Mitos atau Fakta, Ikan Kiamat Bisa Memprediksi Bencana?
Tata - Tuesday, 22 September 2026 | 09:16 AM


Ikan kiamat merupakan sebutan populer untuk oarfish, salah satu jenis ikan laut yang memiliki bentuk tubuh panjang dan dapat berukuran sangat besar. Ikan ini hidup di laut dalam sehingga jarang terlihat oleh manusia. Kemunculannya di perairan dangkal atau terdampar di pantai sering menarik perhatian karena bentuknya yang tidak biasa.
Di sejumlah masyarakat, kemunculan oarfish kemudian dikaitkan dengan datangnya bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami. Kepercayaan tersebut bahkan sudah lama beredar di beberapa wilayah yang memiliki budaya dan cerita rakyat tentang ikan laut dalam sebagai pertanda buruk.
Lalu, apakah ikan kiamat benar-benar bisa memprediksi bencana?
Hingga kini, belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa oarfish dapat mengetahui gempa bumi atau tsunami sebelum manusia dan kemudian muncul ke permukaan sebagai tanda akan terjadinya bencana. Kemunculan ikan tersebut tidak dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini untuk memprediksi gempa.
Memang benar bahwa sejumlah hewan memiliki kemampuan sensorik yang berbeda dengan manusia. Hewan dapat merespons perubahan tekanan, getaran, suara, suhu, medan elektromagnetik, atau kondisi lingkungan tertentu. Namun, kemampuan merasakan perubahan lingkungan tidak otomatis berarti hewan dapat memprediksi kapan gempa besar akan terjadi.
Salah satu alasan oarfish sering dikaitkan dengan gempa adalah karena beberapa laporan mengenai kemunculannya pernah terjadi sebelum atau setelah peristiwa gempa. Hubungan seperti ini kemudian mudah dianggap sebagai pola. Padahal, kemunculan ikan dan kejadian gempa secara berdekatan waktunya belum membuktikan adanya hubungan sebab-akibat.
Oarfish sendiri merupakan penghuni laut dalam. Karena habitatnya berada jauh di bawah permukaan, alasan ikan ini muncul ke perairan dangkal dapat bermacam-macam. Kondisi kesehatan, perubahan lingkungan laut, arus, gangguan habitat, atau faktor biologis tertentu dapat berperan.
Dalam beberapa kasus, ikan laut dalam yang ditemukan di dekat pantai juga bisa mengalami kondisi yang membuatnya tidak mampu bertahan hidup. Karena itu, kemunculan satu atau beberapa oarfish di permukaan tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa akan terjadi gempa atau tsunami.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jumlah kemunculan oarfish. Jika ikan yang biasanya jarang terlihat kemudian ditemukan, peristiwa tersebut memang dapat menjadi fenomena menarik untuk diteliti. Namun, peneliti perlu mengumpulkan data dalam jumlah besar dan membandingkannya dengan catatan gempa untuk mengetahui apakah benar terdapat pola yang konsisten.
Dalam ilmu pengetahuan, suatu klaim mengenai kemampuan hewan memprediksi bencana perlu diuji secara sistematis. Para peneliti tidak hanya melihat kejadian yang kebetulan terjadi sebelum gempa, tetapi juga harus memperhitungkan kemunculan ikan ketika tidak terjadi gempa.
Jika oarfish benar-benar dapat menjadi indikator gempa, seharusnya kemunculan ikan tersebut secara konsisten diikuti oleh gempa dalam kondisi tertentu. Tanpa pola yang dapat diuji dan diulang, hubungan tersebut masih berada pada tingkat dugaan atau kepercayaan masyarakat.
Gempa bumi sendiri merupakan fenomena geologi yang terjadi akibat pelepasan energi di dalam bumi, umumnya berkaitan dengan pergerakan atau aktivitas pada patahan. Prediksi gempa secara tepat, seperti menentukan lokasi, waktu, dan magnitudo sebelum kejadian, merupakan persoalan ilmiah yang sangat kompleks.
Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya menjadikan kemunculan ikan kiamat sebagai dasar untuk menentukan apakah suatu wilayah akan mengalami gempa atau tsunami. Informasi mengenai potensi bencana sebaiknya mengacu pada lembaga resmi dan sistem peringatan dini yang tersedia.
Meski begitu, keberadaan mitos mengenai oarfish tetap menarik dari sisi budaya dan ilmu pengetahuan. Kepercayaan tersebut menunjukkan bagaimana manusia sejak dahulu berusaha mencari hubungan antara perilaku alam dan kejadian besar yang sulit diprediksi.
Jadi, anggapan bahwa ikan kiamat dapat memprediksi bencana masih termasuk mitos jika dimaknai sebagai kemampuan meramalkan gempa atau tsunami secara akurat. Oarfish memang dapat merespons lingkungannya seperti hewan lainnya, tetapi belum ada bukti kuat bahwa kemunculannya dapat digunakan untuk meramalkan bencana.
Next News

Nyamuk Ternyata Bisa Mencium Bau Tubuh Manusia dari Jarak Tertentu
in 6 hours

Aroma Rosemary yang Khas, Ternyata Tanaman Ini Punya Banyak Kegunaan
in 6 hours

Seberapa Cepat Macan Tutul Berlari Saat Mengejar Mangsa?
in 6 hours

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Mandi dengan Air Panas?
in 6 hours

5 Campuran Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Berlebihan
in 6 hours

Makan Durian Terlalu Banyak, Ini Efek yang Bisa Muncul pada Perut
in 6 hours

Bukan Cuma Masalah Gigi, Ini Penyebab Napas Bisa Berbau
in 5 hours

Makanan Manis Sebelum Tidur, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
in 5 hours

Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Marmut dan Hamster
in 5 hours

Unik dan Jarang Diketahui, Buah Kaktus Ternyata Bisa Diolah Jadi Makanan
in 5 hours





