Keputihan Bau Amis? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya
RAU - Thursday, 24 September 2026 | 07:30 PM


Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami wanita dan pada dasarnya memiliki fungsi untuk menjaga kelembapan serta membantu membersihkan vagina. Keputihan yang normal biasanya berwarna bening atau putih susu dan tidak menimbulkan bau menyengat.
Namun, perubahan bau menjadi amis, terutama jika disertai perubahan warna atau keluhan lain, dapat menjadi tanda adanya gangguan pada area kewanitaan.
1. Bacterial vaginosis
Salah satu penyebab paling umum adalah bacterial vaginosis (BV), yaitu kondisi ketika keseimbangan bakteri di dalam vagina terganggu.
BV dapat menyebabkan cairan vagina berwarna putih keabu-abuan dengan bau amis yang lebih terasa, termasuk setelah berhubungan seksual. Kondisi ini perlu diperiksa karena pengobatannya dapat memerlukan antibiotik sesuai anjuran dokter.
2. Infeksi menular seksual
Keputihan berbau amis juga dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual, salah satunya trikomoniasis.
Keluhannya dapat berupa cairan berwarna kuning kehijauan, berbusa, berbau tidak sedap, serta disertai gatal, perih, atau nyeri ketika buang air kecil. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan mendapatkan pengobatan yang tepat.
3. Kebersihan area kewanitaan yang kurang tepat
Area genital yang terlalu lembap atau kebersihannya tidak terjaga dapat meningkatkan risiko gangguan pada keseimbangan mikroorganisme di sekitar vagina.
Namun, menjaga kebersihan bukan berarti harus menggunakan banyak produk pembersih. Vagina memiliki mekanisme alami untuk menjaga keseimbangannya sehingga pembersihan berlebihan justru dapat menimbulkan masalah.
4. Penggunaan produk yang mengiritasi
Sabun berpewangi, semprotan khusus area kewanitaan, atau produk lain yang mengandung bahan tertentu dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu keseimbangan alami vagina.
Penggunaan douching atau membilas bagian dalam vagina juga tidak dianjurkan karena dapat mengganggu flora normal dan meningkatkan risiko bacterial vaginosis.
Untuk membersihkan area luar genital, cukup gunakan air bersih dan hindari produk yang dapat menyebabkan iritasi.
5. Perubahan hormon
Perubahan hormon saat menjelang menstruasi, kehamilan, atau setelah melahirkan dapat memengaruhi jumlah dan karakter keputihan.
Perubahan tersebut bisa saja normal. Namun, jika muncul bau amis yang menyengat, gatal, rasa perih, atau perubahan warna yang tidak biasa, sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat infeksi.
Cara menjaga kesehatan area kewanitaan
Beberapa kebiasaan sederhana dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan area genital, antara lain:
- Bersihkan area luar vagina dengan air bersih dan keringkan setelahnya.
- Hindari douching atau memasukkan cairan pembersih ke dalam vagina.
- Ganti pakaian dalam secara rutin, terutama jika sudah lembap.
- Pilih pakaian dalam yang nyaman dan dapat menyerap keringat.
- Hindari pakaian yang terlalu ketat dalam waktu lama.
- Jaga pola makan dan cukup minum sesuai kebutuhan tubuh.
Next News

Membersihkan Telinga Terlalu Dalam Bisa Menimbulkan Masalah, Ini Alasannya
4 hours ago

Penglihatan Buram Tidak Selalu Disebabkan Rabun, Ada Kondisi Mata Lain yang Bisa Berperan
4 hours ago

Jamur Bisa Tumbuh di Tempat Lembap, Ini Kondisi yang Membuatnya Cepat Berkembang
4 hours ago

Nanas Mengandung Banyak Air, Cocok Menjadi Buah Segar Saat Cuaca Panas
4 hours ago

Perjalanan Jauh Bisa Memicu Mual dan Muntah, Begini Hubungannya dengan Keseimbangan Tubuh
4 hours ago

Tidur yang Kurang Bisa Memengaruhi Pengaturan Nafsu Makan
5 hours ago

Menarik Napas Dalam-Dalam Bisa Membuat Tubuh Terasa Lebih Rileks
5 hours ago

Anak-Anak dan Lansia Perlu Lebih Waspada Saat Udara Dipenuhi Asap
5 hours ago

Lutut Terasa Sakit Saat Berdiri dari Kursi, Apa yang Bisa Menyebabkannya?
5 hours ago

Bayi Juga Bisa Cegukan, Kondisi Ini Umumnya Terjadi Secara Alami
5 hours ago





