Salmonella Bisa Masuk ke Tubuh Lewat Makanan, Ini yang Perlu Diwaspadai
Laila - Friday, 02 October 2026 | 01:30 PM


Salmonella merupakan kelompok bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Bakteri ini cukup dikenal karena dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.
Seseorang dapat terpapar Salmonella ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bakteri tersebut. Kontaminasi dapat terjadi pada berbagai tahap, mulai dari produksi bahan pangan, pengolahan, penyimpanan hingga makanan siap disantap.
Beberapa jenis makanan yang perlu diperhatikan antara lain telur dan produk olahannya, daging unggas, daging, serta makanan yang menggunakan bahan mentah atau kurang matang. Buah dan sayuran juga dapat terkontaminasi jika terkena air atau permukaan yang mengandung bakteri.
Salah satu masalah yang perlu diperhatikan adalah makanan yang terlihat, berbau, dan terasa normal belum tentu bebas dari bakteri. Karena itu, keamanan makanan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan tampilan atau aroma.
Cara pengolahan menjadi salah satu faktor penting. Memasak makanan hingga matang dapat membantu membunuh bakteri berbahaya. Sebaliknya, makanan yang masih mentah atau kurang matang memiliki risiko kontaminasi yang lebih tinggi.
Kebersihan tangan juga berperan dalam mencegah penyebaran Salmonella. Tangan sebaiknya dicuci menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, serta setelah menangani bahan makanan mentah.
Peralatan memasak dan permukaan dapur juga perlu dijaga kebersihannya. Bahan makanan mentah, terutama daging dan telur, sebaiknya tidak bersentuhan dengan makanan yang sudah matang karena dapat menyebabkan kontaminasi silang.
Setelah masuk ke tubuh, infeksi Salmonella dapat menyebabkan sejumlah gangguan pencernaan. Gejalanya dapat berupa diare, demam, sakit atau kram perut, mual, dan muntah. Keluhan biasanya muncul beberapa waktu setelah seseorang terpapar bakteri.
Tingkat keparahan infeksi dapat berbeda pada setiap orang. Sebagian orang dapat mengalami gejala yang relatif ringan, tetapi infeksi dapat menjadi lebih serius pada kelompok tertentu, seperti anak kecil, orang lanjut usia, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Karena itu, pencegahan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan makanan. Memasak bahan pangan dengan benar, mencuci tangan, menjaga kebersihan peralatan, menyimpan makanan pada kondisi yang tepat, serta mencegah kontak antara makanan mentah dan matang dapat membantu mengurangi risiko paparan.
Jika seseorang mengalami diare atau muntah yang berat, demam tinggi, tanda dehidrasi, atau keluhan yang tidak membaik, sebaiknya segera mendapatkan pertolongan medis. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah kondisi menjadi lebih serius.
Pada akhirnya, Salmonella bukan hanya persoalan makanan yang terlihat kotor. Kontaminasi bakteri dapat terjadi tanpa mengubah rasa, bau, maupun tampilan makanan. Oleh karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan dan mengolah makanan secara aman menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko infeksi.
Next News

Kenapa Kucing Mengibaskan Ekor dalam Situasi Tertentu?
in 4 hours

Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Sering Terjadi pada Tubuh
in 4 hours

Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Sering Terjadi pada Tubuh
in 4 hours

Minum Air Putih yang Cukup Bisa Mendukung Program Diet
in 3 hours

Sulit Berkonsentrasi di Ruangan Berisik, Begini Cara Otak Meresponsnya
2 hours ago

Jamur Banyak Muncul Setelah Hujan, Begini Kondisi yang Membuatnya Cepat Tumbuh
2 hours ago

Mengapa Semut Bisa Menemukan Makanan dengan Cepat?
2 hours ago

Kerokan Saat Badan Meriang, Apakah Benar Membantu atau Hanya Membuat Kulit Memerah?
6 hours ago

Rutin Minum Air Hangat Setelah Bangun Tidur, Ini yang Terjadi pada Tubuh
6 hours ago

Kebiasaan Makan Larut Malam Bisa Membuat Tubuh Mengalami Perubahan Ini
6 hours ago





