Sering Menemukan Kerak di Sekitar Hidung dan Mulut? Ini Penyebab yang Mungkin Terjadi
Tata - Friday, 25 September 2026 | 08:27 AM


Menemukan kerak di sekitar hidung atau sudut mulut mungkin terlihat seperti masalah kulit biasa. Namun, kondisi tersebut dapat muncul karena berbagai hal, mulai dari kulit yang terlalu kering hingga iritasi atau gangguan kulit tertentu.
Kerak biasanya terbentuk ketika cairan, minyak kulit, sel kulit mati, atau cairan dari kulit yang mengalami iritasi mengering di permukaan. Karena area hidung dan mulut cukup sering terkena air liur, keringat, lendir hidung, makanan, serta produk perawatan wajah, kulit di bagian ini lebih mudah mengalami perubahan.
Salah satu penyebab yang cukup umum adalah kulit kering. Ketika lapisan pelindung kulit kehilangan terlalu banyak air, permukaannya dapat menjadi kasar, bersisik, mengelupas, bahkan membentuk bagian yang tampak seperti kerak. Kondisi ini dapat semakin terasa ketika seseorang sering mencuci wajah menggunakan produk yang terlalu keras atau terlalu sering membersihkan area tersebut.
Selain kulit kering, iritasi juga dapat memicu munculnya kerak. Sabun, pembersih wajah, pasta gigi, kosmetik, pelembap tertentu, atau produk perawatan kulit yang tidak cocok dapat membuat kulit di sekitar hidung dan mulut mengalami kemerahan dan peradangan.
Kebiasaan sederhana juga terkadang berpengaruh. Misalnya, terlalu sering mengusap hidung dengan tisu ketika sedang pilek. Gesekan yang berulang dapat membuat kulit menjadi sensitif dan mengalami luka kecil. Jika terdapat cairan dari hidung yang kemudian mengering, permukaan kulit dapat terlihat seperti memiliki kerak.
Hal serupa dapat terjadi di sekitar mulut. Air liur yang sering mengenai kulit, terutama pada sudut bibir, dapat membuat area tersebut lembap dalam waktu lama. Jika kulit mengalami iritasi dan terus terpapar air liur, bagian sudut mulut dapat menjadi kering, pecah-pecah, kemerahan, dan terkadang membentuk kerak.
Kerak di sekitar hidung dan mulut juga dapat berkaitan dengan dermatitis, yaitu peradangan pada kulit. Dermatitis dapat menyebabkan berbagai gejala seperti kulit kering, kemerahan, gatal, bersisik, atau munculnya bagian kulit yang mengeras setelah mengalami iritasi.
Pada sebagian orang, kondisi kulit seperti dermatitis seboroik juga dapat memengaruhi area di sekitar hidung. Kondisi ini sering muncul pada bagian kulit yang banyak memiliki kelenjar minyak dan dapat menyebabkan kemerahan serta sisik atau kulit yang mengelupas.
Ada pula kemungkinan kerak muncul setelah luka kecil atau infeksi pada kulit. Ketika permukaan kulit mengalami luka dan mengeluarkan cairan, cairan tersebut dapat mengering dan membentuk lapisan seperti kerak. Karena itu, penting memperhatikan apakah kerak hanya berupa kulit kering atau justru disertai luka, nyeri, bengkak, atau keluarnya cairan.
Warna dan bentuk kerak juga dapat menjadi petunjuk. Kerak yang muncul bersama kulit kering dan sisik belum tentu memiliki penyebab yang sama dengan kerak yang disertai cairan, luka, atau kemerahan yang semakin meluas.
Karena penyebabnya beragam, jangan langsung mengelupas kerak secara paksa. Tindakan tersebut dapat menyebabkan iritasi semakin parah dan membuat kulit terluka. Jika kerak berasal dari luka yang sedang dalam proses penyembuhan, mengoreknya juga dapat mengganggu proses pemulihan kulit.
Perawatan awal dapat dilakukan dengan menjaga area tersebut tetap bersih dan tidak terlalu sering digosok. Gunakan pembersih yang lembut dan hindari produk yang membuat kulit terasa perih atau semakin kering. Jika kulit memang kering, pelembap yang sesuai dapat membantu menjaga kelembapan dan memperkuat lapisan pelindung kulit.
Selain itu, perhatikan kebiasaan yang mungkin menjadi pemicu. Jika kerak sering muncul setelah menggunakan produk tertentu, hentikan sementara produk tersebut dan lihat apakah kondisi kulit mengalami perubahan. Hindari pula mengusap atau menggaruk area yang bermasalah secara berulang.
Namun, jika kerak terus muncul, semakin luas, terasa nyeri, berdarah, bernanah, sangat gatal, atau disertai luka yang sulit sembuh, sebaiknya periksakan ke dokter. Pemeriksaan secara langsung diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya karena beberapa kondisi kulit dapat terlihat mirip satu sama lain.
Jadi, kerak di sekitar hidung dan mulut tidak selalu berarti kulit hanya kotor. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan kulit kering, gesekan, iritasi, dermatitis, paparan air liur, hingga masalah kulit lainnya. Memperhatikan gejala yang menyertai dan menghindari kebiasaan yang memperparah iritasi dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat.
Next News

Lukisan Kuno yang Tetap Memesona Meski Sudah Berusia Ratusan Tahun
in 5 hours

Pahit Sampai Bikin Meringis, Kenapa Sambiloto Begitu Berbeda dari Daun Herbal Lain?
in 5 hours

Kenapa Sumbu Lilin Harus Berada di Tengah?
in 5 hours

Kenapa Permata Bisa Memancarkan Kilau Berbeda? Ternyata Ada Penjelasannya
in 5 hours

Daun Kelor Sering Disebut Superfood, Apa Saja Kandungan Nutrisinya?
in 5 hours

Ampas Kopi Dibuang ke Closet, Benarkah Bisa Membantu Menghilangkan Bau?
in 5 hours

Kenapa Keju Bisa Mengeluarkan Bau Menyengat? Ternyata Ada Alasannya
in 5 hours

Mata Terasa Panas dan Perih? Ini Beberapa Penyebab yang Sering Terjadi
in 4 hours

5 Rebusan Daun yang Disebut Baik untuk Kulit, Bikin Wajah Tampak Segar
8 hours ago

Keju Ternyata Tinggi Kalsium, Ini Jenis yang Kandungannya Paling Banyak
9 hours ago





