Mata Gurita Punya Kemampuan Unik, Begini Cara Hewan Ini Melihat
Tata - Sunday, 27 September 2026 | 02:48 PM


Gurita dikenal sebagai salah satu hewan laut dengan kemampuan tubuh yang sangat menarik. Hewan yang memiliki delapan lengan ini bukan hanya terkenal karena kemampuannya mengubah warna dan bentuk tubuh, tetapi juga memiliki sistem penglihatan yang cukup kompleks.
Mata gurita sekilas terlihat mirip dengan mata manusia karena sama-sama memiliki struktur seperti pupil dan lensa. Namun, cara kerja mata gurita memiliki sejumlah perbedaan penting. Sistem penglihatannya berkembang untuk membantu hewan ini menghadapi kondisi lingkungan bawah laut yang penuh dengan perubahan cahaya dan berbagai objek.
Salah satu kemampuan menarik dari mata gurita adalah kemampuannya mendeteksi cahaya dan membentuk gambaran lingkungan di sekitarnya. Mata tersebut membantu gurita mengenali objek, menemukan mangsa, menghindari predator, serta menentukan arah ketika bergerak.
Gurita memiliki pupil yang bentuknya berbeda dari manusia. Pada beberapa jenis gurita, pupil dapat berbentuk seperti celah horizontal. Bentuk tersebut memungkinkan mata menyesuaikan diri dengan kondisi cahaya di lingkungan tempat gurita hidup.
Struktur mata gurita juga memiliki lensa yang dapat membantu memfokuskan cahaya. Namun, ada perbedaan penting dalam posisi retina dibandingkan mata manusia. Pada manusia, saraf yang membawa informasi visual keluar dari retina menyebabkan adanya titik buta. Sementara itu, struktur mata gurita tidak memiliki susunan saraf yang sama sehingga tidak memiliki titik buta dengan cara yang sama seperti manusia.
Perbedaan tersebut merupakan hasil perkembangan evolusi yang terpisah antara hewan bertulang belakang dan cephalopoda seperti gurita.
Kemampuan penglihatan gurita juga sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan laut. Cahaya yang masuk ke dalam air dapat berubah intensitas dan kualitasnya tergantung kedalaman, kejernihan air, serta waktu. Gurita harus mampu memanfaatkan informasi visual yang tersedia untuk beraktivitas di lingkungan tersebut.
Menariknya, gurita diketahui sangat peka terhadap cahaya. Mata mereka dapat membantu mendeteksi perubahan tingkat pencahayaan sehingga hewan ini dapat menyesuaikan perilakunya dengan kondisi lingkungan.
Penglihatan menjadi semakin penting ketika gurita sedang mencari makanan. Hewan ini dapat menggunakan informasi visual untuk mengenali objek yang berada di sekitarnya. Namun, gurita tidak hanya mengandalkan mata. Lengan dan pengisapnya juga memiliki kemampuan sensorik yang sangat kuat sehingga membantu gurita mengenali kondisi lingkungan melalui sentuhan dan rangsangan kimia.
Dengan kata lain, gurita menggunakan lebih dari satu sistem sensorik untuk memahami lingkungan. Mata memberikan informasi visual, sedangkan lengan dan pengisap membantu mendeteksi berbagai rangsangan ketika gurita berinteraksi dengan benda di sekitarnya.
Hal menarik lainnya adalah kemampuan gurita dalam mengenali kontras. Sistem visualnya sangat membantu ketika harus membedakan objek dari latar belakang. Kemampuan ini dapat berguna ketika gurita mencari mangsa atau mencoba menghindari ancaman.
Meski begitu, kemampuan penglihatan gurita tidak sama dengan kemampuan manusia dalam melihat warna. Gurita diketahui memiliki satu jenis utama sel fotoreseptor yang berperan dalam mendeteksi cahaya. Karena itu, para peneliti telah lama mempelajari bagaimana hewan ini dapat merespons lingkungan yang memiliki berbagai warna meskipun sistem penglihatannya berbeda dari manusia.
Gurita juga memiliki kemampuan yang sangat menarik dalam mengubah warna dan pola tubuh. Perubahan tersebut dikendalikan oleh sistem saraf dan organ khusus pada kulit, seperti kromatofor. Kemampuan ini dapat digunakan untuk kamuflase, komunikasi, maupun respons terhadap lingkungan.
Penglihatan kemungkinan memiliki peran dalam membantu gurita menentukan bagaimana tubuhnya merespons keadaan sekitar. Misalnya, informasi visual dari lingkungan dapat membantu gurita menyesuaikan pola tubuh ketika bersembunyi di antara batu, pasir, atau terumbu.
Mata gurita juga dapat bergerak dan menyesuaikan orientasinya terhadap lingkungan. Hal ini membantu hewan tersebut mempertahankan pandangan ketika tubuhnya bergerak dengan berbagai cara.
Keunikan mata gurita semakin menarik jika dibandingkan dengan mata manusia. Kedua jenis mata tersebut memiliki beberapa kemiripan dalam fungsi dasar, seperti menggunakan lensa untuk memfokuskan cahaya dan retina untuk menerima informasi visual. Namun, keduanya berkembang melalui jalur evolusi yang berbeda.
Karena itu, kemiripan tersebut tidak berarti mata gurita dan mata manusia memiliki sejarah evolusi yang sama. Struktur yang memiliki fungsi serupa dapat muncul melalui proses evolusi yang berbeda ketika organisme menghadapi kebutuhan lingkungan yang mirip.
Penglihatan gurita juga menjadi salah satu contoh bagaimana hewan laut dapat memiliki sistem sensorik yang sangat kompleks. Gurita harus menghadapi perubahan cahaya, kondisi air, predator, serta mangsa yang bergerak. Sistem penglihatan yang dimilikinya membantu hewan tersebut mengumpulkan informasi dari lingkungan.
Tidak hanya itu, kemampuan gurita dalam memproses informasi visual juga berkaitan dengan sistem sarafnya yang berkembang cukup kompleks. Sebagian besar neuron gurita berada di bagian tubuhnya, termasuk pada lengan. Hal tersebut membuat lengan gurita memiliki kemampuan sensorik dan motorik yang sangat menonjol.
Ketika bergerak, mencari makanan, atau bersembunyi, gurita dapat menggabungkan informasi dari mata dengan rangsangan yang diterima melalui tubuh dan lengannya.
Jadi, mata gurita bukan sekadar alat untuk melihat benda di sekitarnya. Organ tersebut merupakan bagian dari sistem sensorik yang membantu gurita bertahan hidup di lingkungan laut.
Kemampuan mata gurita dalam mendeteksi cahaya, mengenali bentuk dan kontras, serta memberikan informasi mengenai lingkungan menjadi salah satu contoh menarik dari adaptasi hewan. Ditambah dengan kemampuan mengubah warna dan menggunakan lengan sebagai organ sensorik, gurita memiliki cara yang sangat kompleks untuk berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.
Fakta mengenai mata gurita juga menunjukkan bahwa cara hewan melihat dunia tidak selalu sama dengan manusia. Setiap spesies memiliki sistem penglihatan yang berkembang sesuai kebutuhan dan habitatnya.
Dengan sistem mata yang unik dan kemampuan sensorik yang sangat berkembang, gurita mampu menjalani kehidupan di lingkungan laut dengan berbagai tantangan. Kemampuan tersebut membantu hewan ini mencari makanan, menghindari bahaya, mengenali lingkungan, dan menyesuaikan diri dengan kondisi sekitarnya.
Next News

Makan Alpukat Setiap Hari, Apa yang Bisa Terjadi pada Tubuh?
18 minutes ago

Air Jeruk Nipis Sering Dianggap Menyehatkan, Apa yang Perlu Diketahui?
20 minutes ago

4 Makanan yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Menjaga Kesehatan Ginjal
21 minutes ago

Makan Pepaya Setiap Hari, Apakah Baik untuk Tubuh?
27 minutes ago

Makan Daging Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
37 minutes ago

Minum Kopi Bikin Ingin Buang Air Besar? Ternyata Ada Penjelasannya
40 minutes ago

Kenapa Gigi Hiu Bisa Tumbuh dan Berganti Berkali-kali?
44 minutes ago

Mengapa Bawang Putih Perlu Dicincang atau Digeprek Sebelum Dimasak?
38 minutes ago

Kenapa Penghapus Pensil Bisa Mengangkat Grafit dari Kertas?
an hour ago

Kenapa Outfit Monokrom Selalu Terlihat Elegan?
an hour ago





