Kamis, 8 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Lutut Terasa Sakit Saat Berdiri dari Kursi, Apa yang Bisa Menyebabkannya?

Tata - Thursday, 08 October 2026 | 05:51 PM

Background
 Lutut Terasa Sakit Saat Berdiri dari Kursi, Apa yang Bisa Menyebabkannya?

Berdiri dari kursi merupakan gerakan sederhana yang dilakukan hampir setiap hari. Namun, pada sebagian orang, gerakan tersebut justru dapat menimbulkan rasa sakit pada lutut. Keluhannya bisa berupa nyeri ringan, rasa ngilu, kaku, atau sensasi tidak nyaman ketika lutut mulai diluruskan.

Rasa sakit ketika berdiri dari posisi duduk tidak selalu menunjukkan satu penyebab tertentu. Lutut merupakan sendi yang melibatkan tulang, tulang rawan, ligamen, tendon, otot, serta jaringan lainnya. Gangguan pada salah satu bagian tersebut dapat memengaruhi kenyamanan ketika lutut digunakan.

Salah satu kemungkinan yang cukup umum adalah lutut mengalami tekanan setelah digunakan berulang kali. Aktivitas seperti naik turun tangga, berlari, jongkok, bersepeda, atau olahraga tertentu dapat memberikan beban lebih besar pada sendi lutut.

Posisi duduk juga dapat berpengaruh. Duduk dalam waktu lama dengan lutut berada pada posisi tertentu dapat membuat otot dan jaringan di sekitar sendi terasa kaku ketika kembali bergerak. Akibatnya, langkah pertama saat berdiri mungkin terasa tidak nyaman sebelum lutut kembali bergerak lebih bebas.

Berat badan juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi beban pada lutut. Sendi lutut menopang sebagian besar berat tubuh ketika seseorang berdiri dan berjalan. Karena itu, peningkatan beban tubuh dapat membuat lutut menerima tekanan lebih besar, terutama ketika melakukan aktivitas tertentu.



Cedera juga perlu dipertimbangkan, terutama jika nyeri muncul setelah terjatuh, terbentur, salah pijak, atau melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Cedera dapat memengaruhi berbagai jaringan di sekitar lutut dan menyebabkan rasa sakit ketika sendi ditekuk atau diluruskan.

Pada sebagian orang, nyeri lutut dapat berkaitan dengan osteoartritis. Kondisi ini melibatkan perubahan pada jaringan sendi dan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia. Keluhan dapat berupa nyeri saat bergerak, kekakuan setelah tidak aktif, serta keterbatasan gerakan pada kondisi tertentu.

Nyeri di bagian depan lutut juga dapat berkaitan dengan masalah pada area sekitar tempurung lutut. Kondisi seperti nyeri patellofemoral dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman ketika melakukan aktivitas yang memberikan beban pada lutut dalam posisi menekuk, termasuk bangkit dari kursi.

Selain itu, otot yang kurang kuat atau ketidakseimbangan kekuatan otot di sekitar panggul dan tungkai dapat memengaruhi cara lutut menerima beban. Ketika seseorang berdiri, berbagai kelompok otot harus bekerja bersama agar gerakan berlangsung stabil.

Rasa sakit pada lutut juga dapat disertai tanda lain. Misalnya, lutut terasa bengkak, hangat, kaku, berbunyi, sulit diluruskan, atau terasa seperti akan kehilangan keseimbangan. Gejala yang menyertai dapat membantu tenaga kesehatan mengetahui kemungkinan penyebabnya.



Tidak semua bunyi pada lutut berarti terdapat kerusakan. Lutut terkadang dapat mengeluarkan bunyi saat bergerak tanpa disertai rasa sakit. Namun, apabila bunyi tersebut muncul bersamaan dengan nyeri, bengkak, atau lutut terasa tidak stabil, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Untuk keluhan ringan yang baru muncul, mengurangi aktivitas yang memperberat nyeri dapat menjadi langkah awal. Lutut juga dapat diberikan waktu untuk beristirahat. Jika terdapat pembengkakan setelah aktivitas atau cedera ringan, kompres dingin dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kekuatan otot dan kesehatan sendi. Namun, latihan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan tubuh dan dilakukan secara bertahap. Memaksakan olahraga ketika lutut sedang sakit justru dapat memperburuk keluhan tertentu.

Apabila nyeri terus berulang, semakin berat, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau tidak membaik setelah beristirahat, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, menyarankan pemeriksaan tambahan.

Pertolongan medis juga perlu segera dicari apabila nyeri lutut muncul setelah cedera berat, lutut mengalami pembengkakan yang signifikan, tidak dapat digunakan untuk menopang tubuh, tampak berubah bentuk, atau disertai demam dan kemerahan yang cukup jelas.



Dengan demikian, lutut yang sakit ketika berdiri dari kursi tidak selalu disebabkan oleh masalah yang sama pada setiap orang. Posisi tubuh, aktivitas sehari-hari, cedera, kekuatan otot, berat badan, usia, serta kondisi sendi dapat menjadi beberapa faktor yang berperan.

Memperhatikan kapan nyeri muncul, seberapa lama berlangsung, bagian lutut yang terasa sakit, dan gejala lain yang menyertainya dapat membantu menentukan apakah keluhan tersebut hanya sementara atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.