Jumat, 25 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mata Terasa Panas dan Perih? Ini Beberapa Penyebab yang Sering Terjadi

Tata - Friday, 25 September 2026 | 08:31 AM

Background
Mata Terasa Panas dan Perih? Ini Beberapa Penyebab yang Sering Terjadi

Mata terasa panas dan perih merupakan keluhan yang cukup sering dialami. Sensasinya bisa berupa rasa terbakar, seperti ada benda asing di dalam mata, terasa mengganjal, gatal, atau bahkan membuat mata berair.

Keluhan tersebut dapat muncul sesekali dan membaik setelah mata beristirahat. Namun, jika rasa panas dan perih sering berulang atau berlangsung cukup lama, penyebabnya perlu diperhatikan karena tidak selalu disebabkan oleh kelelahan.

Salah satu penyebab yang umum adalah mata kering. Kondisi ini terjadi ketika mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup dari air mata atau kualitas lapisan air mata tidak mampu menjaga permukaan mata tetap nyaman. Akibatnya, mata dapat terasa kering, panas, perih, berpasir, atau mudah lelah.

Mata kering juga dapat terjadi ketika seseorang terlalu lama menatap layar komputer, ponsel, atau televisi. Saat berkonsentrasi melihat layar, frekuensi berkedip biasanya berkurang. Padahal, berkedip membantu menyebarkan lapisan air mata ke permukaan mata. Jika terlalu jarang berkedip, permukaan mata dapat lebih cepat mengalami kekeringan.

Paparan debu dan asap juga bisa membuat mata terasa panas. Partikel kecil yang masuk ke mata dapat mengiritasi permukaan mata dan memicu respons berupa rasa perih serta produksi air mata yang lebih banyak. Asap rokok, polusi udara, atau udara yang terlalu kering juga dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada mata.



Penyebab lainnya adalah alergi. Mata yang mengalami alergi biasanya terasa gatal, berair, merah, dan terkadang terasa panas atau perih. Keluhan dapat muncul setelah seseorang terpapar pemicu tertentu, seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau alergen lain.

Penggunaan lensa kontak juga perlu diperhatikan. Lensa kontak yang digunakan terlalu lama, tidak dibersihkan dengan benar, atau tidak sesuai dengan kondisi mata dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Mata bisa terasa kering, merah, panas, atau perih.

Jika menggunakan lensa kontak, kebersihan tangan dan perawatan lensa menjadi hal penting. Lensa yang tidak dirawat dengan baik dapat meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi pada mata.

Selain itu, produk yang digunakan di sekitar wajah dapat menjadi pemicu. Kosmetik, pembersih wajah, krim, atau produk rambut yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi. Bahkan, produk yang sebenarnya aman untuk kulit belum tentu nyaman jika terkena permukaan mata.

Rasa panas dan perih juga dapat muncul setelah terkena air atau bahan tertentu. Misalnya, air kolam renang yang mengandung bahan kimia dapat membuat mata terasa kering atau teriritasi pada sebagian orang.



Kebiasaan mengucek mata juga sebaiknya dihindari ketika mata terasa tidak nyaman. Mengucek mata dapat memperparah iritasi, terutama jika tangan dalam keadaan tidak bersih. Gesekan berulang juga dapat membuat permukaan mata semakin teriritasi.

Pada kondisi tertentu, mata terasa panas dan perih dapat berhubungan dengan peradangan atau infeksi mata. Biasanya terdapat gejala lain yang menyertai, seperti mata merah, kelopak mata bengkak, berair berlebihan, atau keluarnya cairan dari mata.

Karena penyebabnya cukup beragam, gejala yang menyertai perlu diperhatikan. Mata yang terasa perih setelah terlalu lama menatap layar tentu berbeda dengan mata yang terasa sakit disertai penurunan penglihatan atau keluarnya cairan.

Untuk membantu mengurangi keluhan ringan, mata dapat diberikan waktu untuk beristirahat. Jika banyak bekerja di depan layar, lakukan jeda secara berkala dan biasakan berkedip. Hindari paparan asap, debu, dan udara yang terlalu kering jika memungkinkan.

Jika mata terasa kering, air mata buatan dapat digunakan pada kondisi tertentu untuk membantu memberikan pelumasan. Namun, pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, terutama jika keluhan sering terjadi.



Jangan menggunakan obat tetes mata secara sembarangan, terutama obat yang ditujukan untuk mengatasi mata merah atau mengandung bahan tertentu tanpa mengetahui penyebab keluhannya. Jika masalah terus berulang, pemeriksaan dokter mata lebih tepat untuk menentukan penyebab dan penanganannya.

Segera mencari pertolongan medis jika rasa panas atau perih pada mata disertai nyeri berat, penglihatan tiba-tiba menurun atau terganggu, sangat sensitif terhadap cahaya, mata mengalami cedera, terdapat benda asing yang sulit dikeluarkan, atau muncul kemerahan yang berat. Gejala seperti itu membutuhkan penilaian medis agar penyebab yang lebih serius dapat segera ditangani.

Dengan demikian, mata terasa panas dan perih bisa disebabkan oleh hal sederhana seperti mata kering, terlalu lama menatap layar, debu, asap, atau alergi. Namun, keluhan yang menetap atau disertai gejala lain tidak sebaiknya diabaikan karena dapat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.