Kaki Terasa Kesemutan Saat Duduk Lama, Apa yang Terjadi pada Saraf?
icaa - Sunday, 11 October 2026 | 09:09 AM


Kesemutan pada kaki setelah duduk terlalu lama merupakan keluhan yang sering dialami banyak orang. Sensasinya bisa berupa rasa kebas, geli, atau seperti tertusuk jarum kecil yang membuat kaki terasa tidak nyaman ketika digerakkan. Kondisi ini biasanya muncul setelah seseorang duduk dalam posisi yang sama selama beberapa waktu.
Meskipun sering dianggap sepele, kesemutan sebenarnya berkaitan dengan cara saraf mengirimkan sinyal ke otak. Posisi tubuh tertentu dapat memberikan tekanan pada saraf sehingga penyampaian sinyal tersebut terganggu untuk sementara. Akibatnya, seseorang merasakan sensasi yang berbeda dari biasanya pada bagian kaki.
Mengapa Kaki Bisa Kesemutan Saat Duduk Lama?
Salah satu penyebab kaki kesemutan adalah tekanan pada saraf akibat posisi duduk yang kurang tepat. Misalnya, duduk dengan kaki terlipat terlalu lama, menyilangkan kaki, atau menekan bagian belakang paha pada permukaan kursi yang keras.
Saraf berfungsi membawa pesan antara otak, sumsum tulang belakang, dan berbagai bagian tubuh. Ketika saraf mendapatkan tekanan, kemampuannya dalam menghantarkan sinyal dapat terganggu. Hal inilah yang bisa memunculkan sensasi kesemutan atau mati rasa.
Selain tekanan pada saraf, posisi duduk tertentu juga dapat memengaruhi sirkulasi darah. Namun, kesemutan yang muncul hanya karena duduk dalam satu posisi umumnya lebih berkaitan dengan tekanan sementara pada saraf.
Setelah posisi tubuh diubah, tekanan tersebut biasanya berkurang sehingga sensasi kesemutan perlahan menghilang.
Apa yang Terjadi pada Saraf Ketika Kaki Kesemutan?
Saraf memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sensorik, seperti sentuhan, suhu, nyeri, dan posisi tubuh. Informasi tersebut dikirimkan menuju otak agar tubuh dapat mengenali berbagai rangsangan.
Ketika seseorang duduk terlalu lama dengan posisi yang menekan saraf, penghantaran sinyal saraf bisa mengalami gangguan sementara. Otak kemudian menerima sinyal yang tidak biasa atau tidak teratur sehingga muncul sensasi seperti geli, kebas, dan tertusuk jarum.
Fenomena ini dikenal sebagai parestesia, yaitu sensasi abnormal pada kulit yang dapat terjadi tanpa adanya rangsangan langsung. Parestesia tidak selalu menandakan penyakit serius karena dapat muncul akibat tekanan sementara pada saraf.
Namun, jika tekanan berlangsung lama atau kesemutan sering berulang, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Gangguan saraf tertentu dapat menyebabkan gejala yang menetap atau disertai keluhan lain, seperti nyeri dan kelemahan otot.
Cara Mengatasi Kaki Kesemutan Setelah Duduk Lama
Jika kesemutan muncul setelah duduk dalam waktu lama, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengubah posisi tubuh. Hindari tetap berada dalam posisi yang menekan kaki atau saraf tertentu.
Berikut beberapa cara sederhana yang dapat membantu meredakan kesemutan:
1. Ubah posisi duduk
Luruskan kaki secara perlahan dan hindari menyilangkan kaki terlalu lama. Pastikan posisi duduk tidak memberikan tekanan berlebihan pada bagian belakang paha atau lutut.
2. Berdiri dan berjalan sebentar
Bergerak setelah duduk dalam waktu lama dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf. Berjalanlah secara perlahan setelah sensasi kebas mulai berkurang dan kaki terasa cukup stabil.
3. Lakukan peregangan ringan
Gerakkan pergelangan kaki, tekuk dan luruskan lutut secara perlahan, atau lakukan peregangan ringan sesuai kemampuan. Hindari gerakan yang menimbulkan rasa sakit.
4. Atur kebiasaan duduk
Jika pekerjaan mengharuskan seseorang duduk dalam waktu lama, usahakan mengambil jeda untuk berdiri atau bergerak secara berkala. Gunakan kursi yang mendukung postur tubuh dan hindari kebiasaan menekan kaki dalam posisi yang sama terlalu lama.
Langkah-langkah tersebut dapat membantu jika kesemutan disebabkan oleh tekanan sementara. Akan tetapi, penanganannya perlu disesuaikan apabila terdapat penyebab lain yang mendasarinya.
Kapan Kesemutan pada Kaki Perlu Diwaspadai?
Kesemutan yang cepat menghilang setelah posisi tubuh diubah umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Meski demikian, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis.
Kesemutan sebaiknya diperiksakan apabila sering berulang tanpa penyebab yang jelas, berlangsung lama, semakin memburuk, atau disertai rasa nyeri, kelemahan otot, dan gangguan berjalan.
Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, seperti saraf terjepit, neuropati perifer, diabetes, atau gangguan lain yang memengaruhi saraf. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Jika kesemutan muncul secara mendadak bersama kelemahan pada satu sisi tubuh, wajah mencong, atau kesulitan berbicara, segera cari pertolongan medis darurat karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda stroke. Kesemutan yang mendadak disertai hilangnya kendali buang air kecil atau besar maupun mati rasa di area selangkangan juga memerlukan penanganan darurat.
Next News

Buah Beku dan Buah Segar, Apakah Kandungan Gizinya Berbeda Jauh?
in 6 hours

Pepaya Mengandung Enzim Papain, Ini Perannya dalam Pengolahan Protein
in 6 hours

Kuku Berubah Warna Menjadi Kekuningan, Jangan Abaikan Penyebabnya
in 6 hours

Cacing Pita Bisa Tumbuh Panjang di Usus, Bagaimana Manusia Bisa Terinfeksi?
in 6 hours

Kutu Kepala Berkembang Biak dengan Cepat, Berapa Lama Telurnya Menetas?
in 6 hours

Mitos atau Fakta, Menelan Permen Karet Bisa Membuatnya Bertahan Bertahun-Tahun di Perut?
in 6 hours

Cicak Bisa Berjalan di Dinding Tanpa Terjatuh, Bagaimana Caranya?
in 6 hours

Roti Bisa Berjamur dalam Waktu Singkat, Faktor Penyimpanan Ini Berpengaruh
in 6 hours

Mengapa Minuman Bersoda Terasa Lebih Menyegarkan Saat Dingin?
in 6 hours

Makanan Pedas Membuat Hidung Berair, Ini Reaksi Tubuh yang Terjadi
in 5 hours





