Senin, 6 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Double Cleansing Penting untuk Cegah Beruntusan?

Laila - Monday, 06 July 2026 | 12:15 PM

Background
Kenapa Double Cleansing Penting untuk Cegah Beruntusan?

Dosa Besar Skincare: Kenapa Double Cleansing Itu Harga Mati, Bukan Sekadar Tren

Pernah nggak sih kamu merasa sudah cuci muka sampai bersih, pakai sabun cuci muka yang harganya lumayan menguras kantong, tapi besok paginya malah muncul jerawat kecil-kecil alias beruntusan di dahi? Atau merasa wajah tetap kusam meskipun sudah tumpuk-tumpuk serum mahal? Kalau jawabannya iya, kemungkinan besar masalahnya bukan di skincare kamu yang nggak cocok, tapi di cara kamu bersih-bersih muka yang kurang niat. Di sinilah kita perlu bicara serius soal satu ritual yang sering dianggap remeh tapi efeknya gila-gilaan: double cleansing.

Bayangkan begini. Kamu seharian aktivitas di luar rumah, kena polusi Jakarta yang debunya sudah kayak butiran dosa, pakai sunscreen yang teksturnya lengket biar nggak gosong, plus ditambah makeup tipis-tipis biar nggak pucat kayak zombi. Pas sampai rumah, kamu cuma cuci muka pakai facial foam biasa selama tiga puluh detik. Memang sih, busanya banyak dan rasanya segar. Tapi secara mikroskopis, sisa-sisa sunscreen yang water-resistant dan minyak alami wajah yang bercampur debu itu masih betah nangkring di dalam pori-pori. Itu ibarat kamu membersihkan piring bekas makan rendang cuma pakai air tanpa sabun colek. Kelihatannya bersih, tapi pas dipegang masih licin-licin berminyak, kan?

Apa Sih Double Cleansing Itu? Masih Perlu Ya?

Singkatnya, double cleansing adalah teknik membersihkan wajah dua kali menggunakan dua jenis pembersih yang berbeda. Tahap pertama biasanya pakai pembersih berbahan dasar minyak (oil-based) seperti cleansing oil, cleansing balm, atau micellar water. Tahap kedua baru deh pakai pembersih berbahan dasar air (water-based) alias sabun cuci muka yang biasa kita gunakan. Kenapa harus dua kali? Karena ada kotoran yang cuma bisa larut dalam minyak, dan ada yang cuma bisa larut dalam air. Hukum kimia sederhana: oil dissolves oil.

Jujurly, banyak orang yang malas melakukan ini karena dianggap ribet dan membuang waktu. "Aduh, gue udah capek kerja, mau tidur aja harus ritual panjang lebar," begitu biasanya keluhan kaum mendang-mending. Tapi percayalah, meluangkan waktu ekstra lima menit buat double cleansing itu jauh lebih murah daripada biaya ke klinik kecantikan buat ekstraksi komedo atau beli obat jerawat gara-gara pori-pori tersumbat. Double cleansing itu investasi, bukan beban.

Sunscreen: Sahabat Kulit yang Diam-diam Sulit Dibersihkan

Kita semua tahu kalau sunscreen itu wajib hukumnya, bahkan lebih wajib daripada dandan. Tapi masalahnya, sunscreen dirancang untuk menempel kuat di kulit supaya nggak gampang luntur kena keringat. Pembersih muka biasa seringkali nggak cukup kuat buat meluruhkan lapisan film yang dibentuk oleh sunscreen. Kalau kamu cuma pakai sabun muka, sisa-sisa sunscreen ini bakal menumpuk hari demi hari. Hasilnya? Kulit jadi kusam, tekstur wajah jadi kasar, dan skincare yang kamu pakai selanjutnya nggak bakal meresap maksimal. Sayang banget kan, beli serum jutaan tapi cuma numpang lewat di atas lapisan sunscreen yang belum bersih?



Buat yang sering naik ojek online atau sering terpapar polusi udara, double cleansing ini sudah bukan pilihan lagi, tapi kewajiban. Debu jalanan itu jahat banget kalau sudah nyampur sama keringat. Kalau nggak dibersihkan dengan benar sampai ke "akar-akarnya", pori-pori kamu bakal jadi sarang kuman yang siap meledak jadi jerawat kapan saja.

Pilih Senjata yang Tepat Buat Jenis Kulitmu

Banyak yang takut double cleansing pakai minyak karena takut makin berminyak atau jerawatan. Padahal, pemikirannya terbalik. Justru kalau kamu kulitnya berminyak, cleansing oil atau balm itu bagus banget buat narik keluar minyak berlebih yang menyumbat pori. Yang penting adalah memilih produk yang sesuai. Buat yang kulitnya sensitif atau gampang jerawatan, cari yang non-comedogenic. Buat yang kaum anti-ribet, micellar water bisa jadi pilihan, asal pakainya nggak pelit. Kapasnya harus benar-benar basah supaya nggak menggesek kulit terlalu keras.

Tapi kalau boleh kasih saran, cobain deh cleansing balm. Sensasi pas balm-nya meleleh jadi minyak di wajah itu sangat terapeutik. Sambil dipijat lembut, kamu bisa merasakan butiran-butiran kasar (grits) keluar dari pori-pori. Itu rasanya puas banget, lebih memuaskan daripada dapet diskon flash sale. Setelah itu, baru bilas dan lanjut pakai second cleanser yang gentle. Ingat ya, pilih sabun muka yang nggak bikin kulit terasa ketarik atau kesat kayak habis diamplas. Kulit yang bersih itu harusnya terasa kenyal dan sehat.

Skincare Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Cara Menyayangi Diri

Pada akhirnya, double cleansing bukan cuma soal biar nggak jerawatan atau biar wajah glowing ala artis Korea. Ini soal self-care. Di tengah dunia yang makin kacau dan kerjaan yang bikin pusing, momen bersih-bersih muka di depan cermin itu bisa jadi waktu buat "grounding". Kamu menyentuh wajahmu sendiri, memijatnya, dan secara simbolis meluruhkan semua beban dan kotoran hari itu.

Jangan tunggu sampai wajahmu breakout parah baru sadar pentingnya double cleansing. Mulai aja dulu malam ini. Konsistensi itu kunci. Kalau kamu telaten, dalam dua minggu saja kamu bakal sadar kalau tekstur kulitmu jadi jauh lebih halus. Makeup pun jadi lebih nempel dan nggak gampang cakey. Jadi, nggak ada alasan lagi buat mager. Ambil pembersihmu, pijat pelan, dan rasakan bedanya. Kulitmu bakal berterima kasih banget nanti di masa depan.



Ingat, wajah kamu cuma ada satu. Jangan sampai masa mudamu dihabiskan buat menyesali kenapa dulu malas cuci muka dengan benar. Selamat double cleansing, dan selamat tinggal pori-pori tersumbat!