Kulit Kering hingga Pecah-Pecah, Kebiasaan Apa yang Bisa Memperburuknya?
Laila - Tuesday, 13 October 2026 | 09:14 AM


Kulit kering merupakan masalah yang cukup umum dialami banyak orang. Kondisi ini dapat membuat permukaan kulit terasa kasar, tampak bersisik, dan menimbulkan rasa tertarik, terutama setelah mandi. Pada kondisi yang lebih berat, kulit bahkan dapat mengalami pecah-pecah hingga menimbulkan rasa sakit atau perdarahan ringan.
Kulit memiliki lapisan pelindung alami yang berfungsi mempertahankan kelembapan dan melindungi tubuh dari berbagai faktor lingkungan. Ketika lapisan tersebut mengalami gangguan, air lebih mudah menguap dari permukaan kulit sehingga kulit menjadi kering dan lebih rentan mengalami iritasi.
Selain dipengaruhi oleh cuaca, usia, dan kondisi kulit tertentu, kebiasaan sehari-hari juga dapat memperburuk masalah ini. Beberapa tindakan yang dianggap biasa justru berpotensi menghilangkan minyak alami kulit atau mengganggu fungsi pelindungnya.
1. Terlalu Lama Mandi Menggunakan Air Panas
Mandi air panas memang terasa nyaman, terutama setelah menjalani aktivitas yang melelahkan. Namun, kebiasaan mandi terlalu lama dengan air bersuhu tinggi dapat mengurangi minyak alami yang membantu menjaga kelembapan kulit.
Ketika minyak alami berkurang, lapisan pelindung kulit dapat kehilangan sebagian kemampuannya untuk menahan air. Akibatnya, kulit terasa lebih kering, kasar, dan terkadang gatal setelah mandi.
Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan air hangat dengan suhu yang nyaman dan batasi waktu mandi sekitar lima hingga sepuluh menit. Setelah selesai, keringkan tubuh dengan menepuk-nepuk kulit menggunakan handuk, bukan menggosoknya terlalu kuat.
2. Jarang Menggunakan Pelembap
Melewatkan penggunaan pelembap juga dapat memperburuk kondisi kulit kering, terutama setelah mandi atau mencuci tangan. Pada saat kulit kehilangan air, pelembap membantu mempertahankan kelembapan dan mendukung fungsi lapisan pelindung kulit.
Pelembap sebaiknya dioleskan ketika kulit masih sedikit lembap agar membantu mengunci air di permukaannya. Untuk kulit yang sangat kering, produk berbentuk krim atau salep umumnya dapat memberikan kelembapan lebih lama dibandingkan losion yang lebih ringan.
Pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Jika kulit mudah mengalami iritasi, pelembap tanpa pewangi dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman.
3. Terlalu Sering Mencuci Kulit dengan Sabun Keras
Menjaga kebersihan tubuh memang penting, tetapi penggunaan sabun yang terlalu kuat atau terlalu sering membersihkan kulit dapat menghilangkan sebagian minyak alami yang dibutuhkan untuk mempertahankan kelembapan.
Kondisi ini dapat membuat kulit terasa kesat, tertarik, atau bersisik. Jika terjadi berulang kali, lapisan pelindung kulit dapat semakin terganggu dan membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.
Gunakan pembersih yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit. Hindari menggosok kulit secara berlebihan menggunakan spons kasar atau alat eksfoliasi, terutama ketika kulit sedang kering dan pecah-pecah.
4. Menggaruk Kulit yang Terasa Gatal
Kulit kering sering menimbulkan rasa gatal yang membuat seseorang ingin terus menggaruk bagian yang terasa tidak nyaman. Namun, kebiasaan ini dapat memperburuk iritasi dan merusak permukaan kulit.
Jika garukan dilakukan berulang kali, kulit bisa mengalami luka kecil, kemerahan, atau bahkan perdarahan. Luka tersebut juga dapat meningkatkan risiko infeksi apabila tidak dirawat dengan baik.
Sebagai alternatif, gunakan pelembap secara teratur untuk membantu meredakan kekeringan. Kompres dingin juga dapat membantu mengurangi rasa gatal untuk sementara. Jika gatal berlangsung lama atau disertai ruam yang meluas, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan.
5. Terlalu Lama Berada di Ruangan Berpendingin Udara
Ruangan berpendingin udara atau AC dapat membuat udara terasa lebih sejuk dan nyaman. Namun, jika kelembapan udara di dalam ruangan rendah, kulit dapat kehilangan air lebih cepat, terutama pada orang yang memang memiliki kulit kering.
Paparan udara kering dalam waktu lama dapat membuat kulit terasa kasar dan kurang nyaman. Kondisi ini bisa semakin terasa pada bagian tubuh yang sering terpapar udara, seperti wajah, tangan, dan bibir.
Untuk membantu menjaga kelembapan kulit, gunakan pelembap secara rutin dan pastikan tubuh mendapatkan perawatan yang sesuai. Jika udara di dalam ruangan sangat kering, penggunaan alat pelembap udara atau humidifier dapat dipertimbangkan.
6. Kurang Memperhatikan Perlindungan Kulit saat Cuaca Dingin
Udara dingin dan angin kencang dapat memperburuk kulit kering karena kondisi tersebut dapat meningkatkan kehilangan air dari permukaan kulit. Pada cuaca seperti ini, bagian tubuh yang terbuka, terutama tangan dan wajah, lebih mudah mengalami kekeringan.
Mengabaikan perlindungan kulit saat berada di luar ruangan dapat membuat kulit terasa kasar, bersisik, dan pecah-pecah. Karena itu, gunakan pakaian yang melindungi kulit dari angin dan aplikasikan pelembap sesuai kebutuhan.
Penggunaan tabir surya juga tetap penting ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, termasuk saat cuaca terasa dingin atau berawan.
7. Menggunakan Produk Perawatan yang Tidak Sesuai
Tidak semua produk perawatan cocok untuk setiap jenis kulit. Produk yang mengandung pewangi atau bahan tertentu dapat menimbulkan iritasi pada orang yang memiliki kulit sensitif.
Selain itu, penggunaan produk eksfoliasi secara berlebihan, seperti scrub kasar atau bahan pengelupas yang terlalu kuat, dapat mengganggu lapisan pelindung kulit. Akibatnya, kulit yang sebelumnya kering dapat menjadi semakin sensitif dan terasa perih.
Sebaiknya pilih produk dengan formula lembut dan hindari mencoba terlalu banyak produk baru secara bersamaan. Jika kulit menunjukkan tanda iritasi setelah menggunakan produk tertentu, hentikan pemakaiannya dan perhatikan apakah kondisi kulit membaik.
Kapan Kulit Kering hingga Pecah-Pecah Perlu Diperiksa?
Kulit kering ringan umumnya dapat membaik dengan menghindari pemicu iritasi dan menggunakan pelembap secara teratur. Namun, kulit yang pecah-pecah hingga berdarah, terasa sangat nyeri, mengalami pembengkakan, atau mengeluarkan cairan perlu mendapatkan perhatian lebih.
Gejala tersebut dapat berkaitan dengan gangguan kulit tertentu, seperti eksim atau dermatitis, dan terkadang membutuhkan penanganan khusus. Jika kondisi tidak membaik meskipun sudah melakukan perawatan sederhana, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penyebabnya.
Pada akhirnya, menjaga kulit agar tidak semakin kering membutuhkan perhatian terhadap kebiasaan sehari-hari. Membatasi mandi air panas, memilih sabun yang lembut, menggunakan pelembap, serta menghindari garukan berlebihan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit.
Next News

Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Kalori, Bagaimana Pengaruhnya terhadap Berat Badan?
in 5 hours

Mitos atau Fakta, Mengonsumsi Buah setelah Makan Gorengan Bisa Menetralkan Lemak?
in 5 hours

Mengapa Warna Kuning Membuat Sebagian Wajah Terlihat Cerah, tetapi Wajah Lain Tampak Kusam?
in 5 hours

Memilih Warna Lipstik Sesuai Tone Kulit agar Wajah Terlihat Lebih Segar
in 5 hours

Kulit Sawo Matang Cocok Memakai Warna Apa? Ini Pilihan yang Bisa Dicoba
in 5 hours

Jarang Mengganti Sarung Bantal Bisa Memengaruhi Kebersihan Kulit Wajah
in 5 hours

Terlalu Lama Mandi Air Panas Bisa Membuat Kulit Kering, Ini Penyebabnya
in 5 hours

Kulit Bisa Merinding Saat Kedinginan atau Takut, Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh?
in 5 hours

Rambut Belah Tengah Era 90-an, Gaya Klasik yang Kembali Dilirik
in 5 hours

Kemeja Kotak-Kotak Era 90-an, Gaya Lawas yang Tetap Bisa Dipadukan dengan Busana Modern
in 4 hours





