Jamur Kaki Bisa Menular, Kebiasaan Berbagi Barang Ini Sebaiknya Diperhatikan
Tata - Sunday, 27 September 2026 | 01:46 PM


Jamur kaki merupakan salah satu masalah kulit yang cukup sering terjadi, terutama pada orang yang banyak berkeringat atau sering menggunakan alas kaki tertutup dalam waktu lama. Infeksi ini umumnya dikenal sebagai athlete's foot atau tinea pedis dan disebabkan oleh kelompok jamur yang dapat berkembang pada kulit.
Gejala jamur kaki dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan yang sering muncul antara lain rasa gatal, kulit mengelupas, kemerahan, kulit pecah-pecah, atau rasa perih, terutama pada sela-sela jari kaki. Pada kondisi tertentu, perubahan kulit juga dapat meluas ke bagian telapak atau sisi kaki.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah jamur kaki dapat menular. Penularannya dapat terjadi ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan kulit yang mengalami infeksi. Selain itu, jamur juga dapat berpindah melalui benda yang telah terkena serpihan kulit yang mengandung jamur.
Karena itu, kebiasaan berbagi barang pribadi perlu diperhatikan. Salah satu contohnya adalah berbagi handuk. Handuk yang digunakan oleh orang dengan infeksi jamur kemudian dipakai orang lain dapat menjadi media perpindahan jamur, terutama apabila handuk berada dalam kondisi lembap.
Kaus kaki juga termasuk barang yang sebaiknya tidak digunakan secara bergantian. Kaus kaki bersentuhan langsung dengan kaki dan dapat menyimpan keringat maupun serpihan kulit. Jika kondisi tersebut disertai kelembapan, lingkungan tersebut dapat mendukung keberadaan jamur.
Hal serupa dapat terjadi pada sepatu. Menggunakan sepatu secara bergantian, khususnya tanpa memastikan bagian dalamnya bersih dan benar-benar kering, dapat meningkatkan risiko terpapar jamur. Kondisi sepatu yang lembap dan minim sirkulasi udara juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih sesuai bagi pertumbuhan jamur.
Alas kaki seperti sandal juga sebaiknya tidak digunakan secara bergantian tanpa memperhatikan kebersihannya. Risiko dapat meningkat apabila alas kaki tersebut dipakai bersama oleh banyak orang di tempat yang lembap.
Lantai kamar mandi atau area basah juga perlu mendapat perhatian. Jamur yang menyebabkan tinea pedis dapat menyebar di lingkungan tertentu melalui serpihan kulit. Berjalan tanpa alas kaki di tempat yang digunakan bersama, terutama area yang lembap, dapat meningkatkan kemungkinan terpapar.
Selain penularan dari orang lain, kondisi kaki sendiri juga dapat memengaruhi risiko infeksi. Kaki yang sering berkeringat dan tidak segera dikeringkan dapat menjadi lembap. Penggunaan sepatu tertutup dalam waktu lama juga dapat mengurangi sirkulasi udara sehingga kaki lebih mudah berkeringat.
Karena itu, menjaga kaki tetap kering merupakan salah satu langkah penting. Setelah mandi, sela-sela jari sebaiknya dikeringkan dengan baik sebelum memakai kaus kaki atau sepatu. Kaus kaki yang sudah basah oleh keringat sebaiknya diganti agar kaki tidak terus berada dalam kondisi lembap.
Pemilihan alas kaki juga berperan dalam menjaga kesehatan kaki. Sepatu yang memungkinkan sirkulasi udara lebih baik dapat membantu mengurangi kelembapan. Sepatu yang basah sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu sebelum kembali digunakan.
Jika seseorang sudah mengalami gejala yang mengarah pada jamur kaki, sebaiknya tidak menggaruk area yang gatal secara berlebihan. Menggaruk dapat menyebabkan kulit mengalami luka dan berpotensi memicu infeksi tambahan akibat bakteri.
Pengobatan jamur kaki biasanya membutuhkan obat antijamur yang sesuai dengan jenis dan tingkat infeksinya. Beberapa obat antijamur tersedia tanpa resep, tetapi penggunaannya tetap harus mengikuti petunjuk pada kemasan. Jika gejala tidak membaik, semakin luas, sering kambuh, atau muncul luka dan tanda infeksi, pemeriksaan dokter diperlukan.
Hal penting lainnya adalah menjaga kebersihan barang-barang yang bersentuhan dengan kaki. Handuk, kaus kaki, sepatu, dan alas kaki pribadi sebaiknya tidak digunakan bersama orang lain. Barang-barang tersebut juga perlu dijaga agar tetap bersih dan kering.
Jamur kaki memang bukan kondisi yang selalu berbahaya, tetapi dapat mengganggu aktivitas karena rasa gatal dan tidak nyaman. Infeksi yang tidak ditangani juga dapat bertahan cukup lama dan menyebar ke bagian tubuh lain atau menular kepada orang lain.
Dengan memahami cara penularannya, menjaga kaki tetap kering, tidak berbagi barang pribadi, serta segera menangani gejala yang muncul, risiko penyebaran jamur kaki dapat dikurangi. Jika keluhan menetap atau semakin parah, pemeriksaan tenaga medis dapat membantu memastikan penyebab dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.
Next News

Membersihkan Telinga Terlalu Dalam Bisa Menimbulkan Masalah, Ini Alasannya
5 hours ago

Penglihatan Buram Tidak Selalu Disebabkan Rabun, Ada Kondisi Mata Lain yang Bisa Berperan
5 hours ago

Jamur Bisa Tumbuh di Tempat Lembap, Ini Kondisi yang Membuatnya Cepat Berkembang
5 hours ago

Nanas Mengandung Banyak Air, Cocok Menjadi Buah Segar Saat Cuaca Panas
5 hours ago

Perjalanan Jauh Bisa Memicu Mual dan Muntah, Begini Hubungannya dengan Keseimbangan Tubuh
5 hours ago

Tidur yang Kurang Bisa Memengaruhi Pengaturan Nafsu Makan
5 hours ago

Menarik Napas Dalam-Dalam Bisa Membuat Tubuh Terasa Lebih Rileks
5 hours ago

Anak-Anak dan Lansia Perlu Lebih Waspada Saat Udara Dipenuhi Asap
5 hours ago

Lutut Terasa Sakit Saat Berdiri dari Kursi, Apa yang Bisa Menyebabkannya?
5 hours ago

Bayi Juga Bisa Cegukan, Kondisi Ini Umumnya Terjadi Secara Alami
5 hours ago





