Sabtu, 26 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Tertukar, Ini Perbedaan Gejala Flu dan Alergi yang Perlu Diketahui

RAU - Saturday, 12 September 2026 | 04:19 PM

Background
Sering Tertukar, Ini Perbedaan Gejala Flu dan Alergi yang Perlu Diketahui

Bersin, hidung meler, dan mata berair bisa menjadi tanda flu maupun alergi. Karena memiliki sejumlah gejala yang mirip, kedua kondisi ini sering sulit dibedakan.

Meski begitu, flu dan alergi memiliki penyebab serta beberapa ciri yang berbeda. Flu disebabkan oleh infeksi virus dan dapat menular, sedangkan alergi muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat tertentu atau alergen.

1. Ciri-ciri alergi

Alergi dapat muncul setelah seseorang terpapar pemicu seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau zat tertentu lainnya.

Gejala yang umum meliputi bersin berulang, hidung meler, hidung tersumbat, serta mata berair dan terasa gatal. Rasa gatal pada hidung atau mata merupakan salah satu ciri yang lebih sering ditemukan pada alergi.

Berbeda dengan flu, alergi umumnya tidak menyebabkan demam, pegal-pegal, atau rasa meriang. Keluhannya juga dapat muncul berulang selama seseorang masih terpapar pemicunya.



2. Ciri-ciri flu

Flu merupakan infeksi virus yang dapat menular melalui percikan dari saluran pernapasan. Selain bersin dan hidung meler, penderita flu dapat mengalami demam, sakit kepala, menggigil, nyeri otot, batuk, dan tubuh terasa lemas.

Gejala flu biasanya berkembang dalam waktu tertentu dan membaik seiring tubuh melawan infeksi. Istirahat cukup, memenuhi kebutuhan cairan, serta penanganan gejala dapat membantu proses pemulihan.

Cara Membedakan Flu dan Alergi

Secara sederhana, rasa gatal pada hidung atau mata tanpa demam dan pegal-pegal lebih mengarah pada alergi, terutama jika keluhan muncul setelah terpapar pemicu tertentu.

Sementara itu, demam, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lemas lebih umum ditemukan pada infeksi flu.

Namun, gejala saja tidak selalu cukup untuk memastikan penyebabnya. Jika keluhan berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.