Sering di Depan Laptop, Kulit Jadi Kusam? Ini Fakta Blue Light dari HP dan Komputer
RAU - Monday, 27 April 2026 | 10:05 AM


Di era kerja hybrid dan work from home, banyak orang menghabiskan waktu lebih dari 8 jam di depan layar laptop, ponsel, dan tablet. Tidak heran jika muncul kekhawatiran: apakah blue light dari gadget bisa membuat kulit kusam?
Jawabannya adalah bisa berpengaruh, tetapi dampaknya relatif kecil dibanding sinar matahari.
Apa itu Blue Light?
Blue light atau high-energy visible light (HEV light) merupakan bagian dari cahaya tampak dengan panjang gelombang sekitar 400–500 nm.
Cahaya ini dipancarkan oleh matahari, lampu LED, layar komputer, laptop, dan smartphone. Namun, sumber terbesar blue light sebenarnya adalah matahari, bukan perangkat digital.
Menurut ulasan ilmiah di Journal of Cosmetic Dermatology, paparan blue light dapat memicu stres oksidatif, yaitu kondisi ketika radikal bebas meningkat dan merusak sel-sel kulit. Proses ini dapat mempercepat tanda penuaan seperti kulit tampak kusam, garis halus, dan warna kulit tidak merata.
Selain itu, beberapa penelitian dermatologi menemukan bahwa blue light juga dapat merangsang produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit.
Pada sebagian orang, terutama kulit yang lebih mudah mengalami hiperpigmentasi, hal ini dapat memicu noda gelap atau membuat bekas jerawat tampak lebih lama memudar.
Namun, penting untuk dipahami bahwa intensitas blue light dari layar gadget jauh lebih rendah dibanding matahari
Studi dan data klinis menunjukkan kemungkinan dampak dari layar komputer atau ponsel terhadap kulit jauh lebih kecil daripada paparan cahaya tampak dari sinar matahari langsung. Bahkan, banyak ahli menilai bahwa screen exposure sehari-hari umumnya tidak menjadi penyebab utama kulit kusam.
Kenapa kulit terasa kusam setelah seharian bekerja di depan laptop?
Biasanya penyebabnya adalah kombinasi beberapa faktor, seperti:
•ruangan ber-AC yang membuat kulit kehilangan kelembapan
•kurang minum air
•tidur yang tidak cukup
•stres kerja
•jarang memakai pelembap
•posisi duduk dekat jendela yang terkena sinar matahari
Faktor terakhir sering luput dari perhatian. Banyak orang mengira karena berada di dalam rumah, kulit aman dari cahaya. Padahal, sinar UVA dan sebagian visible light tetap dapat menembus kaca jendela, sehingga kulit tetap menerima paparan yang lebih signifikan dibanding layar laptop itu sendiri.
Karena itu, jika bekerja dekat jendela besar atau ruangan terang, penggunaan sunscreen broad spectrum SPF 30–50 tetap dianjurkan.
Untuk perlindungan tambahan terhadap visible light, beberapa dermatolog menyarankan sunscreen tinted yang mengandung iron oxides, terutama bagi kulit yang mudah mengalami flek atau PIH (post-inflammatory hyperpigmentation).
Jadi, blue light dari laptop memang dapat memberi efek pada kulit, tetapi bukan faktor utama. Yang lebih penting adalah menjaga hidrasi kulit, tidur cukup, dan tetap memakai sunscreen terutama saat bekerja dekat jendela.
Next News

Jalan Kaki Setelah Makan, Ini yang Terjadi pada Tubuh dan Manfaatnya
in 6 hours

Berapa Kali Sebaiknya Cuci Muka dalam Sehari? Ini Waktu yang Ideal
in 6 hours

Usia 50 Tahun Masih Boleh Makan Daging Kambing? Ini Penjelasannya
in 6 hours

6 Daun untuk Bantu Atasi Susah BAB, Mana yang Paling Efektif?
in 5 hours

Minum Kopi Hitam Setiap Hari, Ini Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
in 5 hours

Pengaruh Pola Tidur terhadap Kesehatan dan Kecantikan Kulit
in 4 hours

Perbandingan Minuman Bersoda dan Minuman Alami bagi Tubuh
in 5 hours

Manfaat Sayuran Hijau bagi Kesehatan Tubuh
in 5 hours

Dampak Sering Mengonsumsi Makanan Cepat Saji bagi Kesehatan
in 5 hours

Pengaruh Pertemanan terhadap Perilaku dan Kepribadian Remaja
in 5 hours





