Sumut Jadi Tuan Rumah IMT-GT 2026, Targetkan Peluang Investasi dan Proyek Kawasan Strategis
Liaa - Sunday, 21 June 2026 | 08:15 AM


MEDAN
Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32. Puncak kegiatan IMT-GT 2026 dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Sumut.
Forum kerja sama ekonomi subregional tersebut melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam kerangka ASEAN.
Hal ini menjadi momentum penting bagi penguatan kerja sama ekonomi kawasan.
Kepala Bagian Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumut Ahmad Yamin menyampaikan, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah IMT-GT 2026 merupakan hasil keputusan pada 31st IMT-GT Ministerial Meeting yang berlangsung di Trang, Thailand, 4 September 2025.
Menurut Yamin, kerja sama IMT-GT selama ini telah memberikan dampak nyata terhadap pengembangan ekonomi regional.
Beberapa di antaranya adalah pengembangan Kawasan Industri Sei Mangkei dan kawasan Kaldera Toba.
"Penunjukan Sumut sebagai tuan rumah merupakan kesempatan besar untuk menghadirkan berbagai gagasan dan proyek strategis yang dapat masuk dalam blueprint IMT-GT lima tahun ke depan. Momentum ini tidak boleh terlewat karena menjadi peluang untuk memperkuat daya saing Sumut di tingkat internasional," jelasnya, Minggu (21/6/2026).
Yamin menjelaskan, dalam forum IMT-GT berbagai program prioritas akan dibahas melalui delapan kelompok kerja yang kemudian dirumuskan dalam blueprint pembangunan ekonomi kawasan untuk lima tahun mendatang.
Beberapa sektor yang menjadi fokus pembahasan meliputi pertanian dan agribisnis, pariwisata, produk dan layanan halal, serta infrastruktur dan transportasi.
Menurutnya, seluruh usulan proyek harus memiliki keterkaitan kepentingan bersama antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand sehingga mampu menciptakan manfaat yang saling menguntungkan.
"Ide proyek yang diajukan harus memiliki nilai manfaat bersama. Bukan hanya baik untuk Sumatera Utara atau Indonesia, tetapi juga memberikan keuntungan bagi Malaysia dan Thailand sehingga tercipta kerja sama yang saling menguatkan," kata Yamin.
Ia berharap peran Sumut sebagai tuan rumah IMT-GT 2026 dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi, memperkuat sektor unggulan daerah, serta mendorong lahirnya berbagai proyek strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan itu, Pemprov Sumut mengusulkan agar konsep produk dan layanan halal dapat diintegrasikan ke dalam blueprint IMT-GT sehingga dapat menjadi agenda strategis lintas negara dan lintas sektor.
"Gagasan ini sejalan dengan komitmen Sumatera Utara untuk memperluas manfaat kerja sama IMT-GT melalui pembangunan ekosistem ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada nilai tambah," ucapnya.
Dijelaskan Yamin, dalam rapat koordinasi awal antara10 provinsi di Sumatera untuk menentukan kesepakatan kerjasama dalam pertemuan IMT-GT sebelumnya, telah dibahas kolaborasi dan sinergi untuk memetakan potensi masing-masing provinsi yang dapat diimplementasikan dalam program IMT-GT.
Terdapat delapan konsep kerjasama yang akan diusulkan untuk masuk ke dalam blueprint IMT-GT diantaranya pertanian dan agribisnis, pariwisata, produk dan layanan halal, infrastruktur dan transportasi, perdagangan dan investasi, lingkungan, sumber daya manusia dan budaya serta transformasi digital.
"Pemprov Sumut akan mengusulkan ide dan gagasan untuk tiga konsep utamanya yakni pertanian, pariwisata serta produk dan layanan halal sedangkan lima konsep kerjasama lainnya nanti sebagai penyangga. Seperti pertanian, komoditi kita kopi asal Sumut, tapi selama ini ibarat lembu punya susu, sapi dapat nama. Kopinya punya Sumut tapi negara lain membrandingnya menjadi produk mereka,"ucapnya.
Selain mendorong produk dan layanan halal, Sumut juga menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata halal agar semakin mampu menarik minat pasar regional dan global.
Diterangkannya, Sumatera Utara juga akan mengusulkan agar program edukasi dan penguatan kapasitas SDM terkait produk dan layanan halal dapat dilakukan di Sumut, melalui pelatihan, pembinaan, pendampingan standar, serta kolaborasi kelembagaan.
"Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan dan produk, tetapi juga memperbesar peluang investasi serta memperkuat jaringan pemasaran halal antarwilayah. Apalagi kalau pelatihan standarisasi produk dan layanan halal dapat dilakukan di Danau Toba tentu akan sangat bermanfaat sekali bagi pariwisata kita dan generasi Sumut ke depan,"jelasnya.
Ia berharap, konsep produk ini dapat memberi manfaat untuk masyarakat.
"Kita sangat berharap konsep produk dan layanan halal dapat menjadi bagian dari arah kebijakan IMT-GT ke depan yang lebih terukur dan menghasilkan manfaat besar bagi seluruh wilayah di kawasan," jelasnya.
Next News

Kapolri Ganti Waka Polda Sumut dan Kapolresta Deliserdang, Ini Namanya
15 hours ago

Penyaluran KUR Sumut Capai Rp11,92 Triliun, Tumbuh 17,73 Persen
17 hours ago

Pemprov Sumut Percepat Program Bedah Rumah 15.011 Unit pada 2026, Bantuan Capai Rp20 Juta per Rumah
8 hours ago

BGN Tutup Sementara SPPG Penyalur MBG di Medan Usai Belasan Siswa SD Diduga Keracunan
13 hours ago

BMKG Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumut
a day ago

Pemkab Padanglawas Usulkan 11 Desa dan Dusun untuk Program Listrik Perdesaan
a day ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 10 Oktober 2026: 3 Wilayah Berawan, Mayoritas Hujan Ringan
a day ago

Wabup Tapsel Ajak 674 Mahasiswa Baru IMM Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana
2 days ago

Gus Irawan Ungkap Jejak Intelektual Sanusi Pane, dari Bahasa Persatuan hingga Perjuangan Menjadi Pahlawan Nasional
2 days ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Jumat 9 Oktober 2026: Semua Wilayah Rata Diguyur Hujan
3 days ago





