Minggu, 24 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mitos atau Fakta: Benarkah Kurang Sinar Matahari Bisa Membuat Mood Berantakan?

Laila - Sunday, 24 May 2026 | 06:10 PM

Background
Mitos atau Fakta: Benarkah Kurang Sinar Matahari Bisa Membuat Mood Berantakan?

Benarkah Kurang Sinar Matahari Bisa Memengaruhi Mood?

Banyak orang merasa suasana hati menjadi lebih buruk saat cuaca mendung atau ketika terlalu lama berada di dalam ruangan. Ternyata, kondisi tersebut bukan sekadar sugesti atau perasaan semata. Secara ilmiah, kurangnya paparan sinar matahari memang dapat memengaruhi mood dan kesehatan mental seseorang.

Tubuh manusia membutuhkan cahaya matahari untuk membantu mengatur berbagai fungsi biologis, termasuk produksi hormon yang berkaitan dengan emosi dan energi. Karena itu, tidak heran jika seseorang lebih mudah merasa lelah, murung, atau kehilangan semangat ketika jarang terpapar sinar matahari.

Hubungan Sinar Matahari dan Hormon Kebahagiaan

Salah satu alasan utama mengapa sinar matahari penting bagi suasana hati adalah pengaruhnya terhadap hormon serotonin. Hormon ini berfungsi membantu seseorang merasa lebih tenang, fokus, dan bahagia.

Saat mata menerima cahaya matahari, otak akan mengirim sinyal untuk meningkatkan produksi serotonin. Sebaliknya, ketika paparan cahaya berkurang, kadar serotonin dapat menurun sehingga seseorang lebih rentan mengalami perubahan mood, stres, hingga kecemasan.

Selain serotonin, tubuh juga memiliki hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Produksi melatonin biasanya meningkat saat malam atau kondisi gelap. Jika tubuh kurang mendapat cahaya matahari pada siang hari, ritme hormon ini dapat terganggu sehingga menyebabkan rasa kantuk berlebihan dan tubuh terasa kurang bertenaga.



Mengenal Seasonal Affective Disorder (SAD)

Dalam dunia medis, terdapat kondisi yang disebut Seasonal Affective Disorder (SAD), yaitu gangguan suasana hati yang dipengaruhi perubahan musim dan kurangnya sinar matahari. Kondisi ini umum terjadi di negara dengan empat musim, terutama saat musim dingin ketika intensitas cahaya matahari menurun drastis.

Gejala SAD dapat berupa perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan energi, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan tidur. Meski Indonesia merupakan negara tropis dengan sinar matahari melimpah, gaya hidup modern membuat banyak orang jarang terpapar cahaya alami.

Aktivitas bekerja di ruangan tertutup, terlalu lama menatap layar, serta kurang beraktivitas di luar ruangan dapat menyebabkan tubuh tetap kekurangan paparan sinar matahari.

Peran Vitamin D terhadap Kesehatan Mental

Paparan sinar matahari juga membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Vitamin ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari menjaga kesehatan tulang hingga mendukung sistem imun.

Tidak hanya itu, penelitian menunjukkan bahwa vitamin D juga memiliki hubungan dengan kesehatan mental. Kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko depresi, kecemasan, dan perubahan suasana hati.



Karena itu, menjaga kadar vitamin D tetap optimal menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menjaga kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.

Cara Mendapatkan Manfaat Sinar Matahari dengan Aman

Untuk memperoleh manfaat sinar matahari, seseorang tidak perlu berjemur terlalu lama hingga kulit terbakar. Paparan cahaya matahari selama 10 hingga 15 menit pada pagi hari umumnya sudah cukup membantu tubuh memproduksi vitamin D dan menjaga keseimbangan hormon.

Bagi pekerja kantoran atau orang yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, cobalah meluangkan waktu berjalan kaki di luar ruangan saat pagi atau siang hari. Membuka jendela rumah agar cahaya alami masuk juga dapat membantu tubuh mendapatkan stimulasi cahaya yang dibutuhkan.

Selain itu, menjaga pola tidur, rutin berolahraga, dan mengurangi stres juga penting untuk mendukung kesehatan mental secara menyeluruh.

Anggapan bahwa kurang sinar matahari dapat memengaruhi mood bukanlah mitos, melainkan fakta yang didukung penjelasan ilmiah. Paparan cahaya matahari berperan penting dalam membantu produksi hormon serotonin, mengatur ritme tidur, serta mendukung pembentukan vitamin D.



Kurangnya paparan sinar matahari dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lelah, murung, dan kehilangan semangat. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan aktivitas di dalam dan luar ruangan menjadi langkah sederhana namun penting untuk mendukung kesehatan mental.

Matahari bukan hanya sumber cahaya bagi bumi, tetapi juga memiliki peran besar dalam membantu tubuh dan pikiran tetap sehat.