Senin, 14 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Manfaat Minum Matcha Setiap Hari, Benarkah Baik untuk Kesehatan? Atau Sebaliknya?

RAU - Monday, 14 September 2026 | 06:23 PM

Background
Manfaat Minum Matcha Setiap Hari, Benarkah Baik untuk Kesehatan? Atau Sebaliknya?

Matcha belakangan semakin populer dan mudah ditemukan di berbagai platform media sosial. Mulai dari TikTok hingga Instagram, banyak orang membagikan kebiasaan minum secangkir matcha sebagai bagian dari rutinitas pagi mereka.

Minuman berwarna hijau pekat ini memang terlihat menarik. Namun, popularitas matcha ternyata bukan sekadar tren media sosial.

Matcha merupakan teh hijau berbentuk bubuk yang berasal dari Jepang dan telah menjadi bagian dari tradisi minum teh di negara tersebut selama berabad-abad. Berbeda dari teh hijau biasa yang diseduh kemudian ampasnya dibuang, matcha dibuat dari daun teh yang dihaluskan hingga menjadi bubuk sehingga seluruh bagian bubuknya ikut dikonsumsi.

Selain diminum sebagai teh, matcha kini digunakan dalam berbagai makanan dan minuman, seperti latte, kue, oatmeal, es krim, hingga berbagai kreasi lainnya.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat matcha begitu populer? Salah satunya adalah kandungan senyawa alaminya, termasuk kafein, L-theanine, dan katekin seperti EGCG yang memiliki aktivitas antioksidan.



1. Membantu Tubuh Tetap Fokus dan Waspada

Salah satu alasan orang memilih matcha sebagai teman memulai hari adalah kandungan kafeinnya.

Namun, matcha juga mengandung L-theanine, yaitu asam amino yang banyak ditemukan pada tanaman teh. Kombinasi kafein dan L-theanine telah diteliti dapat memberikan efek pada perhatian dan kewaspadaan.

Karena itu, sebagian orang merasa lebih fokus setelah minum matcha tanpa merasa terlalu "melek" seperti setelah mengonsumsi minuman berkafein dalam jumlah besar.

Meski begitu, respons setiap orang terhadap kafein bisa berbeda. Ada yang merasa lebih berenergi, sementara yang lain justru dapat mengalami gelisah atau jantung berdebar jika mengonsumsinya terlalu banyak.

2. Berpotensi Mendukung Fungsi Otak

Kombinasi kafein dan L-theanine juga menjadi salah satu alasan matcha banyak dikaitkan dengan fungsi kognitif.



Kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, sedangkan L-theanine berpotensi memberikan efek yang lebih menenangkan. Beberapa penelitian menemukan bahwa kombinasi keduanya dapat membantu aspek tertentu dari perhatian dan performa kognitif.

Matcha juga mengandung katekin, terutama epigallocatechin gallate atau EGCG, yang memiliki sifat antioksidan.

Antioksidan membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Namun, bukan berarti minum matcha otomatis dapat mencegah penyakit otak seperti demensia. Penelitian mengenai manfaat jangka panjangnya terhadap kesehatan otak pada manusia masih terus berkembang.

3. Kaya Akan Antioksidan

Matcha dikenal sebagai salah satu jenis teh yang kaya akan senyawa antioksidan.

Salah satunya adalah katekin. Senyawa ini dapat membantu melawan radikal bebas yang berlebihan di dalam tubuh.



Karena matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk daun teh, seseorang ikut mengonsumsi komponen daun tersebut, bukan hanya air hasil seduhannya.

Namun, penting untuk tidak menganggap antioksidan sebagai "obat segala penyakit". Manfaat kesehatan dari pola makan tetap dipengaruhi oleh keseluruhan pola hidup, bukan hanya satu jenis minuman.

4. Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung

Kandungan katekin dalam teh hijau juga banyak diteliti karena kaitannya dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sejumlah penelitian terhadap konsumsi teh menunjukkan adanya kemungkinan manfaat terhadap beberapa faktor risiko kardiovaskular, termasuk kadar kolesterol dan tekanan darah.

Meski demikian, hasil penelitian dapat berbeda-beda tergantung jumlah konsumsi, kondisi seseorang, serta pola makan secara keseluruhan.



Jadi, matcha sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan atau cara tunggal untuk menjaga kesehatan jantung.

5. Bisa Menjadi Bagian dari Pola Makan Sehat

Matcha juga menarik karena dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk.

Jika dibuat tanpa tambahan gula berlebihan, matcha dapat menjadi pilihan minuman yang relatif sederhana. Bubuk matcha juga dapat dicampurkan ke oatmeal, yoghurt, smoothie, atau makanan lainnya.

Namun, manfaat tersebut bisa berbeda jika matcha dikonsumsi dalam bentuk minuman yang dipenuhi gula, sirup, krimer, atau topping tinggi kalori.

Jadi, kalau ingin menjadikan matcha sebagai bagian dari rutinitas, perhatikan juga bahan tambahan yang digunakan.



6. Bagaimana dengan Pencernaan?

Teh hijau dan senyawa katekin di dalamnya juga banyak diteliti terkait dengan mikrobiota usus dan sistem pencernaan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa komponen teh dapat berinteraksi dengan mikroorganisme di saluran pencernaan. Namun, bukti tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa matcha dapat mengatasi gangguan tertentu seperti IBS atau infeksi H. pylori.

Karena itu, matcha sebaiknya tidak dijadikan pengganti terapi medis ketika seseorang mengalami gangguan pencernaan.

Jika mengalami keluhan pencernaan yang menetap, pemeriksaan dan penanganan sesuai penyebab tetap diperlukan.

Bolehkah Minum Matcha Setiap Hari?

Pada dasarnya, matcha dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari bagi banyak orang. Namun, jumlah konsumsinya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan total asupan kafein dari makanan atau minuman lainnya.



Matcha tetap mengandung kafein. Jika dikonsumsi terlalu banyak, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein, minuman ini dapat menyebabkan sulit tidur, gelisah, jantung berdebar, atau gangguan pencernaan.

Karena itu, tidak perlu memaksakan diri minum matcha dalam jumlah banyak hanya karena sedang tren.

Selain jumlahnya, perhatikan juga waktu konsumsi. Jika kafein membuat tidur terganggu, sebaiknya hindari matcha terlalu dekat dengan waktu tidur.

Popularitas matcha memang tidak muncul tanpa alasan. Minuman ini mengandung berbagai senyawa menarik, termasuk kafein, L-theanine, dan katekin yang memiliki aktivitas biologis dan telah banyak diteliti.

Namun, manfaat tersebut bukan berarti matcha merupakan minuman ajaib yang dapat mencegah atau menyembuhkan berbagai penyakit.



Jika ingin mengonsumsinya setiap hari, pilih matcha dengan bahan tambahan yang tidak berlebihan dan sesuaikan jumlahnya dengan toleransi tubuh.

Pada akhirnya, kesehatan tidak ditentukan oleh satu cangkir matcha saja. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, serta kebiasaan hidup sehat tetap menjadi bagian yang jauh lebih penting.

Jadi, kalau kamu suka matcha, silakan menikmatinya. Bukan hanya karena tampilannya yang cantik di media sosial, tetapi juga karena rasanya yang khas dan kandungan alaminya yang menarik. Yang penting, jangan sampai tren membuat kita lupa bahwa secukupnya tetap lebih baik daripada berlebihan.