Selasa, 6 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Makan Terlalu Cepat Bikin Perut Tidak Nyaman, Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh?

Laila - Friday, 02 October 2026 | 01:16 PM

Background
Makan Terlalu Cepat Bikin Perut Tidak Nyaman, Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh?

Makan merupakan aktivitas yang dilakukan setiap hari, tetapi cara seseorang menyantap makanan ternyata dapat memengaruhi kenyamanan pencernaan. Salah satu kebiasaan yang cukup sering dilakukan adalah makan terlalu cepat karena terburu-buru mengejar aktivitas lain.

Sebagian orang mungkin tidak langsung merasakan dampaknya. Namun, makan dalam waktu singkat dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman setelah selesai makan. Kondisi tersebut dapat terjadi karena tubuh membutuhkan waktu untuk menjalankan berbagai proses pencernaan.

Proses pencernaan sebenarnya sudah dimulai sejak makanan berada di dalam mulut. Mengunyah membantu menghancurkan makanan menjadi bagian yang lebih kecil sekaligus mencampurnya dengan air liur. Ketika seseorang makan terburu-buru, makanan cenderung dikunyah lebih sedikit sebelum ditelan.

Makanan yang masuk ke lambung kemudian perlu diproses lebih lanjut. Jika seseorang makan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat, lambung harus menampung makanan tersebut sekaligus. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa begah atau terlalu kenyang pada sebagian orang.

Makan terlalu cepat juga dapat membuat seseorang menelan lebih banyak udara. Udara yang ikut masuk ketika makan atau minum dapat menyebabkan perut terasa kembung atau sering bersendawa.



Selain masalah kenyamanan, kecepatan makan juga berkaitan dengan pengaturan jumlah makanan. Tubuh membutuhkan waktu untuk memberikan sinyal bahwa seseorang sudah kenyang. Jika makanan dikonsumsi dengan sangat cepat, seseorang dapat terus makan sebelum sinyal kenyang tersebut terasa.

Akibatnya, porsi makanan yang dikonsumsi bisa lebih banyak dibandingkan ketika seseorang makan secara perlahan. Dalam jangka panjang, kebiasaan makan terlalu cepat dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap asupan energi berlebihan, terutama jika terjadi secara terus-menerus.

Makan secara perlahan juga memberikan kesempatan untuk menikmati makanan dan mengunyahnya dengan lebih baik. Tidak perlu makan dengan sangat lambat, tetapi memberikan waktu yang cukup untuk mengunyah dan memperhatikan rasa kenyang dapat membantu membuat proses makan lebih nyaman.

Kebiasaan sederhana seperti meletakkan alat makan sesekali, tidak terburu-buru menelan makanan, serta menghindari makan sambil melakukan aktivitas yang membuat perhatian terpecah dapat membantu seseorang makan dengan lebih tenang.

Jadi, perut yang terasa begah atau tidak nyaman setelah makan terburu-buru bukanlah hal yang aneh. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan jumlah makanan yang masuk dalam waktu singkat, makanan yang kurang dikunyah, serta udara yang ikut tertelan.



Jika rasa tidak nyaman pada perut sering terjadi, berlangsung lama, atau disertai keluhan lain, penyebabnya sebaiknya tidak langsung dianggap hanya karena kebiasaan makan terlalu cepat. Pemeriksaan medis dapat diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.