Minggu, 11 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Keripik Singkong Terlalu Berminyak? Kesalahan Saat Menggoreng Bisa Jadi Penyebabnya

Liaa - Thursday, 24 September 2026 | 01:30 AM

Background
Keripik Singkong Terlalu Berminyak? Kesalahan Saat Menggoreng Bisa Jadi Penyebabnya

Keripik singkong menjadi salah satu camilan yang banyak disukai karena memiliki rasa gurih dan tekstur renyah. Makanan ini juga sering dibuat sendiri di rumah dengan bahan yang cukup sederhana.

Namun, proses pembuatannya tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Ada keripik singkong yang hasilnya terlalu berminyak, terasa berat ketika dimakan, atau bahkan cepat melempem setelah dingin. Padahal, singkong sudah diiris dan digoreng seperti biasa.

Ternyata, hasil akhir keripik dapat dipengaruhi oleh beberapa tahap pengolahan. Kesalahan kecil sejak persiapan bahan hingga proses penggorengan bisa membuat keripik menyerap minyak lebih banyak.

1. Irisan singkong terlalu tebal

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi hasil keripik adalah ketebalan irisan singkong.



Irisan yang terlalu tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk matang dan mengeluarkan kadar air dari bagian dalamnya. Kondisi ini dapat membuat proses penggorengan menjadi kurang merata.

Sementara itu, irisan yang lebih tipis biasanya lebih mudah matang dan menghasilkan tekstur yang renyah, asalkan proses penggorengan dilakukan dengan tepat.

Ketebalan irisan juga perlu dibuat relatif seragam agar setiap potongan matang dalam waktu yang hampir sama.

2. Singkong masih terlalu basah

Kadar air pada singkong menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Setelah dikupas dan diiris, singkong biasanya masih mengandung air cukup banyak. Jika langsung dimasukkan ke dalam minyak tanpa persiapan yang tepat, air tersebut akan menguap selama proses penggorengan.



Kondisi ini dapat memengaruhi kestabilan suhu minyak dan tekstur keripik.

Sebelum digoreng, irisan singkong perlu ditiriskan dengan baik. Jika menggunakan proses perendaman atau pencucian, pastikan kelebihan air sudah dikurangi sebelum bahan dimasukkan ke dalam minyak.

3. Suhu minyak terlalu rendah

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menggoreng ketika minyak belum cukup panas.

Minyak dengan suhu terlalu rendah dapat membuat proses pemasakan berlangsung lebih lama. Dalam kondisi tersebut, keripik berpotensi menyerap lebih banyak minyak dan menghasilkan tekstur yang kurang renyah.

Keripik juga dapat terasa lebih berat karena waktu kontak dengan minyak menjadi lebih panjang.



Namun, bukan berarti minyak harus dipanaskan secara berlebihan. Suhu yang terlalu tinggi justru dapat membuat bagian luar cepat berwarna gelap sementara bagian dalam belum matang dengan baik.

4. Memasukkan terlalu banyak singkong sekaligus

Jumlah singkong yang dimasukkan ke dalam wajan juga perlu diperhatikan.

Jika terlalu banyak irisan dimasukkan dalam satu waktu, suhu minyak dapat turun secara tiba-tiba. Potongan singkong juga bisa saling menempel sehingga proses pematangan menjadi kurang merata.

Akibatnya, sebagian keripik mungkin sudah matang, sementara potongan lain masih menyimpan banyak air.

Sebaiknya, goreng singkong secara bertahap sesuai ukuran wajan dan jumlah minyak yang digunakan.



5. Tidak mengatur suhu selama penggorengan

Suhu minyak perlu dijaga agar tetap stabil selama proses memasak.

Api yang terlalu besar dapat membuat keripik cepat gosong. Sebaliknya, api yang terlalu kecil dapat memperlambat proses penggorengan dan membuat keripik terasa lebih berminyak.

Pengaturan api sebaiknya disesuaikan dengan jumlah bahan dan kondisi minyak. Keripik perlu digoreng sampai matang dan renyah, tetapi tidak sampai terlalu gelap.

Penggunaan termometer dapur dapat membantu mengukur suhu dengan lebih akurat jika tersedia.

6. Minyak yang digunakan sudah terlalu lama

Kondisi minyak juga dapat memengaruhi hasil keripik.



Minyak yang sudah digunakan berulang kali dapat mengalami perubahan kualitas, terutama jika dipanaskan dalam waktu lama atau digunakan untuk menggoreng bahan yang banyak meninggalkan remah.

Minyak yang kualitasnya menurun dapat memengaruhi aroma, rasa, dan warna makanan.

Karena itu, gunakan minyak yang masih layak dan perhatikan perubahan warna, bau, serta munculnya asap berlebihan ketika dipanaskan.

7. Keripik tidak ditiriskan dengan benar

Setelah digoreng, keripik perlu ditiriskan agar minyak berlebih yang menempel pada permukaannya dapat berkurang.

Jika keripik langsung dipindahkan ke wadah tanpa ditiriskan, sisa minyak dapat terkumpul di bagian bawah wadah dan membuat camilan terasa lebih berminyak.



Gunakan saringan atau rak peniris yang bersih. Keripik juga dapat diletakkan di atas kertas penyerap minyak yang sesuai untuk makanan.

Namun, proses penirisan tidak dapat menggantikan pengaturan suhu dan persiapan bahan yang benar sejak awal.

8. Keripik disimpan ketika masih panas

Keripik yang langsung dimasukkan ke dalam wadah tertutup ketika masih panas dapat mengalami masalah kelembapan.

Uap yang keluar dari keripik dapat terperangkap di dalam wadah dan membuat teksturnya menjadi kurang renyah.

Kondisi tersebut tidak selalu membuat keripik lebih berminyak, tetapi dapat membuat camilan terasa lembek atau cepat kehilangan kerenyahannya.



Sebaiknya, keripik didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan dalam wadah yang bersih dan kedap udara.

9. Tidak semua singkong memiliki kondisi yang sama

Jenis dan kondisi singkong juga dapat memengaruhi hasil akhir keripik.

Singkong memiliki perbedaan dalam hal kadar air, tekstur, dan karakter bahan. Singkong yang digunakan untuk membuat keripik perlu dipilih dengan baik dan diolah secara tepat.

Selain itu, singkong harus dipastikan aman untuk dikonsumsi. Singkong mentah mengandung senyawa sianogenik yang dapat menghasilkan sianida, sehingga pengolahan yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko keracunan.

Jangan mengandalkan penggorengan semata tanpa memperhatikan pemilihan dan persiapan bahan.



10. Cara membuat keripik tidak terlalu berminyak

Agar keripik singkong memiliki tekstur yang lebih renyah dan tidak terlalu berminyak, beberapa langkah dapat diperhatikan.

Pertama, iris singkong dengan ketebalan yang seragam. Kedua, kurangi kadar air berlebih setelah proses pencucian atau perendaman. Ketiga, pastikan minyak sudah berada pada kondisi yang sesuai sebelum bahan dimasukkan.

Selanjutnya, jangan memasukkan terlalu banyak singkong dalam satu waktu. Goreng secara bertahap dan tiriskan dengan baik setelah matang.

Setelah keripik benar-benar dingin, simpan dalam wadah tertutup untuk membantu mempertahankan kerenyahannya.

Kesimpulan:



Keripik singkong yang terlalu berminyak tidak selalu disebabkan oleh banyaknya minyak yang digunakan. Hasil tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti irisan yang terlalu tebal, kadar air yang masih tinggi, suhu minyak yang terlalu rendah, serta jumlah singkong yang dimasukkan secara berlebihan.

Teknik penggorengan dan proses penirisan juga berperan penting dalam menentukan tekstur serta rasa keripik.

Dengan mempersiapkan singkong secara tepat, menjaga suhu minyak, menggoreng secara bertahap, dan menyimpan keripik setelah dingin, hasilnya dapat menjadi lebih renyah dan tidak terlalu berminyak.