Selasa, 22 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kucing Menjilati Sesamanya Tak Selalu Tanda Kasih Sayang

RAU - Tuesday, 22 September 2026 | 07:27 AM

Background
Kucing Menjilati Sesamanya Tak Selalu Tanda Kasih Sayang

Kebiasaan kucing saling menjilati atau allogrooming sering dianggap sebagai tanda kedekatan dan kasih sayang. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perilaku tersebut tidak selalu bermakna positif.

Studi peneliti Universitas Ghent, Belgia, yang diterbitkan dalam jurnal Applied Animal Behaviour Science pada Agustus 2026, mengamati interaksi antarkucing di 53 rumah tangga di Eropa.

Hasilnya menunjukkan bahwa allogrooming memang dapat menjadi bentuk interaksi sosial yang ramah. Kucing biasanya saling menjilati bagian kepala, leher, atau telinga dan menunjukkan postur tubuh yang tenang.

Namun, dalam situasi tertentu, jilatan justru dapat menjadi bentuk agresi atau cara untuk membuat kucing lain meninggalkan suatu tempat. Perilaku ini biasanya ditandai dengan kucing yang menjilati dalam posisi berdiri, sementara kucing yang dijilati tetap duduk.

Kucing yang menerima jilatan tidak diinginkan juga dapat menunjukkan tanda stres, seperti mengeong, memutar telinga, menjilat bibir, menatap, hingga mencakar.



Karena itu, pemilik kucing disarankan tidak hanya melihat aksi menjilatnya, tetapi juga memperhatikan bahasa tubuh kedua kucing. Memahami konteks dan tanda-tanda stres dapat membantu pemilik mengenali hubungan antarkucing serta mencegah konflik.