Selasa, 22 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Ring Jantung dan Operasi Bypass, Apa Bedanya?

Tata - Tuesday, 22 September 2026 | 08:25 AM

Background
Ring Jantung dan Operasi Bypass, Apa Bedanya?

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Jika aliran darah menuju jantung terganggu, seseorang dapat mengalami keluhan seperti nyeri dada atau sesak, dan pada kondisi tertentu penyumbatan dapat menyebabkan serangan jantung.

Dalam menangani penyumbatan pembuluh darah jantung, terdapat beberapa metode yang dapat dipertimbangkan. Dua di antaranya adalah pemasangan ring jantung dan operasi bypass jantung. Walaupun sama-sama bertujuan meningkatkan aliran darah ke jantung, kedua tindakan tersebut tidak dilakukan dengan cara yang sama.

Ring jantung merupakan istilah yang umum digunakan untuk pemasangan stent pada pembuluh darah jantung. Prosedur ini biasanya dilakukan melalui tindakan yang disebut angioplasti koroner. Dokter memasukkan kateter, yaitu selang tipis dan fleksibel, melalui pembuluh darah menuju arteri jantung yang mengalami penyempitan.

Setelah mencapai bagian pembuluh yang bermasalah, balon kecil pada ujung kateter dapat dikembangkan untuk membantu membuka area yang menyempit. Selanjutnya, stent atau penyangga berbentuk tabung kecil ditempatkan di dalam pembuluh darah. Stent berfungsi membantu menjaga pembuluh tersebut tetap terbuka sehingga darah dapat mengalir dengan lebih baik.

Karena dilakukan menggunakan kateter, pemasangan stent tidak sama dengan operasi jantung terbuka. Namun, prosedur ini tetap merupakan tindakan medis yang membutuhkan pemeriksaan dan pertimbangan dokter. Setelah pemasangan stent, pasien juga biasanya membutuhkan obat-obatan tertentu untuk membantu mencegah terbentuknya bekuan darah pada stent.



Berbeda dengan ring jantung, operasi bypass arteri koroner atau coronary artery bypass graft (CABG) dilakukan dengan membuat jalur baru bagi aliran darah. Dokter menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh tertentu, seperti dada atau kaki, untuk membuat saluran yang melewati bagian pembuluh darah koroner yang mengalami penyumbatan.

Dengan adanya jalur baru tersebut, darah dapat mencapai bagian otot jantung yang sebelumnya mengalami gangguan pasokan akibat penyumbatan. Bypass merupakan prosedur pembedahan yang lebih kompleks dibandingkan pemasangan stent dan membutuhkan proses pemulihan setelah operasi.

Salah satu perbedaan penting antara kedua prosedur tersebut adalah cara mengatasi pembuluh darah yang bermasalah. Pemasangan ring dilakukan dengan membuka bagian pembuluh yang menyempit dan memasang penyangga agar tetap terbuka. Sementara itu, bypass membuat jalur baru sehingga aliran darah dapat melewati bagian pembuluh yang mengalami penyumbatan.

Perbedaan lainnya berkaitan dengan kondisi pasien. Tidak semua penyumbatan pembuluh darah dapat ditangani dengan metode yang sama. Pada sebagian pasien, pemasangan stent dapat menjadi pilihan, sedangkan pada kondisi tertentu dokter dapat mempertimbangkan operasi bypass, terutama ketika terdapat penyumbatan yang lebih kompleks atau melibatkan beberapa pembuluh darah.

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi pembuluh darah jantung. Pemeriksaan dapat membantu melihat lokasi, jumlah, dan tingkat penyempitan atau penyumbatan. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan strategi pengobatan.



Faktor lain juga dapat ikut dipertimbangkan, seperti kondisi kesehatan secara keseluruhan, fungsi jantung, penyakit penyerta, serta karakteristik penyumbatan. Karena itu, seseorang tidak sebaiknya menentukan sendiri apakah membutuhkan ring atau bypass hanya berdasarkan gejala yang dirasakan.

Baik pemasangan ring maupun operasi bypass juga bukan berarti seseorang dapat mengabaikan faktor risiko penyakit jantung setelah menjalani prosedur. Pengobatan tetap perlu disertai dengan pengendalian faktor risiko sesuai anjuran dokter. Pola makan, aktivitas fisik, tekanan darah, kadar kolesterol, kadar gula darah, kebiasaan merokok, serta penggunaan obat sesuai resep dapat menjadi bagian dari perawatan jangka panjang.

Penting pula dipahami bahwa ring jantung dan bypass bukan dua prosedur yang bisa dipilih secara bebas seperti memilih pengobatan biasa. Keduanya memiliki indikasi, manfaat, risiko, dan proses pemulihan yang berbeda. Keputusan tindakan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien setelah mendapatkan evaluasi medis.

Jadi, perbedaan sederhananya adalah ring jantung membantu membuka dan mempertahankan bagian pembuluh darah yang menyempit, sedangkan bypass membuat jalur baru untuk mengalirkan darah melewati pembuluh yang mengalami penyumbatan. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah akan menentukan pendekatan yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien.