 PM


Kabupaten Tapanuli Tengah terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sulit dijangkau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan boat ambulance sebagai sarana transportasi medis untuk menjangkau warga di kawasan kepulauan.
Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, menyampaikan bahwa pemanfaatan fasilitas tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pulau Mursala, Kecamatan Tapian Nauli, pada Minggu, 1 November 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses transportasi laut. Program ini juga merupakan bagian dari komitmen Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu bersama Wakil Bupati Mahmud Efendi dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh UPTD Puskesmas Poriaha dengan dukungan Babinsa Koramil Kolang. Kelancaran perjalanan tim medis menuju Pulau Mursala turut didukung oleh armada boat ambulance yang telah mendapatkan pemeliharaan sehingga dapat beroperasi dengan baik.
Menurut Lisnawati, keberadaan boat ambulance memiliki peran penting dalam membantu mobilitas tenaga kesehatan sekaligus membawa perlengkapan dan kebutuhan medis menuju wilayah kepulauan. Pemeliharaan armada tersebut didukung anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp86 juta.
Selain mengoptimalkan layanan transportasi medis, Dinas Kesehatan Tapteng juga telah mengusulkan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Pulau Mursala untuk Tahun Anggaran 2027. Rencana ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan dasar, terutama dalam kegiatan promotif dan preventif bagi masyarakat setempat.
Dengan adanya Pustu, warga nantinya diharapkan dapat memperoleh pemeriksaan dan pelayanan medis rutin tanpa harus menempuh perjalanan laut yang jauh untuk mendatangi fasilitas kesehatan di wilayah lain.
Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, tercatat sebanyak 84 warga Pulau Mursala mendapatkan pelayanan. Jumlah tersebut terdiri dari 27 laki-laki, 36 perempuan, serta 21 bayi dan anak-anak. Pelayanan kesehatan dipusatkan di rumah Kepala Dusun VII Sitahan Barat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah keluhan kesehatan yang ditemukan. Kasus terbanyak adalah gangguan pencernaan atau dispepsia sebanyak 37 kasus, disusul Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 25 kasus dan hipertensi sebanyak 15 kasus.
Selain itu, petugas juga menangani empat kasus radang sendi akibat asam urat atau gout arthritis serta tiga kasus nyeri otot atau myalgia.
Kehadiran boat ambulance di wilayah kepulauan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan medis secara lebih mudah dan cepat. Program ini juga menjadi upaya meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, deteksi dini penyakit, serta penerapan pola hidup sehat.
Next News

Hutan yang Bisa Menghasilkan Suara Misterius dari Pepohonannya
in 2 hours

Bagaimana Manusia Zaman Dahulu Menghasilkan Warna pada Lukisan?
in 2 hours

Sejarah Penemuan Warna Biru yang Dahulu Sangat Sulit Dihasilkan
in 2 hours

Hewan dengan Kemampuan Aneh yang Sulit Dipercaya
in 2 hours

Cara Manusia Zaman Dahulu Menyalakan Api Tanpa Korek dan Gas
in 2 hours

Cara Orang Zaman Dahulu Mengukur Waktu Sebelum Ada Jam Modern
in 2 hours

Sejarah Sabun, Benda Sederhana yang Dahulu Dibuat dari Bahan Alami
in 2 hours

Kebiasaan Unik Masyarakat Zaman Dahulu yang Mulai Ditinggalkan
in 2 hours

Cara Orang Zaman Dulu Menyimpan Makanan agar Tidak Cepat Busuk
in 2 hours

Waktu Terbaik Mengonsumsi Vitamin agar Penyerapannya Lebih Optimal
in an hour





